Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Otomotif Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Peranan Material Komposit dalam Pembuatan Komponen Otomotif” bersama Dr. Ir. Drs. Moh. Hartono, M.T., dosen dan peneliti dari Politeknik Negeri Malang. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Auditorium A19 Lantai 9 dan dihadiri mahasiswa serta dosen yang antusias mempelajari perkembangan terbaru material komposit dalam industri otomotif modern.
Perkembangan industri otomotif saat ini menuntut inovasi pada material yang mampu menghasilkan kendaraan lebih ringan, efisien energi, kuat, dan ramah lingkungan. Material komposit menjadi salah satu solusi modern yang mampu mengurangi beban kendaraan, meningkatkan performa, dan pada saat yang sama mendukung pengurangan emisi karbon. Kebutuhan efisiensi energi dan pengurangan dampak lingkungan selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan SDG 13 (Climate Action). Pemahaman mendalam mengenai penerapan material komposit penting bagi mahasiswa sebagai calon teknisi dan inovator otomotif, agar mereka mampu menghadirkan terobosan industri yang lebih berkelanjutan. Kuliah tamu ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat pembelajaran berbasis teknologi masa depan yang relevan dengan tuntutan global.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai karakteristik, jenis, serta keunggulan material komposit yang kini banyak digunakan dalam industri otomotif modern. Pemaparan yang disampaikan narasumber membuka wawasan peserta tentang bagaimana komposit diaplikasikan pada berbagai komponen kendaraan untuk meningkatkan efisiensi, kekuatan, dan performa secara keseluruhan.
Selain itu, mahasiswa diajak untuk melihat hubungan erat antara inovasi material dan upaya pengurangan emisi karbon, sehingga mereka dapat memahami bahwa perkembangan teknologi otomotif tidak hanya berorientasi pada performa, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Wawasan ini kemudian diintegrasikan dalam proses perancangan dan rekayasa otomotif, mendorong mahasiswa untuk mengembangkan solusi yang lebih inovatif dan ramah lingkungan. Kuliah tamu ini juga berperan dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan industri yang terus bergerak menuju teknologi tinggi serta praktik produksi yang lebih hijau dan efisien. Dengan bekal pengetahuan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi inovator otomotif yang mampu menjawab kebutuhan global akan kendaraan masa depan yang berkelanjutan.

Kuliah tamu berlangsung dinamis dengan paparan ilmiah oleh Dr. Moh. Hartono yang menjelaskan perkembangan mutakhir material komposit serta penerapannya dalam komponen otomotif seperti bodi kendaraan, panel interior, rangka struktural, dan sistem pendukung performa. Beliau memaparkan bagaimana komposit mampu mengurangi massa kendaraan secara signifikan, sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan emisi gas buang dapat ditekan.
Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui sesi diskusi yang membahas berbagai aspek teknis, mulai dari proses fabrikasi komposit, standar keamanan, hingga peluang riset di masa depan. Pembahasan tersebut mempertegas kontribusi inovasi material terhadap agenda keberlanjutan global, terutama dalam pengembangan teknologi transportasi rendah emisi.
Kegiatan ini memberikan pemahaman mendalam bahwa penguasaan material komposit bukan hanya aspek teknis, tetapi juga bagian dari strategi implementasi SDGs melalui inovasi teknologi yang mendukung industri bersih dan ramah lingkungan.

Kontribusi terhadap SDGs:
Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan SDGs, yaitu:
- SDG 13: Climate Action, Menekankan bagaimana penggunaan material komposit dapat mengurangi emisi karbon melalui efisiensi energi kendaraan. Mendorong mahasiswa untuk mendesain solusi otomotif yang berorientasi pada mitigasi perubahan iklim.
- SDG 4: Quality Education, Menyediakan pengalaman belajar langsung dari pakar industri dan akademisi berkompeten. Memperkaya pembelajaran vokasional melalui integrasi ilmu material dan keberlanjutan.
- SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, Menguatkan pemahaman mahasiswa mengenai teknologi material mutakhir yang menjadi fondasi industri otomotif modern. Mendorong lahirnya inovasi rekayasa yang berbasis pada efisiensi dan teknologi tinggi.