Perkembangan pendidikan vokasi menuntut pendekatan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga berbasis praktik langsung untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan industri. Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang berkomitmen mendorong kreativitas dan inovasi mahasiswa melalui kegiatan berbasis proyek. Dalam rangkaian acara Vocaspira Fest yang diselenggarakan untuk memperingati Dies Natalis Fakultas Vokasi, Prodi TRM menggelar pameran karya mahasiswa yang menampilkan berbagai produk hasil rekayasa teknik, seperti mesin pemarut pisang, mesin pencacah rumput, roda gigi, dan hasil produksi menggunakan mesin CNC. Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk menunjukkan capaian keterampilan mahasiswa serta memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan teknologi masyarakat. Melalui pameran ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan hasil karyanya, tetapi juga belajar berkomunikasi, berwirausaha, dan memahami nilai tambah dari inovasi teknik. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) dalam meningkatkan kualitas pendidikan, menciptakan lapangan kerja berbasis teknologi, serta mendorong konsumsi dan produksi berkelanjutan.

Tujuan dari kegiatan ini, sebagai berikut:

  1. Menampilkan hasil karya dan inovasi mahasiswa TRM kepada publik dan mitra industri.
  2. Mendorong pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dalam ranah teknik manufaktur.
  3. Memberikan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa serta memotivasi budaya riset dan rekayasa.
  4. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis teknologi melalui prototipe yang layak dikembangkan secara komersial.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Vokasi sebagai pembina dan pembuka acara, Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur sebagai coordinator teknis pelaksanaan pameran, Dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur sebagai fasilitator mahasiswa dalam proses pembuatan karya, dan Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur sebagai tim kreatif sekaligus peserta pameran. Kegiatan ini dibiayai oleh dana operasional kegiatan dari Fakultas Vokasi UM, dana swadaya dari prodi dan mahasiswa untuk pembuatan produk, dan sponsorship dari Manabu Insan Mulia serta Kawan Lama.

Sabtu 3 Mei 2025 dan Minggu 4 Mei 2025, Pameran berhasil menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk sivitas akademika, mitra industri, dan masyarakat umum. Produk yang dipamerkan menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan teori menjadi solusi nyata, khususnya di bidang teknologi tepat guna dan manufaktur. Beberapa karya seperti mesin pencacah rumput dan mesin pemarut pisang mendapat perhatian khusus karena potensial untuk diterapkan dalam sektor pertanian dan UMKM. Kegiatan ini juga membuka peluang untuk kerja sama pengembangan lebih lanjut dengan mitra industri. Dalam diskusi informal selama pameran, pihak prodi mendapatkan masukan tentang potensi komersialisasi produk tertentu. Dosen dan mahasiswa terlibat aktif dalam membangun komunikasi teknis yang positif, yang akan ditindaklanjuti dalam bentuk rencana riset kolaboratif dan program inkubasi produk berbasis vokasi.

Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur berharap pameran ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas karya mereka. Dengan memamerkan hasil kerja nyata kepada masyarakat, diharapkan mahasiswa semakin percaya diri dalam mengembangkan ide-ide baru yang dapat bermanfaat bagi industri dan masyarakat luas. “Harapannya kita bisa menambah barang atau produk”nya dan juga bisa ditambahkan dari tugas” harian kita buat dipamerkan disini” ujar Singgar.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas, baik antara mahasiswa dan dosen, maupun dengan pihak industri. Dengan semakin banyaknya inovasi yang dihasilkan, program studi ini optimis dapat terus membangun reputasi sebagai salah satu pusat unggulan teknologi manufaktur di Indonesia. Di sisi lain, antusiasme pengunjung, terutama siswa SMA, diharapkan dapat mendorong mereka untuk tertarik melanjutkan pendidikan di bidang teknologi manufaktur, sehingga regenerasi dalam bidang ini dapat terus terjaga.

Kontribusi sesuai SDG:

  • SDG 4: Meningkatkan mutu pendidikan melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan pameran karya nyata.
  • SDG 8: Mendorong kreativitas dan inovasi mahasiswa sebagai bekal keterampilan kerja dan wirausaha.
  • SDG 9: Mewujudkan inovasi industri kecil berbasis teknologi mahasiswa.
  • SDG 12: Mendorong produksi teknologi sederhana yang efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan untuk sektor masyarakat luas.