
Malang, 26 Februari 2026 – Komitmen untuk mewujudkan kampus yang bersih, melayani, dan berkelanjutan tidak pernah berhenti. Saat ini, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang (FV UM) tengah memasuki tahap krusial dalam perjalanan reformasi birokrasinya melalui pendampingan intensif revisi Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas (ZI). Lebih dari sekadar pemenuhan administrasi, proses ini diselaraskan secara strategis dengan prinsip-prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk membangun kampus yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga berkeadilan dan ramah lingkungan.
Pendampingan revisi LKE ZI ini menjadi momentum untuk memperkuat fondasi tata kelola yang baik (good governance) di lingkungan kampus. “Kami tidak hanya merevisi dokumen, tetapi sedang menata ulang sistem untuk memastikan seluruh proses bisnis di kampus berjalan transparan, akuntabel, dan inovatif,” ujar Prof. Dr. Ir. Muladi, S.T., M.T., selaku Dekan Fakultas Vokasi. “Ini adalah fondasi utama untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kepentingan akademik, kemasyarakatan, dan kelestarian lingkungan.”

Sinergi LKE ZI dengan Prinsip SDGs
Proses pendampingan ini secara sadar mengaitkan indikator-indikator dalam LKE ZI dengan target-target SDGs. Seperti yang dipraktikkan dalam berbagai inisiatif lokal di Indonesia, pembangunan institusi harus berdampak nyata. Beberapa poin sinergi yang menjadi fokus antara lain:
- Mewujudkan Kampus Berkeadilan dan Inklusif (SDG 4 & 10): Revisi LKE ZI mendorong sistem pelayanan publik kampus yang non-diskriminatif dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika, termasuk penyandang disabilitas. Transparansi beasiswa, penerimaan mahasiswa baru, dan rekrutmen tenaga kerja menjadi prioritas untuk menciptakan lingkungan kampus yang setara dan berkeadilan. Hal ini sejalan dengan semangat SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).
- Mendorong Inovasi dan Infrastruktur Tangguh (SDG 9): Penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang merupakan salah satu komponen penting dalam ZI, didorong untuk menciptakan layanan kampus yang efisien, transparan, dan ramah lingkungan. Pengurangan penggunaan kertas (paperless), digitalisasi perizinan, dan pengembangan sistem informasi terpadu adalah langkah nyata membangun infrastruktur kelembagaan yang tangguh dan modern, seperti yang dicita-citakan dalam SDG 9.
- Mengintegrasikan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12): Dalam pendampingan ini, tim reformasi birokrasi memasukkan indikator pengadaan barang dan jasa hijau serta pengelolaan limbah dan energi di kampus ke dalam kerangka LKE. “Kami sedang merumuskan kebijakan agar setiap unit kerja melakukan efisiensi energi, mengurangi sampah plastik, dan mengelola limbah secara mandiri. Ini adalah bagian dari integritas terhadap lingkungan,” tambah Ketua TPPTN UM.

Dampak Nyata Menuju Green Campus
Integrasi nilai-nilai SDGs ke dalam LKE ZI ini diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap terwujudnya konsep green campus atau kampus hijau berkelanjutan. Tidak hanya gedung yang hijau, tetapi tata kelolanya pun harus berkelanjutan.
- Efisiensi Sumber Daya: Dengan tata kelola yang bersih dan akuntabel, penggunaan anggaran untuk operasional kampus (air, listrik, ATK) dapat lebih terkontrol dan diarahkan pada investasi teknologi ramah lingkungan.
- Budaya Sadar Lingkungan: Proses pendampingan dan sosialisasi LKE ZI yang baru akan menanamkan nilai-nilai integritas yang tidak hanya terkait anti-korupsi, tetapi juga anti-pemborosan sumber daya alam, sehingga membudayakan perilaku ramah lingkungan di seluruh sivitas akademika.
- Kebijakan Berbasis Data: LKE ZI yang baik menuntut pengelolaan data yang akurat. Data ini dapat menjadi dasar bagi kampus untuk merumuskan kebijakan lingkungan yang tepat sasaran, misalnya dalam program pengurangan emisi karbon atau konservasi keanekaragaman hayati kampus.

Pendampingan revisi LKE ZI ini diharapkan selesai pada Februari 2026 dan akan menjadi pedoman baru bagi seluruh unit kerja. Dengan sinergi antara birokrasi yang bersih, prinsip keadilan, dan komitmen keberlanjutan, Universitas Negeri Malang optimis dapat menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam tata kelola dan kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan semangat lokal untuk mencapai tujuan global SDGs.
Pewarta: Tim. ZI Fakultas Vokasi UM