Kuliah Tamu Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran: Perspektif Manajemen Komprehensif

Kuliah Tamu Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran: Perspektif Manajemen Komprehensif

Malang, 29 September – 21 Oktober 2025 – Universitas Negeri Malang (UM), khususnya Fakultas Vokasi, menerima kunjungan akademis istimewa dalam rangkaian perkuliahan Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran. Seorang dosen pakar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Nanik Wahyuni, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., hadir sebagai dosen tamu untuk mengampu mata kuliah Pengantar Manajemen. Rangkaian kegiatan perkuliahan kolaboratif ini berlangsung secara intensif mulai tanggal 29 September 2025 hingga 21 Oktober 2025 di Gedung Kuliah Bersama A20. Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi pertukaran ilmu dan pengalaman lintas institusi pendidikan tinggi di Malang.

Latar belakangnya adalah tuntutan dunia bisnis yang dinamis agar lulusan Manajemen Pemasaran tidak hanya memahami teori pemasaran, tetapi juga memiliki fondasi manajerial yang kokoh, terutama dalam pengelolaan organisasi, Sumber Daya Manusia (SDM), dan perilaku individu. Kolaborasi antara UIN Maliki Malang dan UM ini didasari oleh kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran yang variatif, mendalam, dan relevan dengan tantangan manajerial kontemporer, dengan tujuan utama memberikan pemahaman mendalam mengenai fungsi-fungsi manajemen, membekali kemampuan teknis mendesain struktur organisasi, dan mengembangkan soft skills kepemimpinan.

Selama periode kegiatan, Dr. Nanik Wahyuni menyampaikan materi secara komprehensif yang terbagi dalam beberapa sesi interaktif. Fokus materi mencakup Pengorganisasian (Organizing) yang membahas tata cara mendesain struktur organisasi dan strategi pengelolaan SDM; Pengarahan (Leading) yang ditekankan pada aspek psikologis dalam manajemen, komunikasi efektif, serta teknik memotivasi karyawan; hingga Pengendalian (Controlling) terkait mekanisme pemantauan dan pengendalian kinerja organisasi. Suasana kelas terlihat hidup dengan diskusi dua arah. Mahasiswa Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran UM tampak antusias merespons studi kasus nyata yang dibawakan, serta aktif menghubungkan teori manajemen dengan praktik pemasaran di lapangan.

Secara lebih luas, kegiatan pengajaran ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mencakup SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui akses ilmu dari beragam perspektif ahli, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mempersiapkan lulusan yang siap kerja melalui materi Designing Organizational Structure dan Managing HR, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan sebagai wujud nyata sinergi akademis untuk memperkuat kapasitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Inovasi Terapan Fakultas Vokasi UM Beragam: Dari Snack Diabetes hingga Aplikasi Persediaan Barang pada Pameran Desentralisasi

Inovasi Terapan Fakultas Vokasi UM Beragam: Dari Snack Diabetes hingga Aplikasi Persediaan Barang pada Pameran Desentralisasi

Malang, 18 November 2025 – Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Pameran Desentralisasi yang menampilkan berbagai hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa oleh seluruh program studi. Acara yang berlangsung di Gedung B32 Fakultas Vokasi UM ini menunjukkan kontribusi keilmuan Fakultas Vokasi melalui produk-produk terapan yang inovatif dan solutif. Menurut Prof. Apif Miftahul Hajji, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D. dari Program Studi Sarjana Terapan Pemeliharaan Bangunan Sipil, kegiatan ini merupakan monitoring dan evaluasi dana desentralisasi fakultas, di mana hasil produk yang dipamerkan memiliki nilai yang sangat positif.

Pameran desentralisasi ini memperlihatkan kekayaan inovasi antar lintas disiplin ilmu. Misalnya, dari Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga, Chintya Paramita Puspita, S.Pd., M.Pd. memamerkan pengembangan snack bar (fitbar) dari bekatul dan kacang-kacangan dengan gula lontar, yang ditujukan khusus untuk penderita diabetes karena rendah glikemik. Sementara itu, bidang Akuntansi juga menyumbang solusi terapan melalui aplikasi rekaman persediaan barang dagang yang dikembangkan oleh Fitri Purnamasari, S.E., MSA. Aplikasi ini membantu pedagang retail kecil, seperti toko kelontong, untuk mengatasi masalah ketidakcocokan antara perhitungan fisik barang dan catatan penjualan.

