Malang, 3 Mei 2025 — Perubahan zaman menuntut arah baru dalam pengembangan teknologi dan rekayasa industri yang tidak hanya canggih, tetapi juga bertanggung jawab. Isu ini menjadi sorotan dalam salah satu sesi penting pada International Symposium yang diselenggarakan oleh Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM), dengan menghadirkan Dr. Adi Izhar Bin Che Ani dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, sebagai keynote speaker.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi untuk memperkuat perannya dalam menjawab tantangan global melalui pendekatan teknologi yang berkelanjutan dan inovatif. Dalam kesempatan ini, Dr. Adi Izhar Bin Che Ani dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) juga menjalin kerja sama strategis dengan Prodi D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi dalam pengembangan kurikulum, penelitian terapan, dan penguatan jejaring internasional.
Melalui partisipasi aktif dalam simposium ini, prodi D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi turut berkontribusi dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan industri energi demi mendukung pengembangan rekayasa yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Dalam pemaparannya yang berjudul “Engineering with a Conscience: ESG in the Digital and Electric Era”, Dr. Adi menekankan pentingnya pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses perencanaan dan implementasi teknologi di era modern yang semakin digital dan beralih ke energi listrik. Menurutnya, tanpa kesadaran etis dan tanggung jawab sosial, kemajuan teknologi justru dapat memperbesar ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan.
“Rekayasa di masa depan tidak boleh hanya fokus pada efisiensi dan keuntungan ekonomi. Kita harus mengintegrasikan prinsip ESG sebagai kompas moral dalam inovasi teknologi,” tegas Dr. Adi di hadapan ratusan peserta dari berbagai institusi pendidikan dan industri.
Sesi ini mendapat sambutan positif, terutama karena relevansi topik dengan kondisi global saat ini. Percepatan transisi menuju energi hijau, digitalisasi masif, dan tekanan terhadap perusahaan untuk bertindak etis menjadikan materi ESG sebagai wacana kunci dalam pendidikan vokasi berbasis industri.
International Symposium ini merupakan agenda akademik pertama kali dan diharapkan akan menjadi acara tahunan yang digelar oleh Fakultas Vokasi UM sebagai bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan tinggi. Kegiatan ini mengangkat tema besar “Innovation in Arts, Social Humanities and Technology for a Sustainable Future” dan diikuti oleh akademisi dari Indonesia, Malaysia, dan Turki.
Pendaftaran untuk simposium ini dibuka secara daring melalui laman resmi bit.um.ac.id/symposium_fv hingga 30 April 2025. Panitia menyediakan tempat terbatas bagi mahasiswa dan dosen, yang menunjukkan eksklusivitas dan kualitas dari kegiatan ini.
Dengan mengangkat topik ESG dalam ranah teknik dan teknologi, Fakultas Vokasi UM tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap masa depan industri, tetapi juga menegaskan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan dan inovasi di era modern. Acara ini diharapkan menjadi pemantik diskusi lintas negara untuk membangun masa depan yang lebih etis, berkelanjutan, dan inklusif.
Kontribusi terhadap SDGs:
SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur:
Paparan Dr. Adi mendorong transformasi industri teknik melalui penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance). Ia menekankan bahwa inovasi harus disertai dengan kesadaran etis dan tanggung jawab sosial.
SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab:
Peserta diajak memahami bahwa praktik teknik dan produksi industri harus mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan. Ini membentuk generasi insinyur yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga sadar dampak jangka panjang dari inovasinya.
SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim:
Pendekatan ESG juga membahas dampak teknologi terhadap iklim, mendorong peserta untuk melihat rekayasa sebagai alat mitigasi perubahan iklim melalui efisiensi energi, teknologi listrik bersih, dan kebijakan industri hijau.
SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan:
Kehadiran narasumber internasional memperkuat kolaborasi antar negara dan perguruan tinggi dalam menjawab isu-isu global melalui pendekatan lintas disiplin.
Pewarta: I Made Ariana