Menginformasikan kepada seluruh civitas akademika Fakultas Vokasi terkhusus Mahasiswa Fakultas Vokasi, berikut Jadwal Penting Kegiatan Akademik di Semester Genap 2025/2026
Beberapa hal penting terkait Kegiatan Akademik Semester Genap 2025/2026 berikut, perlu mendapat perhatian.
Ketuntasan telah menempuh seluruh MK: a. Masih sering ditemukan, saat mahasiswa akan melakukan yudisium, masih ada beberapa matakuliah yang belum ditempuh atau belum lulus. Oleh karena itu, pada saat merencanakan pemrograman matakuliah Semester Genap 2025/2026, pastikan hal tersebut tidak terjadi (khusus mahasiswa yang pada Semester Genap 2025/2026 merencanakan yudisium).
Cuti Kuliah: a. Mahasiswa yang pada Semester Genap 2025/2026 bermaksud mengambil cuti kuliah, wajib memproses cuti kuliah sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Pasal 95 Pedoman Pendidikan Edisi 2023), mulai tanggal 05 Januari s.d. 06 Februari 2026, melalui SIAKAD. b. Tidak ada cuti mundur. Mahasiswa status nonaktif (tidak registrasi dan juga tidak mengambil cuti kuliah), apabila akan aktif kuliah pada semester berikutnya, wajib membayar UKT secara penuh pada saat mahasiswa berstatus nonaktif dan ditambah dengan UKT pada semester yang akan dijalani ketika mahasiswa tersebut akan mengajukan pengaktifan kembali sebagai mahasiswa aktif.
Ujian Akhir: a. Ujian Tugas Akhir (Skripsi/Tesis/Disertasi) akan dilayani apabila (a) mahasiswa berstatus aktif, melakukan pemrograman matakuliah atau KRS-an, (b) MK Tugas Akhir (Skripsi/Tesis/Disertasi) tercantum dalam KRS, (c) bimbingan tugas akhir terekam dalam SIAKAD bimbingan, dan (d) mendaftar ujian tugas akhir melalui aplikasi yang tersedia. b. Usulan ujian Tugas Akhir yang tidak memenuhi keempat butir di atas tidak dilayani. c. Setelah ujian Tugas Akhir dilaksanakan, mahasiswa wajib proaktif dengan cara menghubungi Kaprodi dan Subkor Akamawa (akademik) Fakultas untuk memastikan bahwa setelah dinyatakan lulus ujian Tugas Akhir, apabila seluruh matakuliah sudah tuntas, Anda termasuk ke dalam daftar yudisium periode terdekat.
Uji Kemampuan Bahasa Inggris (UKBIng): a. Mahasiswa S1 semester 5, Mahasiswa S2/S3 semester 3 dan seterusnya dihimbau menjadwalkan Uji Kemampuan Bahasa Inggris (UKBIng) serta memperoleh skor minimal sebagaimana ketentuan persyaratan pengambilan Ijazah dan dihindari mengikuti UKBIng setelah proses yudisium agartidak mengalami kesulitan pada waktu mengambil ijazah/mendaftar wisuda. b. Mahasiswa diwajibkan sampai lulus UKBIng dengan memperoleh Skor sesuai dengan Pedoman Pendidikan UM. c. Untuk dapat mencapai skor UKBIng sebagaimana ketentuan, Saudara segera menghubungi UPT Balai Bahasa UM untuk berkonsultasi dan mengikuti kursus UKBIng.
Berikut Lampiran Surat Edaran yang dapat di Download
MALANG – Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) mengedukasi siswa SMK dengan mengadakan kunjungan sosialisasi “Membangun literasi hijau generasi muda melalui eco-craft”. Acara yang dilaksanakan di SMK Negeri 3 Malang pada Kamis (27/11) ini menjadi langkah baru untuk gerakan sustainability yang dilakukan oleh mahasiswa Vokasi. Dalam kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa mengajak siswa Jurusan Desain Produksi Busana SMK Negeri 3 Malang untuk mengaktualisasikan kreativitas melalui konsep upcycling limbah tekstil. Para siswa dipandu untuk memproduksi karya gantungan kunci secara mandiri dengan memanfaatkan limbah kain jeans yang sudah tidak terpakai. Kehadiran produk eco-craft ini tidak hanya menambah variasi keterampilan teknis bagi siswa, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi mengenai pentingnya gaya hidup berkelanjutan serta pola konsumsi yang bertanggung jawab.
