Mahasiswa Program Studi D4 Akuntansi dari Fakultas Vokasi Universitas Negeri malang (UM) Silfia Ziaroh Nafisa, bersama dosen pembimbing, Ferby Mutia Edwy, S.E., M.Ak., turut berkontribusi dalam pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan aplikasi pembukuan berbasis Microsoft Excel untuk UMKM keberlangsungan usaha UMKM Dealer Untung Jaya Motor yang berada di Desa Kencong, Kabupaten Jember. Untuk memudahkan penggunaan, aplikasi ini juga dilengkapi dengan buku panduan yang berisi langkah-langkah penggunaan dan contoh berbagai transaksi untuk penjurnalan.

Seperti UMKM lainnya, UMKM Dealer Untung Jaya Motor ini juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan yang efisien. Pencatatan transaksi yang masih dilakukan secara manual menyebabkan sering terjadi kesalahan dalam pencatatan, hilangnya bukti transaksi, dan ketidakmampuan dalam menghitung keuntungan atau kerugian secara akurat. Hal ini menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan usaha tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, Silfia Ziaroh Nafisa mengembangkan sebuah aplikasi pembukuan berbasis Microsoft Excel yang dirancang khusus sesuai kebutuhan UMKM Dealer Untung Jaya motor. Aplikasi ini mencakup fitur pencatatan transaksi penjualan, pembelian, serta laporan keuangan seperti laporan laba rugi dan arus kas. Aplikasi ini dirancang dengan sederhana agar mudah digunakan oleh pemilik UMKM, namun tetap efektif dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan.

Pengembangan aplikasi ini juga mendukung pencapaian SDGs nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mempromosikan penggunaan teknologi digital dalam operasional UMKM, sehingga mendorong inovasi dan peningkatan produktivitas usaha. Selain itu, inovasi ini membantu UMKM untuk lebih mudah beradaptasi dengan era digital, memperkuat daya saing mereka di pasar, dan memastikan keberlanjutan usaha di masa depan. Melalui solusi ini, diharapkan UMKM Dealer Untung Jaya Motor mampu meningkatkan efisiensi dalam pencatatan keuangan, mengurangi risiko kesalahan manusia, serta mendorong pertumbuhan usaha yang lebih baik. Inisiatif ini sejalan dengan upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, seperti yang diamanatkan oleh SDGs nomor 8 dan nomor 9.