Program Sarjana Terapan Teknologi dan Rekayasa Pemeliharaan Bangunan Sipil mengadakan kuliah tamu “TRPBS Insight #01” dengan fokus pada integrasi manajemen proyek, inovasi material, serta strategi pemeliharaan infrastruktur bangunan sipil modern. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli: Dr. Ir. Candra Aditya, S.T., M.T., Dekan Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang, dan Prof. Dr. Ir. Nawir Rasidi, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., Guru Besar Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang. Acara berlangsung pada 2 Desember 2025 di Aula GKB A19 Lantai 9.
Perkembangan infrastruktur menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Di tengah kebutuhan modernisasi fasilitas publik, regenerasi material konstruksi, dan peningkatan kualitas pemeliharaan bangunan sipil, dibutuhkan sumber daya manusia yang memahami teknologi mutakhir serta mampu menerapkan manajemen proyek yang efektif. Inovasi dalam material bangunan dan metode perawatan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 9 mengenai Industry, Innovation, and Infrastructure. Melalui kuliah tamu ini, Program TRPBS berupaya memperkuat wawasan mahasiswa mengenai tantangan dan peluang dalam dunia teknik sipil modern, sekaligus menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai integrasi teknologi terbaru dalam pemeliharaan bangunan sipil, mengembangkan literasi manajemen proyek berbasis kebutuhan industri, serta memperkenalkan inovasi material yang dapat mendukung efisiensi dan ketahanan infrastruktur. Selain itu, kuliah tamu ini dirancang sebagai media penguatan link and match antara perguruan tinggi dan profesional industri, sekaligus mendukung pembentukan SDM teknik sipil yang relevan dengan tuntutan pembangunan berkelanjutan.
Kuliah tamu TRPBS Insight #01 berlangsung interaktif sejak sesi pembukaan, dengan antusiasme tinggi ditunjukkan oleh peserta yang memenuhi Aula GKB A19. Dr. Ir. Candra Aditya membuka materi dengan menjelaskan pergeseran paradigma pembangunan infrastruktur yang kini menuntut integrasi antara manajemen proyek yang akurat, pemilihan material inovatif, dan pengelolaan risiko konstruksi. Beliau menekankan bagaimana teknologi modern dapat meningkatkan efisiensi proses konstruksi sekaligus memperpanjang umur layanan infrastruktur. Materi tersebut langsung mengait pada implementasi SDG 9, khususnya dalam mendorong inovasi industri konstruksi.
Sesi berikutnya diisi oleh Prof. Dr. Ir. Nawir Rasidi, yang memaparkan tantangan pemeliharaan bangunan sipil di tengah perubahan lingkungan dan intensitas penggunaan infrastruktur. Ia menekankan pentingnya strategi perawatan berbasis data, evaluasi kinerja struktur, serta adaptasi teknologi yang mampu memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap kerusakan jangka panjang. Interaksi peserta semakin dinamis melalui diskusi dan tanya jawab, membuktikan tingginya minat mahasiswa terhadap isu keberlanjutan dalam rekayasa bangunan sipil.
Acara ditutup dengan refleksi bersama mengenai peluang riset, inovasi, dan kolaborasi yang dapat dikembangkan antara kampus, pemerintah, dan industri konstruksi. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan teknis mahasiswa, tetapi juga menguatkan pemahaman mengenai peran vital sektor teknik sipil dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
Kontribusi terhadap SDGs:
Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan SDGs, yaitu:
SDG 4 (Quality Education): menghadirkan pembelajaran berbasis industri yang memperkaya kompetensi mahasiswa.
SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure): mendorong pemahaman tentang teknologi baru, material inovatif, dan manajemen proyek yang efisien.
SDG 11 (Sustainable Cities and Communities): memperluas kesadaran tentang pentingnya infrastruktur berkelanjutan melalui pemeliharaan bangunan sipil yang tepat.
SDG 17 (Partnership for the Goals): membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi akademik lainnya melalui kehadiran narasumber ahli.
Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Becoming a Chef” pada Kamis, 27 November 2025, di Ruang Seminar GKB A19. Kegiatan ini menghadirkan praktisi dari industri kuliner, yaitu tim profesional dari Restoran Cuca Restaurant Bali, Bapak Aji selaku Operational Manager dan Chef Heri selaku Chef de Cuisine, sekaligus menjadi momentum penandatanganan kerja sama antara program studi dan pihak industri. Acara berlangsung interaktif dengan sesi berbagi pengalaman, diskusi, dan dokumentasi penandatanganan MoU.
Perkembangan industri kuliner menuntut kompetensi praktis dan pemahaman mendalam mengenai profesi chef profesional. Perguruan tinggi vokasi sebagai penghasil lulusan siap kerja perlu memperkuat hubungan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kegiatan kuliah tamu dan kerja sama industri ini menjadi langkah konkret Prodi Tata Boga dalam meningkatkan relevansi kurikulum, memperkenalkan realitas profesi kuliner kepada mahasiswa, serta mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kolaborasi langsung dengan restoran ternama.
Memberikan wawasan profesional tentang peran, tantangan, dan perkembangan karier sebagai chef.
