JAKARTA – Program Studi Sarjana Terapan Animasi, Fakultas Vokasi (FV), Universitas Negeri Malang (UM) melakukan kunjungan strategis ke SMKN 45 Jakarta pada tanggal 29 April 2026 lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan menengah kejuruan dengan pendidikan tinggi vokasi, serta memberikan gambaran mendalam mengenai peluang karier dan perkembangan teknologi di industri kreatif digital.
Kunjungan ini dihadiri oleh dua dosen ahli dari Prodi Animasi FV UM, yaitu Nuril Kusuma Wardani, S.Sn, M.Ds., yang berfokus pada Inclusive Design dan 3D Modelling, serta Dennaya Cintya Danastri, S.Sn., MBA., yang pakar dalam bidang Bisnis Kreatif. Selain memberikan wawasan akademis, kegiatan ini menjadi wadah diskusi interaktif mengenai kompetensi masa depan yang dibutuhkan oleh industri animasi global.
Dalam sesi pemaparan, tim dosen FV UM menjelaskan secara detail mengenai profil lulusan vokasi yang kini lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar. Nuril Kusuma Wardani menekankan pentingnya penguasaan teknologi 3D modelling yang inklusif, sementara Dennaya Cintya memaparkan bagaimana cara mengubah kreativitas menjadi nilai ekonomi melalui manajemen bisnis kreatif. Selain teori, para siswa juga diperlihatkan berbagai karya showreel mahasiswa Animasi UM untuk memberikan gambaran nyata standar kualitas karya di tingkat universitas.

Kunjungan ini juga menjadi momen spesial karena dosen menyampaikan apresiasi terhadap salah satu alumni SMKN 45 Jakarta yang kini tengah menempuh pendidikan di Prodi Animasi UM. Mahasiswa tersebut menunjukkan prestasi akademik yang luar biasa dengan berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu 3,5 tahun dan meraih predikat Cumlaude. Memiliki keahlian tinggi di bidang 3D, mahasiswa tersebut sukses mengembangkan Game VR yang inovatif. Menariknya, meski saat ini masih dalam proses penyelesaian revisi skripsi, ia sudah aktif bekerja sebagai freelancer di tempat magangnya terdahulu dan telah ditunggu untuk diangkat menjadi karyawan tetap. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan SMK memiliki pondasi yang sangat kuat untuk bersaing di level universitas dan industri profesional.

Pihak SMKN 45 Jakarta menyambut antusias kehadiran tim FV UM. Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menunjukkan berbagai hasil karya produksi siswa yang telah berhasil dibuat secara mandiri. Diskusi berkembang menjadi rencana kolaborasi konkret, di mana sekolah menyatakan ketertarikan untuk mengirimkan siswa mereka dalam program magang di universitas, melakukan studi banding, serta kunjungan industri secara berkala demi memastikan kurikulum sekolah tetap relevan dengan standar industri terkini.
Kegiatan ini secara eksplisit berkontribusi pada pencapaian SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui sinergi ini, FV UM berupaya memastikan bahwa siswa SMK memiliki akses terhadap pengetahuan teknis yang mutakhir dan pemahaman bisnis yang kuat. Dengan peningkatan keterampilan (upskilling) yang relevan dan kompetitif, diharapkan lulusan SMK maupun vokasi dapat mengurangi angka pengangguran dan menjadi motor penggerak industri kreatif Indonesia di masa depan.
Nuril Kusuma Wardani, S.Sn, M.Ds., menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para siswa. “Kami melihat potensi besar pada karya-karya siswa di sini. Sinergi antara SMK dan Universitas adalah kunci agar bakat-bakat muda ini tidak hanya jago secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas profesional yang siap bersaing di industri kreatif,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) untuk program magang dan pengembangan kurikulum bersama. Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang inklusif dan produktif, sehingga setiap lulusan mampu berkarya secara mandiri maupun profesional di kancah nasional maupun internasional.