Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture bertema “Metodologi Riset Visual: Evolusi Desain Fashion Berkelanjutan dari Skala Objek Hingga Ekosistem Pelestarian Budaya Nusantara” dalam rangkaian Asian Student Fashion Week atau ASFW 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Tjok Istri Ratna C.S., S.Sn., M.Si., dari Program Studi Desain Mode, FSRD, ISI Bali, sebagai narasumber. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang metodologi riset visual, desain mode berkelanjutan, pelestarian wastra Nusantara, serta pengembangan karya fesyen yang berakar pada budaya lokal dan tetap relevan dengan kebutuhan industri kreatif masa kini. Tema, narasumber, dan konteks kegiatan ini sesuai dengan materi Guest Lecture ASFW 2026 yang diunggah dalam dokumen kegiatan. 

Dalam kegiatan tersebut, narasumber memaparkan perjalanan riset visual yang berkembang dari skala objek, skala personal, skala warisan, skala komunitas, hingga skala makro berupa ekosistem pelestarian budaya. Materi yang disampaikan mencakup pengalaman riset dan praktik desain, antara lain redesign Hard Rock Café Bali pada 1994, konsep fully handpainted, konservasi tekstil Geringsing, kajian komunitas di wilayah Nusa Tenggara Timur, serta pengembangan ekosistem Wastra Bebali dan Tutur Bumi. Melalui pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa desain mode tidak hanya berfungsi sebagai produk estetis, tetapi juga sebagai media riset, edukasi, pemberdayaan komunitas, pelestarian budaya, dan produksi bertanggung jawab. 

Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pencapaian SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui akses pembelajaran, penguatan sumber daya pendidikan, dan pembelajaran sepanjang hayat bagi mahasiswa desain mode. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur karena memperkenalkan pendekatan riset visual, inovasi desain, serta pengembangan industri kreatif berbasis budaya. Kegiatan ini juga relevan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab karena membahas praktik fesyen berkelanjutan, konservasi sumber daya, siklus hidup produk, dan dampak lingkungan dalam proses penciptaan karya mode. Kata kunci SDG 4, SDG 9, SDG 12, SDG 13, dan SDG 17 juga selaras dengan kriteria validasi capaian SDGs UM. 

Dari sisi sosial dan budaya, Guest Lecture ini memperkuat kesadaran peserta bahwa pelestarian budaya Nusantara memerlukan pendekatan yang tidak berhenti pada dokumentasi, tetapi juga harus diwujudkan melalui riset, penciptaan karya, pengembangan ekosistem, dan kolaborasi lintas institusi. Materi tentang Wastra Bebali dan ekosistem Tutur Bumi menunjukkan bahwa warisan budaya dapat dihidupkan kembali melalui desain art fashion, praktik slow fashion, serta pemanfaatan pengetahuan lokal sebagai sumber inspirasi penciptaan. Dengan demikian, kegiatan ini juga mendukung SDG 13 melalui edukasi keberlanjutan dan SDG 17 melalui kemitraan akademik antara Universitas Negeri Malang dan ISI Bali. 

Dr. Tjok Istri Ratna C.S., S.Sn., M.Si. menekankan bahwa riset visual dalam desain mode perlu membaca keterhubungan antara objek, manusia, komunitas, budaya, dan lingkungan. Pesan tersebut menjadi penguatan bagi mahasiswa bahwa karya fesyen berkelanjutan harus dibangun melalui proses riset yang mendalam, bukan hanya melalui penciptaan bentuk visual yang menarik. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk kuliah tamu, lokakarya, riset kolaboratif, dan pengembangan karya mahasiswa berbasis wastra Nusantara agar Fakultas Vokasi UM terus berperan dalam pendidikan desain, inovasi industri kreatif, produksi bertanggung jawab, serta pelestarian budaya Indonesia.