Malang, Mei–November 2024 – Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang melalui Program Studi D4 Manajemen Pemasaran menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengelolaan desa wisata berbasis konsep green economy di Desa Jatisari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pemberdayaan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, serta kolaborasi multipihak yang berorientasi pada kemajuan desa wisata.
Desa Jatisari dikenal sebagai daerah dengan kekayaan alam yang potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, salah satunya adalah kawasan wisata Rawa Belong, yang menawarkan keindahan alam, kolam pemancingan, dan fasilitas rekreasi yang dikelola oleh karang taruna desa. Namun, seiring meningkatnya jumlah pengunjung, muncul pula permasalahan lingkungan yang cukup serius, khususnya terkait penumpukan sampah plastik yang dihasilkan oleh aktivitas wisatawan dan pedagang lokal. Sampah tersebut banyak ditemukan berserakan di sekitar lokasi wisata, dan dalam praktiknya seringkali hanya dibakar, sehingga menimbulkan polusi udara dan mengurangi kenyamanan lingkungan wisata.
Kondisi ini menjadi dasar tim pengabdian untuk merancang intervensi yang tidak hanya bersifat solutif dalam jangka pendek, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Maka, dipilihlah pendekatan berbasis green economy—sebuah pendekatan yang menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan hidup. Green economy menekankan pada pemanfaatan sumber daya secara efisien, penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan sekitar.
Tim pelaksana kegiatan merancang program yang terintegrasi, mulai dari sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan limbah, pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi, hingga pendampingan dalam pengembangan keterampilan dan pemasaran produk kreatif. Program ini menyasar secara langsung karang taruna desa, yang selama ini menjadi pengelola utama kawasan wisata Rawa Belong, sekaligus mengajak masyarakat sekitar untuk terlibat aktif dalam proses transformasi pengelolaan lingkungan desa mereka sendiri.
Dengan kegiatan ini, diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan kapasitas individu dalam hal teknis dan kewirausahaan, tetapi juga tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga keberlangsungan destinasi wisata secara bertanggung jawab. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk melihat sampah bukan sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pendapatan rumah tangga dan mendukung kelestarian kawasan wisata.
Tujuan dari kegiatan ini:
- Memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Jatisari tentang pentingnya pengelolaan limbah plastik secara berkelanjutan.
- Meningkatkan kemampuan karang taruna desa dalam menghasilkan produk inovatif berbahan dasar sampah.
- Mengimplementasikan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Repair) dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa wisata.
- Membuka peluang pendapatan baru melalui penjualan produk daur ulang yang ramah lingkungan.
Dokumentasi Penyuluhan oleh Bank Sampah
Dokumentasi Pembuatan Produk Inovatif dari Limbah Plastik
Dokumentasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa Jatisari
Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai jenis dan dampak limbah plastik yang disampaikan oleh mitra dari Bank Sampah Kota Malang. Masyarakat Desa Jatisari mendapatkan pemahaman baru tentang cara mengelola sampah secara efektif dan melihat peluang dari sampah plastik sebagai sumber daya produktif.
Selanjutnya, dilakukan pelatihan pembuatan produk inovatif dari sampah plastik seperti tikar, tas, vas bunga, tempat pensil, dan alas meja. Produk-produk ini tidak hanya digunakan sebagai perlengkapan di wisata Rawa Belong, tetapi juga dijadikan souvenir bernilai jual untuk wisatawan. Pelatihan ini melibatkan 25 anggota karang taruna desa sebagai peserta aktif.
Model pendekatan yang digunakan mencakup:
- Participatory Rural Appraisal (PRA): keterlibatan warga sejak perencanaan hingga
- Participatory Technology Development: pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mengelola
- Community Development: pemberdayaan masyarakat desa sebagai pelaku
- Edukatif: edukasi melalui sosialisasi dan pendampingan
Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi partisipatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah dan membuka peluang ekonomi baru di sektor pariwisata ramah lingkungan.
- SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi:
Kegiatan ini membuka peluang kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui produksi dan penjualan barang daur ulang.
- SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab:
Edukasi dan praktik pengelolaan sampah melalui prinsip 5R mendorong perilaku konsumsi- produksi yang lebih sadar lingkungan.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan:
Kolaborasi aktif antara tim pengabdian Universitas Negeri Malang, Bank Sampah Kota Malang, dan Pemerintah Desa Jatisari memperkuat keterlibatan multipihak untuk tujuan pembangunan berkelanjutan.
Penulis : Rayie Tariaranie Wiraguna, Ely Siswanto, Handri Dian Wahyudi, Della Ayu Zonna Lia
Editor : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat