Dosen Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang dengan tim Mahasiswa melaksanakan inisiatif transformasi digital desa melalui desain dan implementasi Sistem Manajemen Administrasi Desa (SIMANDES) di Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan mendukung penguatan tata kelola administrasi desa yang lebih cepat, tertib, dan mudah diakses oleh masyarakat, sekaligus membantu perangkat desa dalam meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Inisiatif ini dikembangkan sebagai respons atas kebutuhan digitalisasi administrasi desa dan pentingnya integrasi sistem desa dengan layanan e-government kabupaten agar proses pengelolaan data dan pelaporan dapat berjalan lebih efektif.

Aktivitas utama yang dilakukan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan sistem administrasi desa berbasis website, pengembangan alur layanan dan pengelolaan data, implementasi produk, serta pelatihan dan pendampingan penggunaan SIMANDES kepada warga dan aparatur desa. Sistem yang dikembangkan dirancang dalam bentuk layanan digital berbasis website dan Android, sehingga dapat digunakan untuk mendukung proses surat-menyurat dan pelayanan administrasi desa secara lebih praktis. Melalui sistem ini, warga dapat mengajukan kebutuhan administrasi secara daring, melengkapi persyaratan yang dibutuhkan, dan menunggu proses layanan tanpa harus berulang kali datang ke kantor desa. Di sisi lain, perangkat desa memperoleh dukungan dalam pengelolaan data administratif yang lebih terstruktur, terdokumentasi, dan lebih mudah disinkronkan dengan kebutuhan pelaporan pemerintahan di tingkat kabupaten.

Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan inovasi digital dalam sistem layanan publik desa, penguatan infrastruktur layanan berbasis teknologi, serta pengembangan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena terlaksana melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam penguatan kapasitas kelembagaan dan pelayanan publik berbasis teknologi. Secara umum, implementasi SIMANDES mendorong transformasi digital desa, meningkatkan efisiensi layanan administrasi, mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan publik, serta mendukung tata kelola desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Achmad Hamdan, S.Pd., M.Pd. Dosen TRSE yang juga sebagai ketua pelaksana kegiatan ini, menyampaikan bahwa digitalisasi administrasi desa perlu diarahkan pada solusi yang benar-benar membantu masyarakat dan perangkat desa dalam menjalankan layanan yang lebih cepat, mudah, dan tertib. Kedepannya, implementasi SIMANDES diharapkan dapat terus dikembangkan melalui penguatan pemanfaatan teknologi, pendampingan penggunaan sistem, dan perluasan integrasi layanan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.
