Program Sarjana Terapan Akuntansi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kuliah tamu bertema “From Profit to Planet: The Role of Management Accounting in Measuring Social and Environmental Impact”. Acara menghadirkan narasumber internasional Dr. Siti Fatimah Mohd Kassim, seorang akademisi dan peneliti di bidang akuntansi manajerial dan sustainability accounting. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan dosen dengan antusias sebagai bagian dari penguatan wawasan terkait akuntansi berkelanjutan.
Perkembangan dunia bisnis mengalami perubahan signifikan, dari fokus semata pada profit menuju penekanan yang lebih luas pada dampak sosial dan lingkungan. Perusahaan kini dituntut lebih transparan dalam mengukur kontribusi mereka terhadap keberlanjutan, sehingga akuntansi manajerial memiliki peran strategis dalam menyediakan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan jangka panjang. Pergeseran paradigma ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 13 (Climate Action) yang mendorong organisasi untuk mengelola sumber daya secara bertanggung jawab dan meminimalkan dampak lingkungan. Melalui kuliah tamu ini, Program Sarjana Terapan Akuntansi berupaya membekali mahasiswa dengan pemahaman bahwa akuntansi bukan hanya alat perhitungan laba, tetapi juga instrumen penting dalam menilai keberlanjutan perusahaan dan kontribusinya terhadap planet.

Tujuan
- Memperkenalkan konsep akuntansi manajerial berbasis keberlanjutan kepada mahasiswa.
- Menguatkan pemahaman tentang metode pengukuran dampak sosial dan lingkungan dalam praktik bisnis modern.
- Meningkatkan kesadaran generasi akuntan mengenai tanggung jawab profesional terhadap keberlanjutan.
- Mendorong lahirnya riset dan inovasi dalam bidang sustainability accounting sesuai kebutuhan industri global.
Kuliah tamu berlangsung dinamis dengan penyampaian materi komprehensif oleh Dr. Siti Fatimah Mohd Kassim. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa akuntansi manajerial tidak lagi terbatas pada perhitungan biaya dan pengendalian kinerja finansial, tetapi juga mencakup perhitungan emisi karbon, pengukuran waste management, hingga penilaian kontribusi sosial perusahaan. Pendekatan ini dianggap penting untuk memastikan perusahaan bertindak selaras dengan prinsip keberlanjutan global.
Para peserta diperkenalkan pada berbagai model pelaporan dampak lingkungan, seperti Environmental Management Accounting, Carbon Accounting, hingga Social Return on Investment (SROI) yang kini digunakan secara luas oleh perusahaan internasional. Dr. Siti Fatimah menekankan bahwa penguatan metode ini secara langsung mendukung tujuan SDG 12, yakni memastikan praktik produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab, serta SDG 13 melalui pemantauan jejak karbon dan mitigasi dampak perubahan iklim.

Diskusi berlangsung interaktif ketika mahasiswa menanyakan implementasi pelaporan keberlanjutan di Indonesia dan tantangan perusahaan dalam memperoleh data lingkungan yang akurat. Respon narasumber menyoroti pentingnya akuntan generasi baru yang mampu memahami indikator ESG (Environmental, Social, Governance) untuk menjawab tuntutan industri modern.
Kegiatan ditutup dengan ajakan bagi mahasiswa untuk memperluas riset dan minat pada sustainability accounting sebagai bidang yang memiliki prospek strategis dan berpengaruh bagi keberlanjutan perusahaan di masa depan.
Kontribusi terhadap SDGs:
Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan SDGs, yaitu:
- SDG 4: Quality Education – melalui penyediaan akses pendidikan berkualitas dengan menghadirkan pakar internasional dan wawasan terkini terkait akuntansi berkelanjutan.
- SDG 12: Responsible Consumption and Production – dengan mempromosikan pentingnya pengukuran dampak sosial dan lingkungan dalam praktik bisnis.
- SDG 13: Climate Action – melalui pemahaman tentang perhitungan jejak karbon dan pelaporan dampak lingkungan sebagai dasar mitigasi perubahan iklim.
- SDG 17: Partnerships for the Goals – lewat kolaborasi akademik antara program studi dan narasumber internasional dalam mendukung literasi keberlanjutan.
