By Fakultas Vokasi (FV) Universitas Negeri Malang (UM)| 10 Mei 2026 |Berita

Kegiatan Press Conference ini dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2026, bertempat di Gedung Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang. Acara ini merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian Asian Students Fashion Week (ASFW) 2026 yang diinisiasi oleh Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang. Sesi bincang media ini menghadirkan Tjok Istri Ratna selaku Ketua Umum Indonesian Mode Design Association (IMODEA) sebagai pembicara kunci.

Sebagai asosiasi yang menaungi Program Studi Desain Mode di seluruh Indonesia, IMODEA memiliki peran krusial dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan dinamika industri fashion global. Di tengah ajang berskala internasional seperti ASFW 2026, diperlukan sebuah pernyataan sikap dan visi kolektif untuk menunjukkan kesiapan talenta muda Indonesia dalam bersaing di panggung dunia. Press conference ini digelar untuk mempertegas posisi desainer akademis Indonesia dalam merespons tren, teknologi, dan tuntutan pasar internasional.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan peran strategis IMODEA sebagai wadah penguatan sinergi antara institusi pendidikan desain mode di Indonesia, sekaligus memberikan platform bagi para akademisi dan praktisi untuk menyampaikan visi inovasi kreatif yang berakar pada identitas budaya nasional. Melalui konferensi pers ini, IMODEA berupaya membangun kesadaran publik dan media mengenai pentingnya standardisasi kompetensi serta kolaborasi lintas sektor dalam mencetak desainer muda yang siap menghadapi kompetisi global di era ekonomi kreatif.

Dalam sesi bincang tersebut, Tjok Istri Ratna menekankan pentingnya peran universitas, khususnya jalur Vokasi, dalam melahirkan desainer yang tidak hanya ahli secara artistik tetapi juga secara teknis dan manajerial. Beliau memaparkan bahwa IMODEA kini tengah fokus pada integrasi kurikulum berbasis industri dan penguatan jejaring internasional antar-mahasiswa desain mode se-Asia.

“Saya hadir di sini sekarang mewakili IMODEA Indonesian Mode Association,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang membahas tentang tantangan digitalisasi desain dan bagaimana IMODEA memfasilitasi perlindungan hak kekayaan intelektual bagi karya-karya mahasiswa.

Kontribusi SGDs

Agenda Press Conference ini selaras dengan pencapaian target pembangunan berkelanjutan, di antaranya:

  1. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Memperkuat standar pendidikan mode melalui kolaborasi antar-program studi di bawah naungan IMODEA.
  2. SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Memfasilitasi inovasi dalam ekosistem desain mode nasional melalui pertukaran ide dan riset akademik.
  3. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Menginisiasi kerja sama antar-institusi pendidikan, asosiasi profesi, dan media untuk memajukan industri kreatif Indonesia.

Pewarta: Putri Shintia Dewi – Magang – S1 Bahasa dan Sastra Indonesia