Malang, 20 Oktober 2025 – Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui peluncuran resmi “MARK + Vokasi”, sebuah laboratorium praktik langsung bagi Program Studi Manajemen Pemasaran yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dan keberlanjutan dalam setiap aspek operasinya.
Laboratorium yang diresmikan pada Senin, 20 Oktober 2025 oleh Dekan Fakultas Vokasi ini, merupakan terobosan inovatif dalam pendidikan vokasi. Mini market ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual-beli, tetapi menjadi ruang kelas nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan teori pemasaran dalam bingkai bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muladi, S.T., M.T., selaku Dekan Fakultas Vokasi, menekankan bahwa inovasi ini selaras dengan visi pendidikan yang relevan dengan tantangan global.
“Era saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki mindset berkelanjutan. Melalui laboratorium pemasaran berbasis SDGs ini, kami mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia industri yang semakin mengutamakan praktik ESG (Environmental, Social, and Governance). Ini adalah bentuk nyata dari link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini,” ujarnya.
Keterkaitan dengan SDGs dan Dampak bagi Green Campus
Keberadaan Mini Market Vokasi ini secara langsung berkontribusi pada beberapa tujuan SDGs, sebagaimana yang diadvokasikan oleh Localise SDGs Indonesia (https://localisesdgs-indonesia.org/), di antaranya:
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas – Laboratorium ini merupakan bentuk experiential learning yang memungkinkan mahasiswa mengasah kompetensi pemasaran, kewirausahaan, dan manajemen ritel secara langsung, sekaligus menanamkan nilai-nilai keberlanjutan.
- SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi – Dengan keterampilan lengkap yang dimiliki, lulusan diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja atau menjadi tenaga kerja unggulan di sektor ritel dan pemasaran yang hijau (green jobs).
- SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab – Mini market ini akan menjadi percontohan dengan menjual produk-produk lokal (UMKM), menggunakan kemasan ramah lingkungan, mengurangi sampah plastik, dan menerapkan sistem daur ulang.

Dampak positifnya terhadap program Green Campus juga sangat nyata. Keberadaan mini market ini akan mengurangi jejak karbon kampus dengan mempromosikan produk lokal, mendorong budaya zero waste di kalangan civitas akademika, dan menjadi pusat edukasi bagi seluruh mahasiswa tentang pentingnya gaya hidup berkelanjutan.Simulasi dan Praktik Langsung bagi Mahasiswa
Bagi mahasiswa Prodi Manajemen Pemasaran, laboratorium ini menjadi ajang praktik yang sangat berharga. Mereka akan terlibat langsung dalam berbagai aspek, mulai dari manajemen persediaan, strategi pemasaran hijau (green marketing), branding produk lokal, pengelolaan keuangan, hingga layanan pelanggan yang beretika.
Rayie Tariaranie Wiraguna, S.E., M.M., selaku Ketua Program Studi menyampaikan antusiasmenya, “Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar menjual. Mereka belajar menjual dengan nilai tambah. Mereka akan merancang kampanye untuk produk ramah lingkungan, menganalisis perilaku konsumen terhadap produk hijau, dan mengelola bisnis ritel yang memprioritaskan planet dan manusia. Pengalaman ini akan menjadi pembeda mereka di dunia kerja
Dengan diluncurkannya Mini Market Fakultas Vokasi ini, Universitas Negeri Malang tidak hanya sekadar membuka tempat usaha baru, tetapi sedang menanamkan benih bagi lahirnya para pemimpin bisnis masa depan yang kompeten, kreatif, dan memiliki tanggung jawab moral terhadap kelestarian bumi.
