Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar selaras dengan kebutuhan industri fashion terkini, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan Pelatihan Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri bagi Guru SMK Bidang Bisnis dan Pariwisata Angkatan 1 Tahun 2026 yang berlangsung pada 18 Februari–24 April 2026. Kegiatan ini melibatkan dosen Program Studi D4 Desain Mode Universitas Negeri Malang yang juga merupakan praktisi industri fashion sebagai instruktur dan narasumber. Para dosen tersebut adalah Dr. Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn. (Brand SAMSUGA), Dr. Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. (Brand Almira Handmade), Ajeng Atma Kusuma, M.Pd. (Brand Salline), dan Rizka Sarah H.F.A., M.Pd. (Brand Dua Sisi Fashion Studio). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pembelajaran berbasis industri, sehingga mampu menghasilkan lulusan SMK yang siap kerja dan relevan dengan perkembangan industri fashion nasional.

Pelatihan Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan pembelajaran, praktik produksi, pendampingan teknis, serta transfer pengetahuan dan keterampilan yang mengacu pada standar industri fashion. Para instruktur memberikan materi mengenai tren industri fashion terkini, pengembangan produk, teknik produksi busana, quality control, kewirausahaan fashion, serta implementasi praktik industri dalam pembelajaran di SMK.
Sebagai akademisi sekaligus pelaku usaha fashion, para dosen berbagi pengalaman nyata dalam mengelola brand fashion dan menghadapi tantangan industri kreatif. Guru peserta memperoleh kesempatan untuk memperbarui kompetensi teknis maupun pedagogis sesuai kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan satuan pendidikan vokasi dalam mendukung penguatan ekosistem pendidikan vokasi berbasis industri.

Kegiatan ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan vokasi. Melalui program pelatihan guru, peserta memperoleh akses terhadap pembelajaran berbasis industri dan penguatan kompetensi yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat, sehingga berkontribusi langsung pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Guru yang kompeten diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Dari aspek ekonomi, kegiatan ini mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik yang berperan dalam menyiapkan lulusan vokasi yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri dan peluang kerja yang lebih baik.

Selain itu, keterlibatan para praktisi fashion dalam proses pelatihan memperkuat kemitraan industri, transfer inovasi, dan pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan dunia usaha, yang sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure).
Kolaborasi antara BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Universitas Negeri Malang, pelaku industri fashion, dan guru-guru SMK juga mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas, dan kerja sama multipihak dalam pengembangan pendidikan vokasi yang berkelanjutan.
Ke depan, diharapkan kegiatan upskilling dan reskilling berstandar industri ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak guru SMK di berbagai daerah. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri, pendidikan vokasi Indonesia diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi kreatif nasional.
