Malang – Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Penerapan IPTEK (PKM-PI) berhasil menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin pemotong otomatis “DUSLIC” yang diterapkan di Home Industry Laksana Kita, Singosari, Kabupaten Malang.

Inovasi ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap pelaku usaha kecil yang masih mengandalkan proses manual dalam produksi keripik tempe dan pisang. Dengan adanya mesin DUSLIC, proses pemotongan kini menjadi jauh lebih cepat, rapi, dan seragam, sehingga membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil produksi.

Ketua tim menjelaskan bahwa mesin ini dirancang agar mudah digunakan oleh pelaku industri rumahan. Tim juga memberikan pendampingan langsung kepada mitra mulai dari tahap instalasi, pelatihan penggunaan, hingga perawatan mesin, agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Program yang dilaksanakan sejak pertengahan tahun ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui sinergi antara inovasi dan pengabdian, tim DUSLIC berharap teknologi tersebut dapat menginspirasi lebih banyak UMKM untuk bertransformasi menuju proses produksi yang modern dan efisien.

Perwakilan mitra, Bapak Sasang, pemilik Home Industry Laksana Kita, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan dan pendampingan yang diberikan. Ia menilai kehadiran mesin ini membawa perubahan besar bagi usaha rumahan yang telah dijalankannya selama puluhan tahun.

Dengan semangat kolaborasi dan penerapan teknologi, Tim DUSLIC UM menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan menjadi langkah kecil menuju kemajuan industri lokal di Indonesia.