Program Studi Sarjana Terapan Perpustakaan Digital Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang mengadakan kuliah tamu bertema “AI-Augmented Researcher: From Tool to Teammate” pada 9 Desember 2025 bertempat di Aula Perpustakaan Gedung C3 Lantai 2. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Mohammad Fazli Bin Baharuddin, pakar teknologi informasi dan riset digital, yang membahas penguatan kapasitas peneliti melalui integrasi kecerdasan buatan (AI) sebagai mitra kolaboratif dalam proses penelitian modern.

Perkembangan AI telah mendorong perubahan signifikan dalam cara peneliti mengakses, mengolah, dan menganalisis informasi. Kecerdasan buatan tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu, melainkan berkembang menjadi “mitra kerja” yang mempercepat inovasi ilmiah. Transformasi ini sejalan dengan SDGs 4 (Quality Education) dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi, SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pemanfaatan inovasi yang bertanggung jawab, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) karena kolaborasi manusia-AI memperluas kapasitas kerja dan produktivitas riset. Kuliah tamu ini bertujuan memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa terkait perkembangan ekosistem riset digital yang makin kompleks dan berbasis teknologi cerdas.

Tujuan

  1. Memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep AI-augmented researcher.
  2. Menjelaskan bagaimana AI dapat mendukung proses penelitian mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga visualisasi.
  3. Menguatkan literasi teknologi mahasiswa sebagai calon profesional di bidang perpustakaan dan informasi digital.
  4. Mendorong kesadaran tentang praktik riset yang etis, akuntabel, dan inovatif.
  5. Mengarahkan mahasiswa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sesuai agenda SDGs terkait pendidikan, inovasi, dan kolaborasi global.

Kuliah tamu berlangsung dinamis dan dipenuhi antusiasme mahasiswa yang ingin memahami peran AI dalam masa depan penelitian akademik. Dalam pemaparan materi, Dr. Mohammad Fazli Bin Baharuddin menjelaskan perubahan paradigma bahwa AI bukan sekadar alat, tetapi mitra kolaboratif yang mampu berkontribusi pada efisiensi riset. Beliau menunjukkan contoh penggunaan AI dalam literatur ilmiah, otomasi analisis data, deteksi pola riset, hingga kemampuan menghasilkan insight yang mempercepat proses penemuan.

Interaksi antara pemateri dan mahasiswa berjalan aktif, terutama ketika membahas batasan etika penggunaan AI dalam riset serta pentingnya menjaga integritas akademik. Mahasiswa juga diajak memahami bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi cerdas adalah kompetensi penting untuk menghadapi dunia kerja dan riset masa depan.

Kegiatan ini memberikan kontribusi langsung terhadap SDGs 4 melalui peningkatan kualitas pendidikan digital, SDGs 9 melalui stimulasi inovasi berbasis AI yang bertanggung jawab, serta SDGs 17 dengan memperkenalkan pola kolaborasi baru antara manusia dan teknologi. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa semakin siap menjadi generasi peneliti yang adaptif, kritis, dan beretika dalam memanfaatkan AI.

Kontribusi terhadap SDGs:

Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan SDGs, yaitu:

SDG 4 – Quality Education: Meningkatkan kompetensi literasi digital dan riset mahasiswa.

SDG 9 – Industry, Innovation, and Infrastructure: Mendorong inovasi riset berbasis AI yang aman dan bertanggung jawab.

SDG 17 – Partnerships for the Goals: Memperkenalkan konsep kolaborasi manusia–AI sebagai bentuk kemitraan masa depan yang mendukung pencapaian tujuan global.