Malang, 8 Mei 2025 – Program Studi Teknologi Rekayasa dan Pemeliharaan Bangunan Sipil (TRPBS), Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang sukses menyelenggarakan TRPBS Bootcamp 2025 pada Hari Selasa dan Rabu, 22–23 April 2025. Kegiatan pelatihan kompetensi ini dibuka untuk umum dan dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring), dengan tujuan memperkuat kapasitas teknis dan inovatif sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Bootcamp ini menghadirkan pemateri dari kalangan praktisi profesional, yaitu Ibu Nabila Laras Satwikawati, S.T., M.Sc., selaku Head of BIM Manager, dan Ahmad Royan Mardika, S.Tr., sebagai BIM Engineer dari PT. PP (Persero) Tbk. Mereka memberikan pembekalan terkait teknologi konstruksi terkini dengan fokus pada penggunaan aplikasi Autodesk Revit dan Navisworks dalam desain arsitektur, struktur, serta penjadwalan proyek konstruksi. Pelatihan ini dirancang untuk mengintegrasikan keilmuan teknik sipil dengan pendekatan kreatif, adaptif, dan solutif yang selaras dengan kebutuhan industri masa kini.

Pelatihan ini mendukung SDG 4 melalui pendekatan berbasis praktik langsung dan kontekstual yang membekali mahasiswa dengan keterampilan relevan di dunia kerja. Sedangkan SDG 9 tercermin dalam dorongan terhadap peserta untuk menjadi agen inovatif dalam pengembangan infrastruktur digital yang tangguh dan berkelanjutan.

Salah satu peserta, Tia, mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi pengalaman pertama dalam menggunakan aplikasi BIM. “Kalau dalam sipil sendiri itu, aplikasi ini buat 3D sama desain, buat arsitektur sama struktur,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa selama dua hari pelatihan, ia belajar tentang pengendalian struktur bangunan bertingkat dan pembuatan elemen arsitektural. “Menantang karena baru ya, tapi menariknya bisa nambah skill. Apalagi angkatan 2022 kan buat magang juga, jadi menunjang banget,” ujarnya. Ia berharap program pelatihan seperti ini bisa diperbanyak karena sangat bermanfaat bagi mahasiswa.

Peserta lain, Raja, juga merasakan manfaat yang besar dari pelatihan ini. “Seru ya, Mas. Materinya mudah dipahami, diajari dari awal sampai akhir,” tuturnya. Meski belum pernah menggunakan aplikasi BIM sebelumnya, ia merasa tertantang karena langsung diajak mempraktikkan desain gedung. “Langsung praktik itu menantang,” tambahnya. Ia berharap kegiatan ini dapat terus diadakan secara berkala agar setiap angkatan bisa mendapatkan pengalaman yang sama. “Penting banget sih buat dunia kerja. Bisa memudahkan juga nantinya,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Panitia, Eri, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan inisiatif TRPBS untuk memfasilitasi mahasiswa, dosen, dan profesional dalam memahami dan menguasai teknologi BIM. “Training ini dibuat oleh prodi TRPBS untuk memfasilitasi mahasiswa, dosen, maupun profesional,” jelasnya. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dengan industri agar materi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan. “Kami ingin menyiapkan mahasiswa dan profesional yang ingin melanjutkan karier di dunia konstruksi agar menjadi lebih ahli.”

Lebih lanjut, Eri mengingatkan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam adopsi teknologi BIM jika dibandingkan dengan negara lain. “BIM sudah diimplementasikan di luar negeri sejak tahun 1990-an, sementara di Indonesia baru mulai tahun 2017. Maka dari itu, dengan adanya pelatihan ini, kami berharap Indonesia bisa mulai mengejar ketertinggalan dalam digitalisasi konstruksi.”

Dengan pelatihan seperti TRPBS Bootcamp 2025, TRPBS UM menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan vokasi yang siap kerja, berdaya saing tinggi, dan mampu berinovasi dalam bidang industri dan infrastruktur yang berkelanjutan.