Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (FV UM) terus berkomitmen menghadirkan wawasan keilmuan berkelanjutan dari para ahli di kancah internasional. Pada Jumat, 26 September 2025, Program Studi Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika (TRSE) kembali menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan tema “Green Learning Based Optimization in STAR-RIS-aided MIMO Systems with Implicit CSI”. Acara yang diselenggarakan secara daring via Google Meet pukul 08.30 – 11.30 WIB ini menghadirkan pakar ternama, Dr. Wan-Jen Huang dari Institute of Communications Engineering, National Sun Yat-sen University, Taiwan.
Kuliah tamu ini secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa TRSE angkatan 2023 dan 2024, sebagai bagian dari upaya prodi dalam mendalami dan mengupdate pengetahuan mahasiswa tingkat menengah mengenai perkembangan terkini di bidang sistem komunikasi mutakhir. Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Muladi, S.T., M.T., selaku Dekan Fakultas Vokasi UM. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya efisiensi energi dan inovasi dalam teknologi komunikasi nirkabel, serta peran strategis mahasiswa vokasi dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi tersebut.
“Topik yang dibahas hari ini berada di garis depan penelitian teknologi komunikasi. Memahami konsep seperti STAR-RIS dan Green Learning adalah bekal berharga bagi calon engineer untuk menjawab tantangan efisiensi energi dan kinerja jaringan masa depan,” ujar Prof. Muladi.
Acara yang dimoderatori oleh Ibu Soraya Norma Mustika, S.T., M.T., M.Sc., dosen TRSE, ini berhasil menarik antusiasme peserta. Dr. Wan-Jen Huang memaparkan dengan jelas dan mendalam tentang optimasi sistem MIMO yang dibantu oleh STAR-RIS (Simultaneously Transmitting and Reflecting Reconfigurable Intelligent Surfaces) dengan menggunakan pendekatan Green Learning dan Implicit Channel State Information (CSI). Beliau menjelaskan bagaimana teknologi ini dapat merevolusi efisiensi energi dan kinerja dalam sistem komunikasi nirkabel generasi mendatang.
“STAR-RIS merupakan teknologi permukaan cerdas yang dapat secara bersamaan memancarkan dan memantulkan sinyal, menciptakan lingkungan radio yang dapat dikonfigurasi. Dengan Green Learning, kita mengoptimalkan sistem ini secara efisien, mengurangi konsumsi energi secara signifikan,” jelas Dr. Huang dalam pemaparannya. Melalui kuliah tamu internasional ini, diharapkan mahasiswa TRSE angkatan 2023 dan 2024 dapat mengaplikasikan pengetahuan dasar yang telah mereka peroleh untuk memahami inovasi terkini, sehingga terdorong untuk terlibat dalam penelitian dan pengembangan sistem elektronika dan komunikasi yang lebih cerdas dan hemat energi.
Suasana Aula B32 Lantai 2 Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) pada Selasa (23/9) terasa berbeda. Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika (TRSE) menggelar kuliah tamu bertajuk “Green Future with IoT: Efisiensi Irigasi dan Kontrol Pintu Air Cerdas”.
Acara yang dimulai pukul 10.30 hingga 15.00 WIB ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Eko Noerhayati, MT. dari Universitas Islam Malang (UNISMA). Beliau dikenal aktif dalam penelitian dan pengembangan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), terutama yang berhubungan dengan solusi untuk sektor pertanian.
Dalam paparannya, Prof. Eko menjelaskan bagaimana teknologi IoT dapat menjadi jawaban atas tantangan ketersediaan air di masa depan. Melalui sistem irigasi yang efisien dan kontrol pintu air yang cerdas, pertanian dapat lebih hemat sumber daya sekaligus mendukung konsep pembangunan berkelanjutan.
“Teknologi IoT bukan hanya memudahkan, tapi juga membantu kita menjaga lingkungan. Dengan data yang akurat, kita bisa mengelola air dengan lebih bijak,” tutur Prof. Eko saat memotivasi para mahasiswa.
Kegiatan ini diikuti oleh 108 mahasiswa TRSE bersama sejumlah dosen. Antusiasme peserta begitu terasa sejak awal acara. Banyak mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kritis, mulai dari aspek teknis penerapan sensor hingga potensi peluang kerja di bidang IoT.
