Pada Rabu, 26 November 2025, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang kembali menghidupkan semangat inovasi melalui Festival Vokasi Inovasi 2025, sebuah agenda road to PIMNAS yang dirancang untuk menjaring ide terbaik mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Selama dua hari, area pameran fakultas dipenuhi poster karya, paparan ide segar, hingga diskusi hangat antara mahasiswa dan dosen. Suasana meriah namun edukatif terasa kuat di sebuah ruang yang mempertemukan kreativitas, keberanian berinovasi, dan semangat kompetisi.
Pameran Inovasi menjadi salah satu langkah strategis Fakultas Vokasi UM untuk menggali potensi, minat riset, serta kreativitas mahasiswa sejak dini. Dalam wawancara, Bapak Obaja Eden Sentosa Riyanto, S.S.T., M.Sc., dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur, menyampaikan bahwa festival ini sangat penting sebagai langkah pembuka untuk melihat kompetensi dan kecenderungan minat mahasiswa di bidang inovasi. Beliau menekankan bahwa proses pameran seperti ini membantu prodi dan fakultas dalam memetakan potensi riset mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menuju seleksi PKM tingkat universitas maupun nasional.

Tujuan
Festival Vokasi Inovasi 2025 hadir sebagai wadah bagi mahasiswa vokasi untuk menunjukkan kreativitas terbaik mereka dan mengembangkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini menjadi ruang hidup bagi pertukaran ide lintas prodi sekaligus kesempatan bagi fakultas untuk melihat secara langsung potensi, arah minat, dan kekuatan inovatif mahasiswa.

Pameran berlangsung hidup, dipenuhi gagasan-gagasan baru yang menggambarkan kreativitas dan keberanian mahasiswa vokasi dalam menciptakan solusi. Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah Eco Bright milik Mayrisa Salsabila, bata ringan yang dibuat dari limbah sekam padi kaya silika dan kapur sirih sebagai pengganti semen dan tanah liat. Inovasi ini menghasilkan bata yang lebih sejuk, mampu menahan panas, tidak mudah lembab, dan bebas bercak hitam, sehingga layak dijadikan alternatif material ramah lingkungan. Mayrisa mengatakan, “Harapannya Eco Bright bisa lolos OKM dan nantinya ditampilkan sebagai produk terbaik di PKM. Ini langkah awal untuk pengembangan selanjutnya.” Secara keseluruhan, acara ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan ide, bertukar pandangan, dan mendapatkan masukan langsung dari dosen pembimbing. Kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman bermakna bagi peserta dalam mengembangkan inovasi mereka.

Kontribusi terhadap SDGs:
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas:Mendorong mahasiswa untuk belajar, berinovasi, dan mempresentasikan karya ilmiah secara profesional.
SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: Memfasilitasi proses pengembangan produk dan teknologi terapan yang berpotensi diimplementasikan di masyarakat.
SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab: Mendorong lahirnya inovasi dengan penggunaan material yang lebih berkelanjutan dalam proses produksi.

Pewarta : Khansa Kamila