Inovasi teknologi juga menonjol, seperti penelitian solar tracker oleh Dr. Singgih Dwi Prasetyo, S.T., M.T. selaku dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi yang berfungsi menyesuaikan arah datangnya matahari untuk memaksimalkan konversi energi surya menjadi listrik. Kemudian, Prodi Animasi yang diwakili oleh Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T. memamerkan pengembangan wall art dengan mengangkat objek-objek khas Kota Malang. Ir. Didin Zakariya Lubis, S.Pd, M.Eng. dari Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) menampilkan kegiatan pengabdian berupa workshop 3D printing di SMK Negeri 2 Tulungagung.

Prof. Aripriharta, S.T., M.T., Ph.D. selaku dosen S3 Teknik Elektro yang merupakan pengunjung pmaeran, menggarisbawahi bahwa penelitian vokasi itu bersifat terapan dan fokus ke produknya, bukan semata pada publikasi atau hak cipta. Menanggapi keberagaman ini, para dosen fakultas vokasi memberikan pesan penyemangat bagi mahasiswa Vokasi agar “tetap semangat dalam keberagaman” dan untuk selalu “berinovasi” serta “terus berproses, terus berinovasi” karena “semua itu butuh diperjuangkan”.

Ditulis oleh: Geby I Agusti Tungga Dewi I.P

Ribuan Karya Dosen UM dipamerkan, Fakultas Vokasi Ambil Bagian dalam kegiatan PPM Dosen UM 2025

Ribuan Karya Dosen UM dipamerkan, Fakultas Vokasi Ambil Bagian dalam kegiatan PPM Dosen UM 2025

Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi melalui penyelenggaraan Seminar Nasional dan Pameran Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) 2025, yang digelar di Graha Cakrawala pada 19–20 November.

Selama dua hari, acara ini menjadi ajang bagi dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan untuk menampilkan berbagai riset, terobosan baru, dan program pengabdian yang tengah mereka kembangkan.

Tidak hanya berfokus pada karya akademik, pameran tahun ini juga semakin hidup dengan berbagai pertunjukan. Mahasiswa Fakultas Teknik ikut memeriahkan suasana melalui penampilan tari dan peragaan busana, sehingga menarik perhatian banyak pengunjung lintas fakultas.

Fakultas Vokasi UM juga tidak ketinggal ambil bagian dalam ajang besar-besaran tahunan ini. Sebanyak kurang lebih sebanyak 53 poster penelitian dan Pengabdian berhasil dipamerkan oleh Fakultas Vokasi. Tentu ini merupakan sebuah langkah strategis yang bermakna, mengingat Fakultas Vokasi UM baru genap berusia 3 tahun, umur yang tergolong muda bagi sebuah Fakultas yang ada di Universitas Negeri Malang.

Karina, mahasiswa dari Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia merasa acara ini memberikan pengalaman yang berbeda dari biasanya.


 “Menurut saya acaranya sangat positif. Selain bisa melihat beragam inovasi dari mahasiswa maupun dosen, ada juga penampilan seperti tari dan podcast yang membuat suasana lebih menyenangkan,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru terkait perkembangan penelitian di UM.

Ketua LP2M UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan kegiatan tahunan yang kembali konsisten diadakan sejak 2022.
 “Kegiatan ini memadukan dua fokus utama: pameran hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta proses review karya oleh sivitas akademika,” jelasnya.

Ia berharap pameran dan seminar tersebut dapat terus meningkatkan mutu riset dan pengabdian di UM.

Dengan tingginya antusiasme peserta dan ragam aktivitas yang disajikan, acara ini menjadi wadah kolaborasi sekaligus bentuk penghargaan terhadap karya dan dedikasi sivitas akademika Universitas Negeri Malang.

Penulis: I Made Ariana

Tata Boga UNY Datang Ke UM Untuk Benchmarking, Dekan I FV: Kami Baru 3 Tahun Berjalan

Tata Boga UNY Datang Ke UM Untuk Benchmarking, Dekan I FV: Kami Baru 3 Tahun Berjalan

Malang, 21 November 2025 – Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta atau yang disebut UNY secara resmi berkunjung dengan tujuan benchmarking, proses membandingkan kinerja perusahaan dengan tujuan peningkatan kinerja, serta melakukan MoU dengan program studi Sarjana Terapan Tata Boga UM. Dalam kegiatan bencmarking ini dihadiri oleh petinggi Fakultas Vokasi UM, seperti Bapak Ely Siswanto (wakil dekan I UM) dan Ibu Nur Anik Handayani (wakil dekan III).

