CBT & HERITAGE WALKS: EMPOWERING COMMUNITIES THROUGH TOURISM

CBT & HERITAGE WALKS: EMPOWERING COMMUNITIES THROUGH TOURISM

Kegiatan kuliah tamu “CBT & Heritage Walks: Empowering Communities Through Tourism” diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang sebagai bagian dari penguatan wawasan mahasiswa dalam bidang pariwisata dan kuliner. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Malaysia, yaitu Zakmalisa Erna binti Md Zaki, yang memaparkan konsep Community-Based Tourism (CBT) dan heritage walks sebagai bentuk pariwisata berkelanjutan yang melibatkan peran aktif masyarakat lokal. Tema ini diangkat berdasarkan pentingnya pendekatan wisata berbasis komunitas dalam mendukung pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa dari bidang tata boga diajak untuk memahami keterkaitan antara kuliner lokal dan potensi pariwisata dalam konteks pembangunan yang inklusif.

Kegiatan kuliah tamu ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep Community-Based Tourism (CBT) dan heritage walks sebagai strategi pemberdayaan masyarakat melalui sektor pariwisata. Melalui pemaparan dari narasumber internasional, mahasiswa diharapkan memperoleh perspektif global mengenai implementasi pariwisata berbasis komunitas, khususnya dalam konteks negara Malaysia. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong integrasi antara ilmu tata boga dan pengembangan potensi lokal, serta memperluas wawasan mahasiswa dalam mengidentifikasi peluang kolaboratif antara bidang kuliner dan pariwisata berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam merespons isu-isu global melalui pendekatan vokasional yang aplikatif dan relevan.

Kegiatan kuliah tamu “CBT & Heritage Walks: Empowering Communities Through Tourism” berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga. Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Vokasi UM, Dr. Muladi, S.T., M.T. dan dihadiri oleh Dosen dan Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Tata Boga. Acara ini menghadirkan narasumber dari Malaysia yang membagikan pengalaman dan praktik baik dalam penerapan Community-Based Tourism (CBT) serta pengembangan heritage walks sebagai strategi pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal. Mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab serta diskusi mengenai potensi penerapan konsep tersebut di Indonesia, khususnya dalam konteks kuliner lokal. Kegiatan ini juga memberikan wawasan baru mengenai peran penting masyarakat dalam pariwisata serta bagaimana keilmuan tata boga dapat diintegrasikan dalam pengembangan wisata berbasis budaya. Selain itu, mahasiswa menyampaikan bahwa mereka memperoleh inspirasi untuk melihat kuliner tidak hanya sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang dapat dipromosikan melalui kegiatan wisata edukatif seperti heritage walks. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan program-program serupa yang memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan mendukung terciptanya pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

 Kontribusi terhadap SDGs:

 SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Kegiatan kuliah tamu ini mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui penyampaian materi berbasis praktik nyata dari narasumber internasional. Mahasiswa memperoleh pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata dan kuliner saat ini, serta dilatih untuk berpikir kritis terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan.

SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: Dengan memperkenalkan konsep Community-Based Tourism, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk memahami pentingnya pengembangan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta peluang usaha berbasis komunitas yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 SDG 11 – Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan: Konsep heritage walks yang diperkenalkan dalam kuliah tamu memberikan gambaran tentang bagaimana pelestarian budaya dan lingkungan dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan kota dan komunitas yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

 SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara institusi pendidikan dengan narasumber internasional, serta membangun interaksi antara mahasiswa dan praktisi global. Kemitraan ini memperkuat jejaring akademik dan menjadi bagian dari upaya kolektif untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan vokasi yang transformatif.

 Pewarta: Febrilian Sudrajat

Kuliah Tamu Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi “Strategi Predective Maintenance: Mengurangi Downtime dan Meningkatkan Produktivitas” Bersama PT. Adikari Wisesa Indonesia.

Kuliah Tamu Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi “Strategi Predective Maintenance: Mengurangi Downtime dan Meningkatkan Produktivitas” Bersama PT. Adikari Wisesa Indonesia.

Dalam dunia industri, predictive maintenance menjadi strategi kunci untuk mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi operasional. Melalui pendekatan ini, potensi kerusakan dapat diidentifikasi lebih awal dengan memanfaatkan teknologi seperti sensor dan machine learning. Untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi menghadirkan kuliah tamu dengan tema “Strategi Predictive Maintenance: Mengurangi Downtime dan Meningkatkan Produktivitas”.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa tentang penerapan predictive maintenance dalam industri, khususnya di sektor pembangkit energi. Dengan pemahaman ini, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan teknologi terbaru seperti sensor dan machine learning untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan peralatan secara proaktif, yang dapat mengurangi risiko kerusakan dan biaya operasional.

