



Malang, 7 Mei 2025 – Mahasiswa Program Studi D4 Tata Boga, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Pameran Karya Cipta Boga 2025 pada Sabtu-Minggu, 3–4 Mei 2025 bertempat di Area Parkir Graha Cakrawala UM. Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian Saporica Fest, dalam naungan kegiatan Vocaspira Fakultas Vokasi UM sekaligus luaran dari mata kuliah Karya Cipta Makanan dan Minuman serta Karya Cipta Patiseri.
Mengusung tema “From Kitchen to Future – a Sustainable Journey”, acara ini menjadi wujud konkret semangat inovasi dan keberlanjutan dalam dunia kuliner, sekaligus mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 (Responsible Consumption and Production), poin 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), poin 4 (Quality Education) serta poin 2 (Zero Hunger).
Pameran yang dimulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng., MIEEE, Ph.D., selaku Wakil Rektor IV UM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan sajian boga inovatif berbasis bahan lokal yang tidak hanya lezat tetapi juga berkelanjutan.
“Mahasiswa Tata Boga tidak hanya dituntut mahir mengolah makanan, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan masa depan dengan inovasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial,” ungkapnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Fakhrul Zikri, menyebutkan bahwa pameran ini diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2021 Prodi D4 Tata Boga. