Pada Kamis, 19 September 2024, pukul 13.10 WIB, Program Studi Sarjana Terapan Perpustakaan Digital, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Exploring Theory: Definitions, Applications, and Role in LIS” yang terbuka untuk umum. Acara ini dilangsungkan di Gedung Kuliah Bersama A19, Ruang 715, dengan partisipasi aktif dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada akses terbuka dan komunikasi ilmiah di era digital. Salah satu peserta publik yang mengikuti kegiatan ini adalah Dr. Syamsu Alam, M.Pd.I, yang merupakan dosen dari Institut Agama Islam Negeri Bone, Sulawesi Selatan.
Kuliah ini dipandu oleh Lidya Amalia Rahmania, M.Kom., Dosen di Program Studi Sarjana Terapan Perpustakaan Digital. Ia membahas Bab 3 dari buku Open Access in Theory and Practice yang ditulis oleh Stephen Pinfield, dkk., yang menyoroti peran penting teori dalam penelitian dan pengembangan ilmu. Bab ini menjelaskan bahwa teori tidak hanya digunakan untuk memahami fenomena tetapi juga sebagai alat untuk menjelaskan, memprediksi, dan membimbing praktik. Dalam konteks Open Access, teori membantu membangun pemahaman mengenai bagaimana akses terbuka mempengaruhi komunikasi ilmiah, khususnya di bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi (LIS). Teori dalam disiplin LIS sering kali berbentuk teori menengah (mid-range theories), seperti yang dijelaskan oleh Robert Merton. Teori ini berperan penting dalam membantu praktisi memahami dan mengembangkan model serta kerangka kerja yang relevan dengan praktik perpustakaan digital. Lidya Amalia Rahmania juga menjelaskan bahwa meskipun LIS kurang mengembangkan teori secara mandiri, disiplin ini sering kali mengadopsi teori dari ilmu lain, seperti sosiologi, psikologi, dan manajemen.
Tujuan utama dari kuliah umum ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana teori digunakan dalam membangun Open Access dan peran LIS dalam mendukung transformasi akses terbuka di dunia akademik. Melalui kuliah ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan konsep-konsep yang dibahas dalam praktik profesional mereka, khususnya dalam pengembangan sistem perpustakaan digital yang mendukung komunikasi ilmiah yang terbuka dan inklusif.
Pada hari Kamis, 12 September 2024, Prodi D4 Teknologi Rekayasa & Pemeliharaan Bangunan Sipil FV UM melangsungkan kegiatan kuliah wawasan kebangsaan bertempat di Aula B32 Lantai 2. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung SDGs No. 4, “Pendidikan Berkualitas”. Adapun salah satu target SDGs ini yakni pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dan kewarganegaraan global. Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDGs No. 16, “Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh”. Kuliah wawasan kebangsaan dihadiri oleh mahasiswa baru Prodi D4 Teknologi Rekayasa & Pemeliharaan Bangunan Sipil (angkatan 2024). Yang menjadi ketua pelaksana kegiatan yakni Sdr. Muhamad Aji Sumowiguno (TRPBS’21), Wakil Ketua BEM FV UM.
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut yaitu “Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme untuk Menghadapi Perang Modern.” Kegiatan dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Vokasi, Bapak Dr. Muladi, S.T., M.T. Selanjutnya, pemaparan materi dari narasumber, Bapak Kolonel Arh. Dr. Ir. Nur Rachman Supadmana Muda, M.T. Beliau merupakan Direktur Bindikjar di Poltekad Malang. Melalui sesi tersebut, beliau menyampaikan perihal hak asasi manusia, promosi budaya damai, dan kontribusi yang bisa dilakukan mahasiswa di era modern saat ini. Sebagai penutup kegiatan kuliah wawasan kebangsaan, beliau berpesan 5 (lima) hal, yaitu :
Selalu berbuat terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Jiwa nasionalisme terus dikobarkan demi mengisi kemerdekaan.
Patriotisme yang paling rendah adalah jangan jadi beban negara.
Malang, 12 September 2024 – Program Studi D4 Tata Boga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) kembali menyelenggarakan acara “Kuliah Kebangsaan” dengan tema “Menjaga Warisan Budaya Melalui Kuliner untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”. Acara yang berlangsung pada Kamis, 12 September 2024, pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini bertempat di UPT Lapasila, Gedung B31 Lantai 2 Universitas Negeri Malang.
Pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Daya Negri Wijaya, S.Pd., M.A., Dosen Ilmu Sejarah Universitas Negeri Malang, yang membahas pentingnya menjaga dan melestarikan kuliner tradisional sebagai salah satu warisan budaya bangsa. Menurut beliau, kuliner tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya, tetapi juga berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si., selaku Ketua Program Studi D4 Tata Boga Fakultas Vokasi UM. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa menjaga warisan budaya, khususnya melalui kuliner, merupakan tanggung jawab bersama yang memiliki dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa melalui inovasi kuliner yang berakar pada kearifan lokal, kita tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga dapat menciptakan peluang ekonomi yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,
Dalam paparannya, Dr. Daya Negri Wijaya menjelaskan bagaimana kuliner dapat menjadi alat efektif untuk memperkuat warisan budaya dan meningkatkan ekonomi lokal. Ia menekankan bahwa pelestarian makanan tradisional harus dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek sejarah, budaya, dan ekonomi. “Makanan tradisional bukan hanya sebuah hidangan, tetapi juga sebuah cerita yang membawa nilai sejarah dan budaya yang kaya. Melestarikannya berarti menjaga jati diri bangsa, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif berbasis kuliner,” paparnya.