Diskusi pun berlangsung hangat. Beberapa mahasiswa bahkan berbagi pengalaman mereka dalam mengembangkan proyek kecil berbasis IoT di kampus. Interaksi ini membuat suasana kuliah tamu terasa lebih hidup dan dekat dengan realitas dunia kerja.
Selain mendapatkan wawasan baru, mahasiswa juga memperoleh inspirasi mengenai bagaimana peran mereka sebagai calon teknolog dapat berkontribusi pada isu-isu global. “Kuliah tamu ini membuka wawasan saya bahwa IoT tidak hanya untuk industri, tapi juga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama di bidang pertanian,” ungkap salah satu peserta.
Ketua Prodi TRSE menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini terus berlanjut. Menurutnya, menghadirkan praktisi dan akademisi dari luar kampus dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Dengan semangat diskusi yang aktif dan materi yang relevan, kuliah tamu ini menjadi salah satu bukti bahwa Prodi TRSE UM terus berkomitmen menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Malang – Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan pameran Gelar Karya Hasil Pembelajaran pada tanggal 26-28 Mei 2025 di Gedung B37, Lantai 1. Acara ini menampilkan hasil karya mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Otomotif (TRO) yang mengadopsi metode pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PBL). Metode ini dirancang untuk mengintegrasikan teori dengan praktik nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia industri, memberikan mahasiswa pengalaman langsung dalam menyelesaikan tantangan teknis dan berkolaborasi secara efektif.
Inovasi teknologi otomotif yang hadir pada pameran yaitu fokus pada proyek perakitan audio otomotif. Mahasiswa tidak hanya merakit sistem audio dari berbagai komponen, tetapi juga mengeksplorasi solusi kreatif untuk meningkatkan kualitas suara dan efisiensi rangkaian. Proyek ini mencerminkan dedikasi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan teknis sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis.
Mahasiswa program studi TRO merancang rangkaian dari komponen seperti power supply, amplifier, hingga tweeter. “Pengalaman pertama merangkai audio ini mengajarkan pentingnya kerja sama tim dan ketelitian dalam menyusun rangkaian,” ujar Mareta, mahasiswa TRO angkatan 2022.
Acara ini diharapkan menjadi agenda rutin agar mahasiswa dapat terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan teknis melalui pembelajaran berbasis proyek, sehingga lebih siap menghadapi tantangan industri otomotif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang semakin meningkatkan kualitas program dan fasilitas pendukungnya, sekaligus menjadi wadah kolaborasi dan inspirasi antar mahasiswa serta penghubung dengan dunia industri. “Semoga ke depan program ini lebih ditingkatkan dan memberikan inspirasi bagi teman-teman lainnya,” tambah Mareta.
Bakat Boga Challenge 2025 adalah ajang kompetisi kuliner bergengsi yang diselenggarakan oleh ACP Indonesia dan Kristamedia, bertujuan untuk melestarikan kuliner tradisional Indonesia. Pada tahun ini, kategori “Gudeg Komplit” dipilih untuk mengapresiasi dan memperkenalkan hidangan khas Yogyakarta yang kaya rasa dan budaya. Kompetisi ini diikuti oleh 12 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk profesional, perhotelan, universitas, dan individu.
Kompetisi ini bertujuan untuk mempertahankan dan mempromosikan kuliner tradisional Indonesia kepada masyarakat luas, sekaligus meningkatkan keterampilan peserta dalam memasak dan mempresentasikan hidangan tradisional. Selain itu, ajang ini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkompetisi secara profesional dalam bidang kuliner, sehingga dapat memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kuliner.
Pada Jumat, 23 Mei 2025, di Jogja Expo Center, Nayla Aurelia Mahar Dita, mahasiswi Program Studi Sarajana Terapan Tata Boga angkatan 2024, menunjukkan keahliannya dalam ajang Bakat Boga Challenge 2025 kategori “Gudeg Komplit.” Kompetisi ini mengharuskan peserta untuk memasak gudeg khas Jogja yang lengkap dengan kondimen tradisionalnya sebanyak 10 porsi.
