Program Studi Sarjana Terapan Perpustakaan Digital Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang menggelar kuliah tamu bertema “The Implication of AI Misuse: How Unethical Generative AI Shapes Digital Harm” pada 9 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan Professor Ts. Dr. Mohamad Noorman Masrek, pakar teknologi informasi dan etika digital, yang membahas risiko penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI) serta implikasinya terhadap keamanan informasi di era transformasi digital. Acara berlangsung di Aula Perpustakaan Gedung C3 Lantai 2 Universitas Negeri Malang.

Perkembangan AI generatif menawarkan peluang besar dalam inovasi digital, namun juga menghadirkan tantangan etis, keamanan, dan literasi digital. Penyalahgunaan teknologi AI seperti deepfake, manipulasi data, dan disinformasi berpotensi menciptakan kerugian digital yang mengancam masyarakat. Isu ini selaras dengan tujuan SDGs 4 (Quality Education) melalui penguatan literasi teknologi, SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dalam penggunaan inovasi yang bertanggung jawab, serta SDGs 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) terkait keamanan data dan integritas informasi. Kuliah tamu ini diadakan sebagai upaya akademik untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai teknologi yang berkembang cepat sekaligus risiko yang ditimbulkannya.

Tujuan

  1. Memberikan pemahaman mendalam mengenai bentuk-bentuk penyalahgunaan AI generatif.
  2. Mengkaji dampak etis, sosial, dan keamanan dari penyalahgunaan teknologi digital.
  3. Menguatkan literasi digital mahasiswa sebagai calon profesional di bidang perpustakaan digital.
  4. Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi teknologi yang akuntabel dan beretika.
  5. Mendukung implementasi SDGs melalui pendidikan keamanan dan etika digital.

Kuliah tamu berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa. Professor Ts. Dr. Mohamad Noorman Masrek memaparkan bagaimana teknologi AI generatif dapat dimanfaatkan secara tidak etis, mulai dari fabrikasi konten, manipulasi visual, pencurian identitas, hingga penyebaran disinformasi. Pemateri juga menjelaskan mekanisme kerja deepfake serta tantangan dunia digital dalam menanggulangi konten berbahaya yang semakin sulit dideteksi.

Mahasiswa memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya menjaga integritas data dan mempraktikkan etika digital dalam setiap proses kerja. Diskusi yang terjadi menyoroti kebutuhan mendesak akan profesional perpustakaan digital yang memiliki kemampuan kritis dalam mengelola informasi dan memahami teknologi cerdas. Kegiatan ini memperkuat komitmen kampus dalam mendukung SDGs 4 melalui peningkatan kualitas pendidikan digital, SDGs 9 dengan mendorong pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, serta SDGs 16 melalui literasi keamanan digital untuk mewujudkan ekosistem informasi yang aman dan terpercaya.

Kontribusi terhadap SDGs:

Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan SDGs, yaitu:

SDG 4 – Quality Education: Penguatan literasi teknologi dan keamanan digital bagi mahasiswa.

SDG 9 – Industry, Innovation, and Infrastructure: Pendorong inovasi teknologi yang etis dan bertanggung jawab.

SDG 16 – Peace, Justice, and Strong Institutions: Edukasi mengenai mitigasi risiko digital yang mendukung keamanan informasi dan tata kelola yang kuat.