Dalam sambutannya, bapak yang akrab disapa Pak Ely tersebut menyampaikan bahwa “Memang tiga tahun yang sudah kita jalani, perubahannya sudah sangat banyak dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia maupun sistem yang kita kembangkan insyaallah sudah mengarah ke track ya.” Ujar Pak Ely.

Memang Fakultas Vokasi merupakan fakultas yang tergolong baru di UM, namun justru itu merupakan keunggulannya. Karena masih baru sehingga, masih sangat fleksibel untuk bisa beradaptasi dengan perubahan industri saat ini.

Setelah sesi sambutan, dilanjutkan dengan sesi penandatanganan MoU yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Pihak Fakultas Vokasi UM diwakili oleh Pak Ely (Wakil Dekan II) dan Pak Soenar, selaku Ketua Program Studi Tata Boga FV UM. Acara penandatanganan dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh semua hadirin yang ada pada forum tersebut.

Selain sesi MoU, juga dilaksanakan sesi diskusi antara Program Studi Tata Boga UNY dengan UM. Dalam diskusinya berbicara masalah terkait penelitian dan jurnal yang dimiliki oleh kedua belah pihak. Seperti yang disampaikan oleh Ibu Wiwik Wahyuni yang dalam salah satu penelitiannya mengangkat terkait dengan pisang. “Malang Selatan adalah salah satu daerah dengan permasalahan terkait dengan suplai pisang yang berlebih, maka dari itu kita memutuskan untuk membuat inovasi yang berbahan dasar pisang.” Ujar dosen senior Tata Boga UM tersebut.

Dengan hadirnya Program Studi Tata Boga UNY ke Fakultas Vokasi UM menunjukan bahwa, meski Fakultas Vokasi UM merupakan fakultas yang ‘seumuran jagung’, namun sudah berada dalam daftar benchmarking kampus yang ternama dalam bidang pendidikan seperti salah satunya Universitas Negeri Yogyakarta. Harapannya dengan adanya kegiatan benchmarking ini, akan mampu meningkatkan kapasitas kedua belah pihak.

Penulis: I Made Ariana

Mengupas Masa Depan Energi Terbarukan: Fakultas Vokasi UM Gelar Kuliah Tamu Internasional Bersama Pakar dari UTHM Malaysia

MALANG (1/9/2025) – Isu transisi energi dan pengembangan teknologi terbarukan kembali menjadi sorotan utama di lingkungan akademis Universitas Negeri Malang (UM). Program Studi Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi, Fakultas Vokasi UM, sukses menyelenggarakan kuliah tamu berskala internasional pada Senin, 1 September 2025. Bertempat di Auditorium Gedung A20 Lantai 9, acara ini menghadirkan pakar sistem tenaga listrik dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Assoc. Prof. Wahyu Mulyo Utomo, PhD.

Mengusung tema sentral “An Advanced DC-DC Converter for Renewable Energy Systems” atau “Konverter DC-DC Lanjut untuk Sistem Energi Terbarukan”, kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari jajaran dosen dan seluruh mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi. Antusiasme peserta sudah terlihat sejak pagi hari memadati auditorium, mencerminkan tingginya minat sivitas akademika UM terhadap perkembangan teknologi energi masa depan.

Acara dibuka dengan sambutan hangat yang menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam pendidikan vokasi. Kehadiran Assoc. Prof. Wahyu Mulyo Utomo di Malang bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari upaya mempererat hubungan akademik antara UM dan UTHM. Dalam sesi pengantarnya, beliau sempat memperkenalkan profil UTHM sebagai salah satu institusi teknik terkemuka yang memiliki populasi mahasiswa internasional yang signifikan, termasuk dari Indonesia, Yaman, hingga Tiongkok. Beliau memaparkan bahwa UTHM memiliki fokus kuat pada bidang teknik dan TVET (Technical and Vocational Education and Training), yang sangat relevan dengan semangat Fakultas Vokasi UM.

Memasuki materi inti, Assoc. Prof. Wahyu Mulyo Utomo mengajak peserta untuk kembali memahami fundamental dari energi terbarukan. Beliau menjelaskan bahwa energi terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber alam yang selalu terisi kembali (replenished). Karakteristik utamanya adalah ketersediaannya yang berkelanjutan dan sifatnya yang ramah lingkungan.