Menghadirkan pembelajaran berbasis praktik melalui pengalaman langsung dari pelaku industri.
Memperkuat kerja sama antara Prodi Tata Boga UM dengan Cuca Restaurant Bali dalam bidang pengembangan kurikulum, magang, dan pelatihan industri.
Mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja kuliner.
Kegiatan kuliah tamu bertema “Becoming a Chef” berlangsung dinamis dan informatif sejak dibuka pukul 13.00 WIB. Antusiasme mahasiswa terlihat sejak awal acara, terlebih ketika dua praktisi dari Cuca Restaurant Bali membagikan pengalaman profesional mereka di industri kuliner tingkat nasional dan internasional. Para narasumber tidak hanya menyampaikan pemaparan mengenai perjalanan karier seorang chef, tetapi juga menekankan pentingnya kreativitas, disiplin, dan kemampuan beradaptasi sebagai kunci kesuksesan di dapur profesional.
Interaksi antara mahasiswa dan narasumber berlangsung aktif melalui sesi tanya jawab yang menggugah wawasan. Banyak mahasiswa menunjukkan minat kuat untuk mengeksplorasi dunia kuliner lebih dalam, terutama terkait peluang karier, pengembangan menu, dan proses kreatif dalam industri restoran modern.
Puncak acara ditandai dengan prosesi penandatanganan kerja sama antara Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga Universitas Negeri Malang dan Cuca Restaurant Bali. Kesepakatan ini membuka peluang kolaborasi di bidang pengembangan kompetensi mahasiswa, seperti penyusunan kurikulum berbasis industri, pelatihan bersama, program magang, serta kontribusi praktisi dalam proses pembelajaran di kampus. Penandatanganan tersebut disambut tepuk tangan peserta sebagai simbol komitmen UM dalam memperkuat konektivitas dengan dunia usaha dan dunia industri.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan narasumber, jajaran dosen, serta seluruh mahasiswa peserta. Dokumentasi tersebut mencerminkan semangat kolaboratif dan harapan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi di bidang tata boga. Kegiatan ini tidak hanya memberikan inspirasi dan pengetahuan mendalam bagi mahasiswa, tetapi juga meneguhkan posisi Fakultas Vokasi UM sebagai institusi yang terus mendorong link and match dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia profesional.
Kontribusi terhadap SDGs:
Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan:
SDG 4: Quality Education – Menghadirkan pendidikan vokasi berbasis industri, meningkatkan keterampilan mahasiswa, serta memperluas akses pembelajaran praktis.
SDG 8: Decent Work and Economic Growth – Membuka peluang kerja, magang, serta meningkatkan kesiapan lulusan untuk berkontribusi dalam industri kuliner.
SDG 17: Partnerships for the Goals – Membangun kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan industri restoran sebagai bagian dari ekosistem pendidikan berkelanjutan.
Malang, 02 Desember 2025 – Dalam upaya mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan, Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan tema “Peran Teknologi Manufaktur dalam Meningkatkan Perekonomian Nasional.” Acara yang menghadirkan dosen tamu dan praktisi industri, Dr. Sodik, S.E., M.Si selaku dosen di Universitas Widyagama Malang, tersebut mengulas secara mendalam bagaimana kemajuan sektor manufaktur tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi katalis utama dalam transisi menuju energi bersih dan tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dalam pemaparannya, Dr. Sodik, S.E., M.Si menegaskan bahwa industri manufaktur Indonesia sedang berada pada titik balik yang kritis. “Teknologi manufaktur mutakhir, seperti otomasi cerdas, additive manufacturing (percetakan 3D), dan Internet of Things (IoT), bukan lagi sekadar pilihan, melainkan suatu keharusan untuk meningkatkan daya saing, efisiensi, dan nilai tambah produk lokal,” ujarnya. Inovasi-inovasi ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan menciptakan lapangan kerja baru yang skill-intensive dan mendorong produktivitas nasional. Lebih lanjut, ditekankan bahwa peningkatan ekonomi nasional melalui bidang manufaktur tidak boleh mengabaikan aspek keberlanjutan. “Peningkatan ekonomi harus in tandem dengan pelestarian lingkungan. Di sinilah peran teknologi manufaktur hijau (green manufacturing) menjadi sentral,” tambahnya. Adopsi prinsip ekonomi sirkular dalam proses produksi, penggunaan material daur ulang, dan yang terpenting, inovasi dalam pembuatan komponen untuk energi terbarukan—seperti turbin angin, panel surya, dan sistem baterai—secara langsung menyokong SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau.
“Dengan menguasai teknologi manufaktur untuk sektor energi terbarukan, Indonesia tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam rantai pasokan ekonomi hijau global. Ini adalah strategi jangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan,” paparnya.
Kuliah tamu ini juga menyoroti keterkaitan erat antara kemajuan industri dan agenda kampus berkelanjutan (Green Campus). Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur, Ir. Didin Zakariya Lubis, S.Pd., M.Eng, dalam sambutannya menyatakan, “Diskusi hari ini memberikan perspektif nyata bagaimana universitas dapat berperan lebih aktif. Kami tidak hanya akan mengintegrasikan prinsip green manufacturing ke dalam kurikulum, tetapi juga menjadikan kampus sebagai living lab untuk menguji dan mengimplementasikan teknologi tersebut, seperti melalui proyek smart grid atau sistem manajemen energi berbasis IoT.”
