Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture bertema “Inovasi Batik Digital dalam Praktik Sustainable Fashion” dalam rangkaian Asian Student Fashion Week atau ASFW 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Aan Sudarwanto, S.Sn., M.Sn., Ketua Jurusan Kriya ISI Surakarta, sebagai narasumber utama. Melalui kegiatan ini, mahasiswa, dosen, dan peserta ASFW 2026 memperoleh penguatan wawasan tentang pengembangan batik digital, teknologi desain, dan praktik fesyen berkelanjutan yang tetap menjaga nilai budaya batik Indonesia. Tema dan narasumber kegiatan ini sesuai dengan materi yang disampaikan dalam dokumen kegiatan ASFW 2026 Fakultas Vokasi UM.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber menjelaskan konsep dasar batik, perbedaan batik dengan kain bermotif batik hasil printing, serta posisi teknologi digital dalam proses pengembangan batik. Peserta mendapatkan pemahaman bahwa inovasi batik digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat lunak desain, tetapi juga mencakup proses produksi yang tetap mempertahankan prinsip malam rintang sebagai esensi batik. Materi juga membahas berbagai pendekatan inovatif, seperti desain digital yang dilanjutkan dengan proses tradisional, penggunaan mesin CNC untuk pencantingan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung efisiensi produksi dan pengarsipan motif batik. Pembahasan tersebut memperkuat akses pembelajaran, literasi teknologi, dan pengembangan kompetensi mahasiswa dalam bidang desain mode dan industri kreatif.

Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran, penguatan sumber daya pendidikan, dan pembelajaran sepanjang hayat bagi mahasiswa. Kegiatan ini juga mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur karena memperkenalkan inovasi, teknologi cerdas, serta pengembangan industri kreatif berbasis budaya. Selain itu, kegiatan ini relevan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab karena membahas produksi bertanggung jawab, praktik ramah lingkungan, konservasi sumber daya, dan siklus hidup produk dalam konteks sustainable fashion. Dalam materi kegiatan, inovasi batik digital juga dikaitkan dengan efisiensi bahan, pengurangan limbah, penghematan energi, dan penggunaan desain digital untuk meminimalkan kesalahan produksi.

Dari sisi lingkungan dan sosial, kegiatan ini memberikan dampak edukatif bagi mahasiswa dan komunitas fesyen untuk memahami bahwa keberlanjutan tidak hanya berhubungan dengan material ramah lingkungan, tetapi juga dengan pelestarian budaya, regenerasi pengetahuan tradisional, dan penguatan peran pengrajin. Materi kegiatan menegaskan bahwa sustainable fashion mencakup keberlanjutan budaya dan pengetahuan tradisional, termasuk digitalisasi motif batik nusantara agar dapat dipelajari, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, kegiatan ini juga memperkuat SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui edukasi pengurangan emisi dan efisiensi energi, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik antara Universitas Negeri Malang dan narasumber dari ISI Surakarta.

Dr. Aan Sudarwanto, S.Sn., M.Sn. menekankan bahwa “inovasi batik digital yang benar-benar berkelanjutan tidak boleh mengorbankan proses malam rintang sebagai jiwa dari batik itu sendiri.” Pesan tersebut menjadi penguatan bagi peserta bahwa transformasi digital dalam industri fesyen perlu berjalan seimbang dengan pelestarian nilai budaya. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kuliah tamu, lokakarya, riset kolaboratif, dan pengembangan karya mahasiswa berbasis batik digital agar Fakultas Vokasi UM terus berperan dalam penguatan pendidikan desain, inovasi industri kreatif, produksi bertanggung jawab, dan praktik fesyen berkelanjutan.