Dibimbing oleh Chintya Paramita Puspita, M.Pd., Nayla berhasil menonjolkan cita rasa autentik gudeg dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang seimbang, memikat hati para juri. Tidak hanya memperhatikan rasa, Nayla juga memberikan perhatian khusus pada presentasi hidangannya. Pemilihan kendil tanah liat sebagai wadah penyajian memberikan nuansa tradisional yang kuat dan menonjolkan estetika budaya Yogyakarta.
Proses memasak yang teliti dan penguasaan teknik kuliner yang mumpuni menjadi keunggulan Nayla dalam menghadapi kompetitor lain yang berasal dari berbagai kalangan. Meski persaingan sangat ketat, Nayla mampu memikat para juri dengan rasa, tekstur, dan penampilannya yang harmonis. Prestasi ini membawanya meraih medali perunggu, sebuah pencapaian yang pastinya membanggakan bagi dirinya dan juga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang. Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Indonesia tetap relevan dan mampu bersaing di ajang kuliner bergengsi.
Kontribusi terhadap SDGs:
SDG 2 – Tanpa Kelaparan: Kompetisi ini mendorong pelestarian kuliner lokal sebagai bagian dari upaya keberlanjutan pangan yang berbasis sumber daya lokal. Selain itu, acara ini juga membuka peluang untuk menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan komunitas lokal melalui inovasi di sektor kuliner tradisional.
Bakat Boga Challenge 2025 merupakan ajang kompetisi kuliner bergengsi yang diselenggarakan oleh ACP Indonesia dan Kristamedia, dengan tujuan utama melestarikan dan mempromosikan warisan kuliner tradisional Indonesia. Pada tahun ini, salah satu kategori yang diangkat adalah “Kersanan Dalem” hidangan-hidangan khas yang dahulu disajikan untuk para raja di lingkungan keraton. Kompetisi ini diikuti oleh 13 peserta dari kalangan profesional, perhotelan, universitas, hingga individu.
Kompetisi ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk melestarikan kuliner tradisional keraton yang mengandung nilai-nilai budaya dan sejarah yang tinggi. Selain itu, ajang ini berperan sebagai wadah strategis dalam mendorong pengembangan kompetensi peserta di bidang kuliner, memperkenalkan keragaman cita rasa khas Nusantara kepada khalayak luas, serta memperkuat kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan industri kuliner secara profesional dan berdaya saing tinggi.
Pada Kamis, 22 Mei 2025, bertempat di Jogja Expo Center, tim mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang, tampil memukau dalam kategori “Kersanan Dalem” Bakat Boga Challenge 2025. Kategori ini menantang peserta untuk memasak sebanyak 11 jenis hidangan khas keraton, masing-masing 10 porsi, dengan cita rasa dan presentasi autentik khas kerajaan. Tim yang terdiri dari Putri Maulida (Angkatan 2023), Salsa Zaskia Zein (angkatan 2023), dan Nayla Aurelia Mahar Dita (angkatan 2024), berhasil memukau juri dengan ketelitian teknik memasak serta penampilan hidangan yang anggun dan sarat makna budaya. Di bawah bimbingan Chintya Paramita Puspita, M.Pd., mereka berhasil menyabet medali perunggu (bronze) di tengah persaingan ketat dengan peserta-peserta berbakat dari seluruh Indonesia. Pencapaian ini menjadi bukti dedikasi mahasiswa dalam melestarikan kuliner warisan kerajaan sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa vokasi mampu bersaing dan berkontribusi aktif dalam bidang kuliner tradisional yang kaya nilai.
Kontribusi terhadap SDGs:
SDG 2 – Tanpa Kelaparan: Kompetisi ini mendorong pelestarian pangan lokal dan meningkatkan ketahanan pangan berbasis sumber daya tradisional. Acara ini juga membuka peluang ekonomi di sektor kuliner warisan.
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual dan aplikatif bagi mahasiswa vokasi, mendorong pengembangan keterampilan, kreativitas, dan profesionalisme melalui pengalaman langsung dalam dunia industri.
SDG 11 – Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan: Upaya pelestarian kuliner keraton yang diangkat melalui ajang ini turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal sebagai bagian integral dari identitas komunitas, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan, khususnya di kota-kota bersejarah seperti Yogyakarta.