Acara yang dihadiri oleh mahasiswa, dan dosen ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta membahas peluang, tantangan regulasi, dan kebutuhan kolaborasi triple helix—antara akademisi, industri, dan pemerintah—untuk memastikan bahwa lompatan teknologi di sektor manufaktur benar-benar inklusif dan mengakselerasi pencapaian SDGs di Indonesia.
Malang, 26 November 2025 – Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Kuliah Tamu dengan topik “University Graduates & Workforce Challenges in Indonesia: A Global Threat Perspective”. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 Lantai 9 UM, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Kuliah tamu ini secara khusus dihadiri oleh mahasiswa Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi.
Pembicara utama kegiatan kuliah tamu ini adalah Pak Andarianto, atau Pak Anto, dari HR Tjiwi Kimia. Ia menjelaskan bahwa tujuan kuliah tamu ini adalah memberikan pemahaman kepada calon lulusan mengenai tantangan dunia kerja ke depan.
Pak Anto menyoroti adanya mismatch antara yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan yang dipelajari di kampus. “Banyak sekali tenaga kerja atau fresh graduate itu tidak terserap karena mereka tidak memiliki pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkan,” jelasnya. Selain itu, faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global juga mempengaruhi, membuat banyak perusahaan melakukan freeze terhadap proses rekrutmen.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pak Anto menekankan bahwa mahasiswa harus mempunyai Job Readiness Competency. Mahasiswa didorong untuk mempunyai kompetensi lebih dari satu bidang yang dipelajari agar kesempatan diterima kerja menjadi lebih luas. “Magang menjadi salah satu strategi yang bagus untuk melatih kompetensi terkait persiapan menghadapi dunia kerja,” tegas Pak Anto. Melalui magang, mahasiswa bisa memperoleh pengalaman mulai dari personal skill, work competency, hingga technical competency.
Dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi (TRPE) Fakultas Vokasi UM, Royb Fatkhur Rizal, M.Eng., menjelaskan bahwa wawasan dari kegiatan ini penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan setelah lulus, mengingat dunia kerja mengalami perubahan yang sangat pesat, terutama dalam hal kompetensi yang dibutuhkan.
Kuliah tamu ini diselenggarakan dengan harapan agar mahasiswa dapat memperoleh wawasan penting mengenai tantangan dan kompetensi yang harus dipenuhi setelah lulus, sehingga mereka siap diserap oleh dunia industri.
“Saya berharap mahasiswa dapat memanfaatkan tawaran magang dari Tjiwi Kimia, sehingga mereka bisa memberikan inovasi dan ilmu yang bermanfaat di perusahaan tersebut” ujar Royb Fatkhur Rizal selaku dosen TRPE. Pak Anto juga menambahkan bahwa ia berharap mahasiswa yang masih berada di semester 5 dan 6 mendapatkan pencerahan, karena mereka masih memiliki banyak waktu untuk belajar dan memanfaatkan program magang sebagai persiapan kerja yang matang.
Malang, 25 November 2025 – Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) sukses menggelar Kuliah Tamu dengan topik “FX Media: AI Immersive Interactive Solutions”. Acara ini berlangsung di Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 Lantai 9 UM, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan ini secara spesifik dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran, Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika (TRSE), dan Animasi, yang tertarik dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan solusi interaktif.
Kuliah tamu ini menghadirkan Ibu Anna Jihad Fatihah, S.Sn, M.Ds., sebagai pemateri. Ibu Anna memberikan beberapa tips kunci kepada mahasiswa vokasi yang ingin sukses di dunia industri:
Bangun Portofolio: Mahasiswa didorong untuk membangun portofolio dengan menggunakan kreativitas sebebas mungkin.
Jalin Networking: Penting untuk aktif menjalin koneksi, terutama melalui platform profesional seperti LinkedIn.
Trust (Kejujuran): Kejujuran ditekankan sebagai modal utama dalam membangun karier profesional.
Selain memberikan tips, Ibu Anna juga menginformasikan bahwa perusahaannya, FX Media, saat ini sedang membuka kesempatan magang (internship) bagi mahasiswa yang ingin mencari pengalaman di bidang solusi interaktif.
Dr.Eng. Anik Nur Handayani, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan III Fakultas Vokasi, turut memberikan pesan penutup yang mendalam kepada para peserta kuliah tamu. “Jangan cari achievement (bayaran), tapi cari knowledgenya, hard skill/soft skill,” pesan Ibu Anik. Pesan ini menekankan pentingnya mahasiswa untuk fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan sebagai bekal utama sebelum mengejar keuntungan material.
Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa vokasi juga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai aplikasi teknologi AI dalam solusi interaktif maupun bertanya seputar program magang. Kuliah tamu ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa Vokasi UM tentang peluang di industri kreatif dan teknologi yang semakin terintegrasi dengan solusi AI.