Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi, Universitas Negeri Malang, menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebagai Teknologi Alternatif di Masa Depan dalam Mendukung Pertahanan Negara”. Acara menghadirkan Dr. Riska Nurtantyo Sarbini, S.T., M.T. sebagai pemateri dan Misbahul Munir, S.T., M.T. sebagai moderator. Kegiatan diselenggarakan pada Rabu, 3 Desember 2025, bertempat di B32 Aula Kenanga Universitas Negeri Malang, dan diikuti oleh mahasiswa lintas angkatan yang mengenakan wearpack dan pakaian rapi sesuai ketentuan.
Krisis energi global dan meningkatnya kebutuhan akan sumber energi yang aman, bersih, dan berkelanjutan mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk beralih pada teknologi energi baru dan terbarukan (EBT). Transisi energi tidak hanya menjadi bagian dari agenda lingkungan, namun juga komponen strategis dalam memperkuat ketahanan negara terhadap fluktuasi geopolitik dan ketergantungan energi impor. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, EBT selaras dengan target SDG 7: Affordable and Clean Energy serta SDG 13: Climate Action, yang mendorong penggunaan energi ramah lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Melalui kuliah tamu ini, Program TRPE berupaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai urgensi pemanfaatan EBT sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga kedaulatan energi dan mendukung stabilitas nasional di masa depan.

Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan komprehensif mengenai perkembangan EBT sebagai teknologi pembangkit energi masa depan, memperkuat pengetahuan mahasiswa dalam aspek teknis dan kebijakan energi, serta menanamkan kesadaran mengenai peran EBT dalam mendukung keberlanjutan dan ketahanan nasional. Selain itu, kuliah tamu ini dirancang sebagai sarana penguatan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi tantangan industri energi modern.
Kuliah tamu yang digelar di Aula Kenanga berlangsung antusias dengan partisipasi aktif mahasiswa yang memenuhi seluruh ruangan. Dr. Riska Nurtantyo Sarbini membuka pemaparan dengan menjelaskan dinamika global terkait peningkatan konsumsi energi, ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta dampaknya terhadap keamanan nasional. Ia menegaskan bahwa negara dengan kemampuan mandiri dalam penyediaan energi bersih memiliki peluang lebih besar untuk menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan pertahanan.
Dalam sesi materi inti, beliau menguraikan potensi besar Indonesia dalam pengembangan energi surya, angin, biomassa, dan hidro yang dapat menjadi sumber energi alternatif masa depan. Teknologi EBT dibahas dari aspek teknis, efisiensi, peluang riset, hingga tantangan implementasi di Indonesia. Pemateri juga menekankan bahwa pengembangan EBT mendukung tujuan SDG 7 melalui percepatan akses energi bersih serta SDG 13 dengan mengurangi emisi karbon dari sektor pembangkit energi.

Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui sesi tanya jawab, yang membahas isu keamanan energi, inovasi sistem pembangkit, dan peluang karier di sektor energi terbarukan. Diskusi tersebut memperlihatkan kesadaran generasi muda akan urgensi transisi energi yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kemandirian dan pertahanan negara.
Acara ditutup dengan pesan motivatif untuk mahasiswa TRPE agar terus mengembangkan kompetensi teknis dan riset di bidang EBT, sehingga mampu berkontribusi dalam pengembangan sistem energi nasional yang lebih bersih, aman, dan berkelanjutan.
Kontribusi terhadap SDGs:
Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan SDGs, yaitu:
- SDG 7: Affordable and Clean Energy melalui peningkatan pemahaman mahasiswa terkait teknologi energi bersih, efisiensi energi, dan transisi energi nasional.
- SDG 13: Climate Action melalui edukasi mengenai pengurangan emisi karbon dan adaptasi teknologi ramah lingkungan untuk menghadapi perubahan iklim.
- SDG 4: Quality Education, karena kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan berkualitas dengan menghadirkan pakar industri sebagai sumber pengetahuan yang relevan dan aplikatif.
- SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, melalui dorongan terhadap riset dan inovasi teknologi pembangkit energi berkelanjutan.

Pewarta : Rizka Sarah H.F.Ahsan