Malang, 25 September 2025 – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menegaskan peran strategisnya dalam menjawab tantangan nasional dan global melalui penyelenggaraan Seminar Nasional yang digelar oleh Program Studi Sarjana Terapan Perpustakaan Digital. Kegiatan yang mengangkat tema “Perpustakaan Digital sebagai Pusat Literasi dan Inovasi di Era Digital” ini tidak hanya sekadar diskusi akademis, melainkan sebuah deklarasi bahwa perpustakaan digital merupakan katalisator penting untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan, inovasi, dan kemitraan. Bertempat di Gedung Kuliah Bersama A20, Lantai 9 Universitas Negeri Malang.

Acara yang menghadirkan pakar, praktisi, dan akademisi dari seluruh Indonesia ini secara gamblang memetakan kontribusi nyata transformasi perpustakaan terhadap tiga pilar SDGs utama:

  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas – Memperluas Akses dan Memperdalam Makna Literasi
    Seminar ini menekankan bahwa perpustakaan digital bukan sekadar memindahkan koleksi fisik ke bentuk digital. Lebih dari itu, ia adalah engine untuk mewujudkan Pendidikan Berkualitas. Melalui inovasi layanan digital, akses terhadap sumber ilmu pengetahuan yang berkualitas dapat menjangkau pelosok negeri, mendobrak batas geografis dan sosial ekonomi, yang sejalan dengan semangat SDG 4 untuk memastikan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
  • SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur – Membangun Fondasi Informasi untuk NegeriTeknologi seperti artificial intelligence untuk katalogisasi, big data untuk analisis koleksi, dan platform digital yang user-friendly merupakan bentuk nyata inovasi infrastruktur informasi yang kuat dan inovatif ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan industri, penelitian, dan pengembangan di berbagai sektor lainnya. 
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan – Merajut Jejaring Kolaborasi
    Seminar nasional ini sendiri adalah wujud nyata dari SDG 17. Acara ini menjadi wadah pertemuan antara akademisi, praktisi, dan komunitas.

Transformasi menuju perpustakaan digital juga membawa dampak positif yang signifikan terhadap komitmen UM sebagai Green Campus. Setiap buku yang terdigitalisasi, setiap akses jurnal yang dilakukan secara online, pada dasarnya adalah upaya dekarbonisasi.

Dampak Green Campus yang dirasakan antara lain:

  • Pengurangan Jejak Karbon: Minimnya penggunaan kertas dan transportasi untuk mengakses koleksi fisik.
  • Efisiensi Energi dan Ruang: Perpustakaan digital yang terkelola dengan baik mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan fisik yang memerlukan pencahayaan dan pendingin ruangan yang besar.
  • Akses Berkelanjutan: Informasi dapat diakses 24/7 tanpa merusak atau mengurangi sumber daya alam, menciptakan model pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, seminar nasional ini tidak hanya berhasil membahas teori, tetapi juga menunjukkan jalan yang terang. Program Studi Sarjana Terapan Perpustakaan Digital UM memposisikan diri sebagai katalisator—pemercepat dan pemantik—yang melalui inovasi informasi dan literasi, turut membawa Indonesia selangkah lebih dekat mencapai SDGs, sekaligus membangun lingkungan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan.