JAKARTA – Dalam upaya memperkuat ekosistem kreatif sejak dini, Program Studi Sarjana Terapan Animasi, Fakultas Vokasi (FV), Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan rangkaian roadshow ke SMKN 6 Jakarta pada 30 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua pakar animasi, Ibu Nuril Kusuma Wardani, S.Sn., M.Ds. (ahli Inclusive Design & 3D Modelling) serta Ibu Dennaya Cintya Danastri, S.Sn., MBA. (ahli Bisnis Kreatif). Kunjungan ini bertujuan memberikan wawasan mendalam mengenai transformasi industri animasi dan peluang pendidikan vokasi bagi siswa kelas X dan XI Animasi.

Dalam sesi kelas yang interaktif, Ibu Dennaya Cintya Danastri memperkenalkan profil lulusan serta peluang industri kreatif masa kini. Sorotan utama jatuh pada “Cakra”, karakter hasil pengembangan mahasiswa Animasi UM yang sangat inovatif. Ibu Dennaya menunjukkan bahwa animasi tidak hanya berhenti di layar; karakter Cakra kini telah bertransformasi menjadi merchandise menarik dan ditampilkan dalam bentuk animasi 3D serta teknologi Augmented Reality (AR). Para siswa pun tampak antusias saat beberapa merchandise eksklusif Cakra dibagikan sebagai doorprize.

Melengkapi sisi teknis, Ibu Nuril Kusuma Wardani memaparkan bagaimana industri animasi bersinggungan erat dengan dunia designer toys. Beliau menjelaskan alur kerja profesional mulai dari tahap sketsa, proses modelling digital, hingga tahap cetak menggunakan teknologi 3D Printing. Selain materi teknis, kedua dosen juga memberikan panduan mengenai skema seleksi masuk FV UM, program beasiswa, serta berbagai peluang non-akademik seperti pameran, perlombaan, dan program pertukaran mahasiswa ke luar negeri yang menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk meningkatkan daya saing global.

Kegiatan roadshow ini merupakan langkah konkret Fakultas Vokasi UM dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), antara lain:

  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Memberikan akses informasi dan ilmu praktis dari pakar universitas kepada siswa SMK untuk memperkecil kesenjangan kompetensi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
  • SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dengan membekali calon tenaga kerja muda dengan pemahaman bisnis kreatif dan teknologi mutakhir.
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan melalui transfer pengetahuan.

Ibu Dennaya Cintya Danastri, S.Sn., MBA., mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme para siswa. “Melihat semangat para siswa saat berinteraksi dengan karakter Cakra dan teknologi AR, kami optimis bahwa talenta muda Indonesia siap membawa industri kreatif kita ke level internasional. Kreativitas yang dipadukan dengan pemahaman bisnis adalah kunci keberhasilan di masa depan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, FV UM berharap jalinan kerja sama dengan SMKN 6 Jakarta dapat terus berkembang, baik melalui program kunjungan balasan maupun kolaborasi karya. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan generasi animator yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga inovatif dalam menciptakan peluang ekonomi baru di industri digital secara berkelanjutan.