Guest Lecture dengan tema yang membahas pentingnya praktik berkelanjutan diselenggarakan pada hari Minggu, 3 Mei 2025, pukul 09.30 – 12.00 WIB bertempat di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen serta mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode, Fakultas Vokasi, serta beberapa kampus luar negeri lainya.
Pemateri acara ini adalah beliau Dr. Arasinah yang membahas isu lingkungan dan keberlanjutan, dengan topik utama mengenai pentingnya praktik berkelanjutan dalam pengelolaan pakaian bekas. Dalam presentasinya, Dr. Arasinah mengangkat isu krusial terkait tingginya volume limbah tekstil yang dihasilkan akibat tren mode yang berubah dengan cepat (fast fashion). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, dan pelaku industri kreatif yang tertarik pada solusi berbasis ekonomi hijau.
Beliau menjelaskan bahwa banyak masyarakat belum menyadari dampak lingkungan dari limbah tekstil yang menumpuk di tempat pembuangan akhir. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih luas melalui edukasi publik, advokasi gaya hidup berkelanjutan, serta promosi busana daur ulang sebagai alternatif yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga tetap bergaya dan ekonomis.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak lingkungan dari limbah tekstil dan mendorong perubahan perilaku konsumsi menuju pola yang lebih bertanggung jawab. Melalui edukasi tentang pentingnya daur ulang, dan pemilihan busana ramah lingkungan, kegiatan ini juga ingin menginspirasi produsen dan pelaku industri mode untuk mengembangkan inovasi desain yang berkelanjutan. Dengan begitu, tercipta sinergi antara konsumen dan produsen dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan guest lecture yang diadakan oleh Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode Universitas Negeri Malang ini memiliki kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan SDGs, Khususnya SDG 9, 12 dan 17
- SDG 9 – Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Materi Dr. Arasinah mendorong pelaku industri mode untuk berinovasi dalam menciptakan desain dan proses produksi yang ramah lingkungan. Ini mencakup penggunaan material daur ulang, penerapan prinsip ekonomi sirkular, serta pengembangan infrastruktur produksi yang mendukung keberlanjutan dalam rantai pasok industri fesyen. - SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Dengan menyoroti pentingnya perilaku konsumsi yang bertanggung jawab, kegiatan ini memperkuat kesadaran masyarakat dalam memilih dan mengelola pakaian secara bijak. Ajakan untuk mendaur ulang dan mendonasikan pakaian bekas menjadi langkah konkret dalam mengurangi limbah tekstil serta meminimalisir dampak lingkungan dari konsumsi berlebihan. - SDG 17 – kemitraan Untuk Mencapai Tujuan
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara konsumen, produsen, pemerintah, dan lembaga pendidikan. Hanya melalui kemitraan yang kuat dan komitmen bersama, transisi menuju sistem mode yang berkelanjutan dapat diwujudkan secara efektif dan menyeluruh.