Para siswa tidak hanya diajarkan keterampilan teknis, tetapi juga dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai isu lingkungan global melalui sosialisasi dampak limbah fast fashion yang menyoroti krisis limbah padat di Indonesia, integrasi edukasi SDGs No. 12 dan No. 4 untuk mendorong konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab, serta pengenalan filosofi upcycling yang mengubah sampah menjadi produk dengan nilai estetika dan komersial yang lebih tinggi dibandingkan daur ulang biasa.
Untuk memastikan materi tersampaikan dengan efektif, tim mahasiswa melakukan evaluasi melalui Pre-Test dan Post-Test. Indikator keberhasilan kegiatan ini diukur dari peningkatan pemahaman peserta minimal sebesar 25% terkait konsep Zero Waste dan siklus hidup limbah tekstil.
Melalui sinergi antara pengembangan keterampilan teknis dan kesadaran lingkungan, diharapkan lahir wirausahawan muda yang memiliki literasi keberlanjutan tinggi dan mampu memberikan kontribusi langsung bagi ketahanan lingkungan nasional.
Pada Rabu, 26 November 2025, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang kembali menghidupkan semangat inovasi melalui Festival Vokasi Inovasi 2025, sebuah agenda road to PIMNAS yang dirancang untuk menjaring ide terbaik mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Selama dua hari, area pameran fakultas dipenuhi poster karya, paparan ide segar, hingga diskusi hangat antara mahasiswa dan dosen. Suasana meriah namun edukatif terasa kuat di sebuah ruang yang mempertemukan kreativitas, keberanian berinovasi, dan semangat kompetisi.
Pameran Inovasi menjadi salah satu langkah strategis Fakultas Vokasi UM untuk menggali potensi, minat riset, serta kreativitas mahasiswa sejak dini. Dalam wawancara, Bapak Obaja Eden Sentosa Riyanto, S.S.T., M.Sc., dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur, menyampaikan bahwa festival ini sangat penting sebagai langkah pembuka untuk melihat kompetensi dan kecenderungan minat mahasiswa di bidang inovasi. Beliau menekankan bahwa proses pameran seperti ini membantu prodi dan fakultas dalam memetakan potensi riset mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menuju seleksi PKM tingkat universitas maupun nasional.
Tujuan
Festival Vokasi Inovasi 2025 hadir sebagai wadah bagi mahasiswa vokasi untuk menunjukkan kreativitas terbaik mereka dan mengembangkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini menjadi ruang hidup bagi pertukaran ide lintas prodi sekaligus kesempatan bagi fakultas untuk melihat secara langsung potensi, arah minat, dan kekuatan inovatif mahasiswa.
Pameran berlangsung hidup, dipenuhi gagasan-gagasan baru yang menggambarkan kreativitas dan keberanian mahasiswa vokasi dalam menciptakan solusi. Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah Eco Bright milik Mayrisa Salsabila, bata ringan yang dibuat dari limbah sekam padi kaya silika dan kapur sirih sebagai pengganti semen dan tanah liat. Inovasi ini menghasilkan bata yang lebih sejuk, mampu menahan panas, tidak mudah lembab, dan bebas bercak hitam, sehingga layak dijadikan alternatif material ramah lingkungan. Mayrisa mengatakan, “Harapannya Eco Bright bisa lolos OKM dan nantinya ditampilkan sebagai produk terbaik di PKM. Ini langkah awal untuk pengembangan selanjutnya.” Secara keseluruhan, acara ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan ide, bertukar pandangan, dan mendapatkan masukan langsung dari dosen pembimbing. Kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman bermakna bagi peserta dalam mengembangkan inovasi mereka.
Kontribusi terhadap SDGs:
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas:Mendorong mahasiswa untuk belajar, berinovasi, dan mempresentasikan karya ilmiah secara profesional.
SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: Memfasilitasi proses pengembangan produk dan teknologi terapan yang berpotensi diimplementasikan di masyarakat.
SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab: Mendorong lahirnya inovasi dengan penggunaan material yang lebih berkelanjutan dalam proses produksi.
MALANG – Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) tampil memukau dalam gelaran Entrepreneur Day & Pekan Prestasi Mahasiswa Universitas Negeri Malang Tahun 2025. Acara yang berlangsung di Central Park Graha Cakrawala UM pada Selasa (9/12) hingga Rabu (10/12) ini menjadi ajang pembuktian kreativitas dan inovasi mahasiswa Vokasi. Dalam rangka Entrepreneur Day, mahasiswa dari Program Studi Tata Boga menyajikan berbagai produk kuliner menarik hasil olahan tangan mereka sendiri. Tak hanya kuliner, kreativitas wirausaha mahasiswa juga terlihat dari adanya penjualan produk non-makanan, seperti helm, yang menambah variasi pilihan bagi pengunjung.