“Manfaat utama dari transisi ke energi terbarukan tidak hanya soal lingkungan, seperti pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga kemandirian energi (energy independence) dan pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru,” papar beliau di hadapan para mahasiswa yang menyimak dengan serius.

Namun, integrasi energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan modern bukan tanpa tantangan. Di sinilah peran vital dari teknologi elektronika daya, khususnya konverter daya (power converter). Dalam presentasinya, beliau menyoroti sistem yang terdiri dari panel surya, konverter daya, dan beban listrik. Tantangan terbesar dalam desain konverter daya saat ini meliputi aspek volume, berat, rugi-rugi daya (losses), biaya, hingga tingkat kegagalan komponen.

Bagian paling menarik dari kuliah tamu ini adalah pemaparan mendalam mengenai riset yang tengah dikembangkan di Power Electronic Lab FKEE UTHM. Pemateri memperkenalkan konsep “Multi-Input Multi-Phase DC-DC Converter” yang telah melewati pengembangan dari generasi pertama hingga ketiga.

Mahasiswa Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi diajak berpikir kritis mengenai efisiensi energi. Beliau menjelaskan bahwa penggunaan sumber energi terbarukan untuk menyuplai beban DC secara langsung dapat membantu mengurangi rugi-rugi energi secara signifikan. Hal ini menjadi sangat relevan mengingat tren beban listrik modern yang didominasi oleh perangkat DC.

Sebagai studi kasus yang kontekstual dengan audiens Indonesia, Assoc. Prof. Wahyu mengangkat fenomena penggunaan smartphone. Dengan data yang menunjukkan adanya 34,6 juta unit smartphone di Indonesia pada tahun 2023, beliau melontarkan pertanyaan pemantik mengenai total konsumsi listrik tahunan hanya untuk pengisian daya ponsel. Ilustrasi ini membuka wawasan peserta bahwa efisiensi sekecil apapun pada konverter daya akan berdampak masif jika dikalikan dengan jutaan pengguna.

Diskusi semakin hangat ketika materi beralih ke tantangan kompatibilitas konektor pengisian daya DC (DC charging connectors compatibility). Dalam ekosistem kendaraan listrik (EV) dan perangkat elektronik portabel, keragaman tipe konektor dan standar tegangan menjadi kendala teknis yang nyata.

Beliau memberikan contoh nyata perbedaan kebutuhan daya antara laptop (umumnya 19V, 65W) dan ponsel (5-11V, 15-65W). Perbedaan ini menuntut adanya teknologi konverter yang cerdas dan adaptif. Selain itu, tantangan dalam Distributed Energy Storage System (Sistem Penyimpanan Energi Terdistribusi) juga menjadi sorotan, mengingat instalasi penyimpanan baterai global yang terus meningkat tajam.

Sesi tanya jawab berlangsung sangat dinamis. Para dosen dan mahasiswa silih berganti mengajukan pertanyaan, mulai dari teknis desain konverter hingga strategi kontrol energi. Assoc. Prof. Wahyu menekankan bahwa peluang riset di bidang ini masih sangat terbuka lebar. Beliau merangkum setidaknya dua peluang riset utama bagi para mahasiswa tingkat akhir maupun dosen: desain konverter DC-DC efisiensi tinggi dan strategi kontrol energi pada sistem energi terbarukan (Energy control strategy in RES).

“Teknologi ini adalah kunci masa depan. Bagaimana kita bisa membuat konverter yang lebih kecil, lebih ringan, namun dengan efisiensi yang mendekati sempurna, itulah tantangan bagi kalian para insinyur masa depan,” ujarnya memotivasi peserta.

Kuliah tamu ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata. Wajah-wajah puas terpancar dari para peserta yang mendapatkan wawasan baru mengenai teknologi mutakhir di bidang pembangkitan energi. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga pemicu semangat bagi mahasiswa Universitas Negeri Malang untuk terus berinovasi dalam mengembangkan teknologi energi yang ramah lingkungan dan efisien.

Dengan suksesnya acara ini, Program Studi Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi UM semakin mengukuhkan komitmennya dalam mencetak lulusan vokasi yang kompeten, berwawasan global, dan siap menjawab tantangan transisi energi dunia.

Penulis: Arya Kusumawardana