Kegiatan kuliah tamu “CBT & Heritage Walks: Empowering Communities Through Tourism” diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang sebagai bagian dari penguatan wawasan mahasiswa dalam bidang pariwisata dan kuliner. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Malaysia, yaitu Zakmalisa Erna binti Md Zaki, yang memaparkan konsep Community-Based Tourism (CBT) dan heritage walks sebagai bentuk pariwisata berkelanjutan yang melibatkan peran aktif masyarakat lokal. Tema ini diangkat berdasarkan pentingnya pendekatan wisata berbasis komunitas dalam mendukung pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa dari bidang tata boga diajak untuk memahami keterkaitan antara kuliner lokal dan potensi pariwisata dalam konteks pembangunan yang inklusif.

Kegiatan kuliah tamu ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep Community-Based Tourism (CBT) dan heritage walks sebagai strategi pemberdayaan masyarakat melalui sektor pariwisata. Melalui pemaparan dari narasumber internasional, mahasiswa diharapkan memperoleh perspektif global mengenai implementasi pariwisata berbasis komunitas, khususnya dalam konteks negara Malaysia. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong integrasi antara ilmu tata boga dan pengembangan potensi lokal, serta memperluas wawasan mahasiswa dalam mengidentifikasi peluang kolaboratif antara bidang kuliner dan pariwisata berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam merespons isu-isu global melalui pendekatan vokasional yang aplikatif dan relevan.

Kegiatan kuliah tamu “CBT & Heritage Walks: Empowering Communities Through Tourism” berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga. Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Vokasi UM, Dr. Muladi, S.T., M.T. dan dihadiri oleh Dosen dan Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Tata Boga. Acara ini menghadirkan narasumber dari Malaysia yang membagikan pengalaman dan praktik baik dalam penerapan Community-Based Tourism (CBT) serta pengembangan heritage walks sebagai strategi pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal. Mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab serta diskusi mengenai potensi penerapan konsep tersebut di Indonesia, khususnya dalam konteks kuliner lokal. Kegiatan ini juga memberikan wawasan baru mengenai peran penting masyarakat dalam pariwisata serta bagaimana keilmuan tata boga dapat diintegrasikan dalam pengembangan wisata berbasis budaya. Selain itu, mahasiswa menyampaikan bahwa mereka memperoleh inspirasi untuk melihat kuliner tidak hanya sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang dapat dipromosikan melalui kegiatan wisata edukatif seperti heritage walks. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan program-program serupa yang memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan mendukung terciptanya pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

 Kontribusi terhadap SDGs:

 SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Kegiatan kuliah tamu ini mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui penyampaian materi berbasis praktik nyata dari narasumber internasional. Mahasiswa memperoleh pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata dan kuliner saat ini, serta dilatih untuk berpikir kritis terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan.

SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: Dengan memperkenalkan konsep Community-Based Tourism, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk memahami pentingnya pengembangan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta peluang usaha berbasis komunitas yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 SDG 11 – Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan: Konsep heritage walks yang diperkenalkan dalam kuliah tamu memberikan gambaran tentang bagaimana pelestarian budaya dan lingkungan dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan kota dan komunitas yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

 SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara institusi pendidikan dengan narasumber internasional, serta membangun interaksi antara mahasiswa dan praktisi global. Kemitraan ini memperkuat jejaring akademik dan menjadi bagian dari upaya kolektif untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan vokasi yang transformatif.

 Pewarta: Febrilian Sudrajat