Kuliah tamu dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2025 di GKB A20 Lantai 9 Universitas Negeri Malang. Acara dimulai pukul 08.00 hingga selesai, dengan menghadirkan narasumber utama, Rahmatullah Aji Prabowo, S.T., seorang Predictive Maintenance Engineer dari PT. Adikari Wisesa Indonesia, dan dimoderatori oleh Misbahul Munir, S.T., M.T. Para peserta diberikan penjelasan tentang konsep predictive maintenance, teknologi pendukung, serta manfaatnya dalam mengurangi downtime.

Kuliah tamu ini berhasil memberikan pemahaman baru kepada mahasiswa tentang pentingnya predictive maintenance sebagai strategi peningkatan produktivitas. Mahasiswa merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan teknologi dan termotivasi untuk terus belajar.

“Manfaat yang saya dapatkan dari kuliah tamu hari ini bersama PT Adhikara adalah pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya predictive maintenance dalam dunia industri khususnya di sektor prodisa yaitu pembangkit energi. Saya jadi lebih memahami tentang bagaimana data teknologi seperti sensor dan machine learning itu bisa digunakan dalam memprediksi kerusakan, sebelum dapat terjadi kerusakan itu kita jadi dapat bisa memprediksi. Dan ini tentu sangat penting banget untuk kita dapat mengurangi downtime dan meningkatkan efisiensi operasional di lapangan” ujar Sachan Irzi mahasiswa program studi teknologi rekayasa pembangkit energi Angkatan 2024.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan konsep dan pengetahuan yang diperoleh dalam dunia kerja. Terutama dalam bidang pembangkit energi, mahasiswa diharapkan menjadi tenaga profesional yang mampu memanfaatkan teknologi predictive maintenance untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan.

“Harapan saya kedepannya adalah bisa menerapkan konsep predictive maintenance ini saat saya masuk ke dalam dunia kerja dan khususnya di dunia kerja pembangkit. Saya juga berharap kampus ini juga bisa terus menghadirkan kuliah tamu seperti ini agar kami bisa semakin terbuka tentang pemahaman-pemahaman yang akan terjadi di kehidupan kami setelah ini dalam dunia kerja khususnya” ujar Sachan Irzi.

Kontribusi terhadap SDGs:

SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Kegiatan ini memberikan pendidikan berbasis praktik dengan narasumber ahli dari industri, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran dan relevansi dengan dunia kerja.

SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi:  Melalui wawasan yang diberikan, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja yang terampil dan mampu berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan pertumbuhan ekonomi dalam sektor pembangkit energi.

SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: Kegiatan ini mendukung pengembangan inovasi dalam sektor industri dengan memanfaatkan teknologi predictive maintenance untuk menciptakan infrastruktur yang lebih tangguh dan efisien.

SDG 17 – Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan: Kolaborasi antara Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang dan PT. Adikari Wisesa Indonesia mencerminkan kemitraan yang kuat antara akademisi dan industri untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

 

Pewarta: Geby I Agusti Tungga Dewi I.P

Perkuat Keterampilan Mahasiswa, Desain Mode UM Gelar Kelas Beading Bersama By Widyanti Atelier dan Dua Sisi Fashion Studio

Perkuat Keterampilan Mahasiswa, Desain Mode UM Gelar Kelas Beading Bersama By Widyanti Atelier dan Dua Sisi Fashion Studio

Dalam upaya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang desain mode, khususnya dalam teknik couture, Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang, menyelenggarakan kegiatan perkuliahan Indonesian Couture dengan fokus pada teknik beading atau menghias kain dengan manik-manik. Kegiatan ini berlangsung selama empat pertemuan dan menghadirkan Miss Mia Widyanti, seorang praktisi industri dari By Widyanti Atelier dan Tim Dua Sisi Fashion Studio, sebagai narasumber utama.

Teknik beading merupakan salah satu metode penting dalam dunia couture, yang melibatkan penambahan manik-manik, payet, dan elemen dekoratif lainnya pada kain untuk menciptakan efek visual yang mewah dan artistik. Dalam konteks mode Indonesia, teknik ini sering digunakan untuk memperkaya estetika busana tradisional dan modern, memberikan nilai tambah pada produk fesyen lokal.

Kolaborasi antara institusi pendidikan dan praktisi industri ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang aplikatif kepada mahasiswa, mengintegrasikan teori dan praktik, serta memperkenalkan mereka pada standar dan teknik yang digunakan dalam industri fesyen profesional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan teknis yang relevan, meningkatkan kreativitas dalam desain, dan mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam industri fesyen yang kompetitif.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa dalam menghias kain menggunakan manik-manik, memperkenalkan mereka pada standar industri fesyen, serta mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam desain busana. Melalui kolaborasi dengan praktisi industri, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kreativitas, memahami aplikasi teknik beading dalam konteks desain modern, dan mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam industri fesyen yang kompetitif.

