Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Hospitality Human Touch: Bagaimana Keramahan Meningkatkan Nilai Produk F&B” pada Selasa, 9 Desember 2025 di Aula Kenanga Gedung B32 Lantai 2. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Estikowati, S.ST.Par., M.M sebagai narasumber, dengan fokus pada penguatan aspek pelayanan, kehangatan interpersonal, dan kualitas pengalaman pelanggan dalam industri makanan dan minuman.
Industri kuliner tidak hanya ditopang oleh kualitas produk pangan, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam memberikan pelayanan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada kenyamanan konsumen. Keramahan dan sentuhan personal dalam pelayanan terbukti mampu meningkatkan nilai tambah produk F&B, memperkuat daya saing usaha, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan.

Kuliah tamu ini relevan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) yang menekankan peningkatan produktivitas dan kualitas layanan industri; SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui praktik pelayanan yang bersih, aman, dan menyehatkan; serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong standar pelayanan yang berkualitas dan beretika dalam sektor kuliner.
Tujuan
- Memberikan pemahaman tentang pentingnya hospitality human touch dalam meningkatkan nilai jual produk F&B.
- Mengembangkan keterampilan pelayanan mahasiswa agar sesuai dengan standar industri modern.
- Menumbuhkan kesadaran tentang praktik pelayanan yang etis, aman, dan berkualitas dalam rangka mendukung SDGs.
- Membekali mahasiswa dengan wawasan strategis mengenai pengalaman pelanggan sebagai faktor kunci keberhasilan bisnis kuliner.
- Memperkuat hubungan akademik–industri dengan menghadirkan praktisi berpengalaman di bidang hospitality.
Kegiatan kuliah tamu berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa, terlihat dari diskusi kritis terkait bagaimana penerapan human touch dapat membangun loyalitas pelanggan. Dr. Estikowati menegaskan bahwa keramahan bukan sekadar sikap, namun strategi pelayanan yang dapat meningkatkan persepsi nilai konsumen terhadap produk F&B.

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa sentuhan personal yang tulus—seperti komunikasi empatik, responsif terhadap kebutuhan pelanggan, serta menjaga standar kebersihan dan keamanan makanan—memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan bisnis. Hal ini selaras dengan SDG 3, karena pelayanan yang bersih dan aman menjadi fondasi kesehatan konsumen; serta SDG 8, karena peningkatan kualitas pelayanan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sektor kuliner.
Mahasiswa juga diajak memahami hubungan antara etika pelayanan, keberlanjutan bisnis, dan tanggung jawab profesional, sebuah pendekatan yang relevan dengan SDG 12. Kegiatan ditutup dengan sesi studi kasus dan simulasi pelayanan, yang membantu mahasiswa menerapkan konsep hospitality human touch dalam praktik nyata.
Kontribusi terhadap SDGs:
Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan:
SDG 3 – Good Health and Well-being: Pelayanan F&B yang aman, higienis, dan berorientasi pada kesehatan konsumen.
SDG 8 – Decent Work And Economic Growth: Penguatan kompetensi mahasiswa sebagai tenaga profesional yang siap bersaing di industri kuliner.
SDG 12 – Responsible Consumption and Production: Promosi praktik pelayanan yang etis, berkualitas, dan berkelanjutan dalam penyediaan makanan dan minuman.