Namun, daya tarik utama stand Vokasi tidak berhenti pada bazar kewirausahaan. Pada pameran Pekan Prestasi, Fakultas Vokasi memamerkan deretan poster inovasi hasil kreativitas mahasiswa. Sorotan utama tertuju pada kehadiran karya teknologi canggih dari Tim Robotic Vokasi. Mereka menampilkan Kapal ASV (Autonomous Surface Vessel) yang membanggakan. Kapal tanpa awak ini bukan sekadar pajangan, melainkan unit yang telah menorehkan prestasi gemilang sebagai Juara 3 dan peraih predikat Best Design dalam ajang bergengsi Kontes Kapal Indonesia (KKI) tahun 2025.
Kehadiran kapal juara dan ragam produk wirausaha ini menegaskan posisi Fakultas Vokasi UM sebagai wadah mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam keterampilan praktis, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional melalui inovasi teknologi.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, diharapkan mahasiswa/i Fakultas Vokasi semakin terdorong untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan yang tangguh serta terus melahirkan inovasi teknologi yang bermanfaat. Selain itu, capaian prestasi yang dipamerkan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi dan mengharumkan nama fakultas vokasi di kancah nasional maupun internasional.
Program Studi Sarjana Terapan Perpustakaan Digital Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang mengadakan kuliah tamu bertema “AI-Augmented Researcher: From Tool to Teammate” pada 9 Desember 2025 bertempat di Aula Perpustakaan Gedung C3 Lantai 2. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Mohammad Fazli Bin Baharuddin, pakar teknologi informasi dan riset digital, yang membahas penguatan kapasitas peneliti melalui integrasi kecerdasan buatan (AI) sebagai mitra kolaboratif dalam proses penelitian modern.
Perkembangan AI telah mendorong perubahan signifikan dalam cara peneliti mengakses, mengolah, dan menganalisis informasi. Kecerdasan buatan tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu, melainkan berkembang menjadi “mitra kerja” yang mempercepat inovasi ilmiah. Transformasi ini sejalan dengan SDGs 4 (Quality Education) dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi, SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pemanfaatan inovasi yang bertanggung jawab, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) karena kolaborasi manusia-AI memperluas kapasitas kerja dan produktivitas riset. Kuliah tamu ini bertujuan memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa terkait perkembangan ekosistem riset digital yang makin kompleks dan berbasis teknologi cerdas.
Tujuan
Memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep AI-augmented researcher.
Menjelaskan bagaimana AI dapat mendukung proses penelitian mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga visualisasi.
Menguatkan literasi teknologi mahasiswa sebagai calon profesional di bidang perpustakaan dan informasi digital.
Mendorong kesadaran tentang praktik riset yang etis, akuntabel, dan inovatif.
Mengarahkan mahasiswa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sesuai agenda SDGs terkait pendidikan, inovasi, dan kolaborasi global.
Kuliah tamu berlangsung dinamis dan dipenuhi antusiasme mahasiswa yang ingin memahami peran AI dalam masa depan penelitian akademik. Dalam pemaparan materi, Dr. Mohammad Fazli Bin Baharuddin menjelaskan perubahan paradigma bahwa AI bukan sekadar alat, tetapi mitra kolaboratif yang mampu berkontribusi pada efisiensi riset. Beliau menunjukkan contoh penggunaan AI dalam literatur ilmiah, otomasi analisis data, deteksi pola riset, hingga kemampuan menghasilkan insight yang mempercepat proses penemuan.
Interaksi antara pemateri dan mahasiswa berjalan aktif, terutama ketika membahas batasan etika penggunaan AI dalam riset serta pentingnya menjaga integritas akademik. Mahasiswa juga diajak memahami bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi cerdas adalah kompetensi penting untuk menghadapi dunia kerja dan riset masa depan.
Kegiatan ini memberikan kontribusi langsung terhadap SDGs 4 melalui peningkatan kualitas pendidikan digital, SDGs 9 melalui stimulasi inovasi berbasis AI yang bertanggung jawab, serta SDGs 17 dengan memperkenalkan pola kolaborasi baru antara manusia dan teknologi. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa semakin siap menjadi generasi peneliti yang adaptif, kritis, dan beretika dalam memanfaatkan AI.
Kontribusi terhadap SDGs:
Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan SDGs, yaitu:
SDG 4 – Quality Education: Meningkatkan kompetensi literasi digital dan riset mahasiswa.
SDG 9 – Industry, Innovation, and Infrastructure: Mendorong inovasi riset berbasis AI yang aman dan bertanggung jawab.
SDG 17 – Partnerships for the Goals: Memperkenalkan konsep kolaborasi manusia–AI sebagai bentuk kemitraan masa depan yang mendukung pencapaian tujuan global.