Moderator acara, Rais Amin, S.Pd., M.Pd., memandu diskusi dengan lancar, mengajak peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Prodi D4 Tata Boga untuk terlibat aktif. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap tema ini, terutama dalam konteks pengembangan kuliner lokal sebagai upaya pelestarian budaya dan penggerak ekonomi.
Kuliah Kebangsaan ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran strategis kuliner tradisional dalam konteks sosial dan ekonomi. Selain itu, acara ini juga menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya, khususnya kuliner, dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Prodi D4 Tata Boga Fakultas Vokasi UM semakin terdorong untuk berinovasi dalam mempromosikan kuliner lokal, sehingga dapat melestarikan warisan budaya sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Malang, 12 September 2024 – Program Studi D4 Tata Boga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kegiatan “Kuliah Kebangsaan” dengan tema “Memperkuat Identitas Bangsa Melalui Kuliner Berbasis Kearifan Lokal untuk Pembangunan Nasional Berkelanjutan”. Acara yang berlangsung pada Kamis, 12 September 2024, pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini bertempat di UPT Lapasila, Gedung B31 Lantai 2 Universitas Negeri Malang.
Acara tersebut menghadirkan Andhika Yudha Pratama, S.Pd., M.Sc., Dosen PPKN Universitas Negeri Malang, sebagai pemateri utama. Beliau menyampaikan pandangan tentang pentingnya kuliner berbasis kearifan lokal dalam memperkuat identitas bangsa dan bagaimana peran kuliner lokal dapat mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si., selaku Ketua Program Studi D4 Tata Boga Fakultas Vokasi UM. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kuliner tradisional merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan nasional. “Kuliner berbasis kearifan lokal bukan hanya sekadar simbol identitas bangsa, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menopang pembangunan nasional yang berkelanjutan, baik dari sisi ekonomi maupun budaya,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Andhika Yudha Pratama menyoroti pentingnya melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas nasional yang harus dipertahankan di tengah globalisasi. “Kuliner tradisional berbasis kearifan lokal merupakan jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan warisan leluhur. Di samping itu, kuliner lokal juga memiliki peran ekonomi yang strategis dalam mendukung keberlanjutan pembangunan nasional,” jelas Andhika.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan harus melibatkan pelestarian budaya lokal, termasuk kuliner. Menurutnya, dengan menjaga dan mengembangkan kuliner berbasis kearifan lokal, tidak hanya akan memperkuat identitas bangsa, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.
Diskusi yang berlangsung dipandu oleh moderator Rais Amin, S.Pd., M.Pd., Dosen Fakultas Vokasi UM. Para peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Prodi D4 Tata Boga tampak antusias mengikuti diskusi, dengan banyaknya pertanyaan seputar bagaimana kuliner tradisional dapat terus dikembangkan dan diadaptasi dalam konteks modern tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Kuliah Kebangsaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya kearifan lokal dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. Acara ini juga memberikan wawasan kepada para peserta tentang bagaimana mereka bisa berperan dalam melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Prodi D4 Tata Boga Fakultas Vokasi UM semakin termotivasi untuk berinovasi dalam mengangkat kuliner lokal sebagai bagian dari kontribusi mereka terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Pada tanggal 20 Juni 2024, Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Ke-45. Kegiatan ini dilaksanakan di Golden Ballroom 1-2 Hotel Sultan Jakarta. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh pemerintahan seperti Menteri PUPR dan Staf Ahli Kepresidenan. Rangkaian kegiatan ini diisi dengan tema-tema besar dalam Kabinet Pemerintahan mendatang yang tertuang dalam Visi Indonesia Emas 2024. Dalam Visi Indonesia Emas 2045 mengandung beberapa sub tema penting antara lain terkait dengan hilirisasi, konservasi energi, pembangunan SDM, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat agenda penandatangan MOU dengan Perguruan Tinggi. Universitas Negeri Malang menjadi salah satu perguruan tinggi yang diundang untuk melakukan penandatanganan melalui Prodi D4 Teknologi Rekayasa & Pemeliharaan Bangunan Sipil, Fakultas Vokasi. Kegiatan penandatanganan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor IV dan Kaprodi D4 Teknologi Rekayasa & Pemeliharaan Bangunan Sipil. Kerjasama antara Inkindo dengan UM, khususnya Prodi Teknologi Rekayasa & Pemeliharaan Bangunan Sipil Fakultas Vokasi UM meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.