 

Selama empat pertemuan dalam mata kuliah Indonesian Couture, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang, mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik beading bersama praktisi industri, Miss Mia Widyanti dari Dua Sisi Fashion Studio. Kegiatan ini mencakup eksplorasi berbagai teknik menghias kain dengan manik-manik, yang menghasilkan karya-karya tekstil dengan motif dan tekstur yang unik. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menerapkannya secara langsung dengan menciptakan kain yang dihias dengan manik-manik. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, memperluas wawasan mereka tentang aplikasi teknik tradisional dalam konteks desain modern, serta mempererat hubungan antara dunia akademik dan industri fesyen.

Kontribusi terhadap SDGs:

SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas)

Kegiatan ini secara langsung mendukung pendidikan berkualitas dengan menghadirkan media pembelajaran kreatif seperti poster edukatif, permainan, dan diskusi interaktif yang membantu meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap ilmu akuntansi.

SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

Kolaborasi antara Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode dan Dua Sisi Fashion Studio menciptakan sinergi antara pendidikan dan industri kreatif. Kegiatan ini mendorong inovasi dalam desain tekstil dengan menggabungkan teknik tradisional tie dye dan manipulasi kain, yang berpotensi menghasilkan produk fesyen yang berdaya saing tinggi. Hal ini mendukung target SDG 9.5 yang berfokus pada peningkatan kapasitas teknologi dan inovasi di sektor industri.

SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)

Pameran ini melibatkan kolaborasi antar mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas, termasuk pengunjung dari berbagai latar belakang. Interaksi ini menciptakan ruang untuk berbagi pengetahuan dan membangun jejaring yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan secara kolektif.

Pewarta: Aini Adila Rusydiana

Kolaborasi Kreatif : Mahasiswa Sarjana Terapan Desain Mode FV UM Pelajari Teknik Tie Dye Bersama Mitra Industri Dua Sisi Fashion Studio

Kolaborasi Kreatif : Mahasiswa Sarjana Terapan Desain Mode FV UM Pelajari Teknik Tie Dye Bersama Mitra Industri Dua Sisi Fashion Studio

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi praktikal mahasiswa dalam bidang tekstil dan fesyen, Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang, menyelenggarakan kegiatan perkuliahan Fabric Manipulation dengan fokus pada teknik tie dye. Kegiatan ini berlangsung selama empat pertemuan dan menghadirkan praktisi industri, Miss Isnani Faisalina, dari Dua Sisi Fashion Studio sebagai narasumber utama.

Materi tie dye dipilih karena merupakan salah satu teknik pewarnaan kain yang tidak hanya populer secara global, tetapi juga memiliki nilai artistik dan potensi ekonomi yang tinggi, terutama dalam industri kreatif berbasis budaya lokal. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis dan artistik, tetapi juga wawasan profesional dan pengalaman langsung dari pelaku industri. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat memperluas cakrawala mahasiswa dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia kerja secara kreatif, adaptif, dan inovatif.

Kegiatan perkuliahan Fabric Manipulation dengan materi tie dye yang diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang, bekerja sama dengan Dua Sisi Fashion Studio, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa dalam teknik pewarnaan kain, mengintegrasikan praktik industri ke dalam kurikulum, mendorong inovasi berbasis budaya lokal, meningkatkan pengalaman langsung dalam praktik industri dan pengembangan keterampilan teknis, sehingga mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja, khususnya dalam sektor industri kreatif dan fesyen.

Selama empat pertemuan dalam mata kuliah Fabric Manipulation, mahasiswa Sarjana Terapan Desain Mode Universitas Negeri Malang mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik pewarnaan kain tie dye bersama praktisi industri, Miss Isnani Faisalina dari Dua Sisi Fashion Studio. Kegiatan ini mencakup eksplorasi berbagai teknik pengikatan, pelipatan, dan pewarnaan kain, yang menghasilkan karya-karya tekstil dengan motif dan tekstur yang unik. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menerapkannya secara langsung dengan menciptakan kain tie dye yang kemudian dimodifikasi melalui teknik manipulasi kain seperti pada mata kuliah yang diampu yaitu fabric manipulation. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, memperluas wawasan mereka tentang aplikasi teknik tradisional dalam konteks desain modern, serta mempererat hubungan antara dunia akademik dan industri fesyen.

Kontribusi terhadap SDGs:

SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas)

Kegiatan ini secara langsung mendukung pendidikan berkualitas dengan menghadirkan media pembelajaran kreatif seperti poster edukatif, permainan, dan diskusi interaktif yang membantu meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap ilmu akuntansi.

SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

Kolaborasi antara Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode dan Dua Sisi Fashion Studio menciptakan sinergi antara pendidikan dan industri kreatif. Kegiatan ini mendorong inovasi dalam desain tekstil dengan menggabungkan teknik tradisional tie dye dan manipulasi kain, yang berpotensi menghasilkan produk fesyen yang berdaya saing tinggi. Hal ini mendukung target SDG 9.5 yang berfokus pada peningkatan kapasitas teknologi dan inovasi di sektor industri.

SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)

Pameran ini melibatkan kolaborasi antar mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas, termasuk pengunjung dari berbagai latar belakang. Interaksi ini menciptakan ruang untuk berbagi pengetahuan dan membangun jejaring yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan secara kolektif.

Pewarta: Aini Adila Rusydiana

 

Smart Pattern, Smart Fashion: Transformasi Pola Busana dalam Industri 4.0 bersama Dr. Norizan

Smart Pattern, Smart Fashion: Transformasi Pola Busana dalam Industri 4.0 bersama Dr. Norizan

Kuliah tamu ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Asian Student Fashion Week (ASFW) 2025 yang diselenggarakan oleh Program Studi Desain Mode, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan global kepada mahasiswa di bidang fashion, memperkuat jejaring akademik, serta menginspirasi generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia mode yang semakin kompetitif.

Acara ini dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2025 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang. Dengan menghadirkan pemateri yang professional di bidang fashion, maka membuka kesempatan langsung bagi mahasiswa desain mode untuk dapat berdiskusi dan mendengarkan langsung pemaparan materi dari ahlinya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mendalam kepada mahasiswa tentang tren, inovasi, dan strategi di dunia fashion, serta memperluas perspektif mereka melalui pengalaman belajar dari pemateri internasional. Selain itu, kuliah tamu ini juga dirancang untuk memperkuat kolaborasi akademik antara Universitas Negeri Malang dengan institusi pendidikan di Malaysia, sekaligus mempersiapkan mahasiswa agar lebih kreatif, inovatif, dan siap bersaing di industri fashion global.

Kuliah tamu ASFW 2025 yang berlangsung pada tanggal 3 Mei 2025 di Graha Cakrawala berjalan dengan sukses dan penuh antusiasme. Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Desain Mode, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang. Pemaparan materi dari Dr. Norizan Binti Sajar UiTM Malaysia menjelaskan pentingnya transformasi digital dalam pendidikan fesyen, khususnya dalam mata kuliah pembuatan pola busana.

Materi perkuliahan dari Dr. Norizan binti Sajar membahas pentingnya transformasi digital dalam pendidikan fesyen, khususnya dalam mata kuliah pembuatan pola busana. Digitalisasi memungkinkan mahasiswa untuk mempelajari teknik pembuatan pola secara lebih efisien melalui penggunaan animasi PowerPoint, video demonstrasi, serta platform pembelajaran jarak jauh (ODL) yang mendukung fleksibilitas belajar. Pendekatan ini juga membantu mengatasi keterbatasan pembelajaran tatap muka serta menjembatani teori dan praktik. Contoh penerapan digitalisasi ini ditunjukkan melalui pembuatan pola kebaya tradisional secara digital, yang dirancang interaktif dan mudah diikuti oleh mahasiswa kapan saja dan di mana saja.

Pemaparan materi tersebut membuka wawasan baru bagi mahasiswa, memberikan pemahaman yang mendalam tentang isu keberlanjutan dan digitalisasi dalam industri fashion. Dengan kesempatan berdiskusi langsung dengan para ahli, mahasiswa desain mode semakin terinspirasi untuk menghadirkan inovasi dalam setiap karyanya.

Dari hasil kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan wawasan yang diperoleh ke dalam karya desain mereka, meningkatkan kreativitas, dan menjalin jejaring profesional di bidang fashion. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan internasional Universitas Negeri Malang dengan institusi pendidikan UiTM Malaysia, membuka peluang kolaborasi akademik di masa depan.

Kontribusi terhadap SDGs:

SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran global yang melibatkan narasumber internasional. Mahasiswa mendapatkan wawasan baru tentang dunia fashion yang mendukung pengembangan kompetensi mereka.

SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: Mendorong inovasi dalam desain mode dan membahas tren global yang relevan dengan pengembangan industri fashion, termasuk penggunaan teknologi dan pendekatan kreatif yang mendukung infrastruktur industri kreatif.

SDG 17 – Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan: Melalui kolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) dari Malaysia, kegiatan ini memperkuat kemitraan internasional untuk saling berbagi ilmu dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di sektor pendidikan dan industri kreatif.

 

Pewarta: Geby I Agusti Tungga Dewi I.P