IMODEA Gelar Musyawarah Nasional dan FGD di Universitas Negeri Malang untuk Memperkuat Kolaborasi Pendidikan Fashion Indonesia

IMODEA Gelar Musyawarah Nasional dan FGD di Universitas Negeri Malang untuk Memperkuat Kolaborasi Pendidikan Fashion Indonesia

Program Studi D4 Desain Mode Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) bersama Indonesian Mode Design Association (IMODEA) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) dan Focus Group Discussion (FGD) pada 11 Mei 2026 di Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 25 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang memiliki program studi desain mode. Munas dan FGD dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ir. Muladi, S.T., M.T., serta dihadiri oleh Ketua IMODEA Dr. Tjok Istri Ratna C.S., S.Sn., M.Si. dan Ketua Program Studi D4 Desain Mode Fakultas Vokasi UM Dr. Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn.. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antar perguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan fashion yang adaptif terhadap kebutuhan industri, inovasi, dan tantangan global.

Musyawarah Nasional dan FGD menjadi forum strategis bagi para akademisi bidang desain mode dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membahas arah pengembangan pendidikan fashion nasional. Melalui sesi diskusi dan musyawarah, peserta mengevaluasi perkembangan organisasi, menyusun program kerja, serta merumuskan berbagai strategi kolaboratif yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan desain mode.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pengembangan dan penyelarasan kurikulum pendidikan fashion agar semakin relevan dengan perkembangan industri kreatif dan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, para peserta juga mendiskusikan peluang kolaborasi penelitian antar perguruan tinggi, pertukaran pengetahuan, pengembangan publikasi ilmiah, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang dapat memperkuat ekosistem pendidikan fashion di Indonesia.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan jejaring akademik nasional, pengembangan riset kolaboratif di bidang fashion, serta perencanaan event bersama yang melibatkan perguruan tinggi anggota IMODEA sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, inovasi, dan daya saing sumber daya manusia di sektor fashion.

Kegiatan Musyawarah Nasional dan FGD IMODEA memberikan dampak positif terhadap penguatan kualitas pendidikan tinggi di bidang fashion. Melalui diskusi mengenai pengembangan kurikulum, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kompetensi akademik, kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong pendidikan inklusif, kemitraan pendidikan, dan pembelajaran sepanjang hayat bagi civitas akademika.

Dari aspek inovasi, pembahasan mengenai kolaborasi penelitian dan pengembangan keilmuan fashion berkontribusi pada SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan penelitian dan pengembangan, inovasi pendidikan, serta peningkatan kapasitas institusi pendidikan tinggi dalam menghasilkan solusi yang relevan bagi perkembangan industri fashion nasional.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi karena pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri akan meningkatkan kualitas lulusan dan memperkuat kesiapan kerja sumber daya manusia di sektor fashion dan ekonomi kreatif.

Selain itu, kolaborasi yang terjalin antara 25 perguruan tinggi anggota IMODEA merupakan implementasi nyata SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, kolaborasi berkelanjutan, dan kemitraan multipihak dalam pengembangan pendidikan fashion di Indonesia. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan fashion yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

Ketua IMODEA, Dr. Tjok Istri Ratna C.S., S.Sn., M.Si., menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi dan langkah perguruan tinggi desain mode di Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan perkembangan industri fashion yang semakin dinamis. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antar institusi pendidikan merupakan kunci untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Ke depan, hasil Musyawarah Nasional dan FGD ini diharapkan dapat menjadi dasar pelaksanaan berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan, termasuk pengembangan kurikulum, penelitian bersama, publikasi ilmiah, serta penyelenggaraan event akademik dan industri. Melalui sinergi yang terus diperkuat, IMODEA dan perguruan tinggi anggotanya diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kemajuan pendidikan fashion dan industri kreatif Indonesia.

Dosen Desain Mode UM dan Praktisi Industri Fashion Tingkatkan Kompetensi Guru SMK melalui Pelatihan Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri Tahun 2026

Dosen Desain Mode UM dan Praktisi Industri Fashion Tingkatkan Kompetensi Guru SMK melalui Pelatihan Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri Tahun 2026

Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar selaras dengan kebutuhan industri fashion terkini, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan Pelatihan Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri bagi Guru SMK Bidang Bisnis dan Pariwisata Angkatan 1 Tahun 2026 yang berlangsung pada 18 Februari–24 April 2026. Kegiatan ini melibatkan dosen Program Studi D4 Desain Mode Universitas Negeri Malang yang juga merupakan praktisi industri fashion sebagai instruktur dan narasumber. Para dosen tersebut adalah Dr. Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn. (Brand SAMSUGA), Dr. Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. (Brand Almira Handmade), Ajeng Atma Kusuma, M.Pd. (Brand Salline), dan Rizka Sarah H.F.A., M.Pd. (Brand Dua Sisi Fashion Studio). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pembelajaran berbasis industri, sehingga mampu menghasilkan lulusan SMK yang siap kerja dan relevan dengan perkembangan industri fashion nasional.

Pelatihan Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan pembelajaran, praktik produksi, pendampingan teknis, serta transfer pengetahuan dan keterampilan yang mengacu pada standar industri fashion. Para instruktur memberikan materi mengenai tren industri fashion terkini, pengembangan produk, teknik produksi busana, quality control, kewirausahaan fashion, serta implementasi praktik industri dalam pembelajaran di SMK.

Sebagai akademisi sekaligus pelaku usaha fashion, para dosen berbagi pengalaman nyata dalam mengelola brand fashion dan menghadapi tantangan industri kreatif. Guru peserta memperoleh kesempatan untuk memperbarui kompetensi teknis maupun pedagogis sesuai kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan satuan pendidikan vokasi dalam mendukung penguatan ekosistem pendidikan vokasi berbasis industri.

Kegiatan ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan vokasi. Melalui program pelatihan guru, peserta memperoleh akses terhadap pembelajaran berbasis industri dan penguatan kompetensi yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat, sehingga berkontribusi langsung pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Guru yang kompeten diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Dari aspek ekonomi, kegiatan ini mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik yang berperan dalam menyiapkan lulusan vokasi yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri dan peluang kerja yang lebih baik.

Selain itu, keterlibatan para praktisi fashion dalam proses pelatihan memperkuat kemitraan industri, transfer inovasi, dan pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan dunia usaha, yang sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure).

Kolaborasi antara BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Universitas Negeri Malang, pelaku industri fashion, dan guru-guru SMK juga mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas, dan kerja sama multipihak dalam pengembangan pendidikan vokasi yang berkelanjutan.

Ke depan, diharapkan kegiatan upskilling dan reskilling berstandar industri ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak guru SMK di berbagai daerah. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri, pendidikan vokasi Indonesia diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi kreatif nasional.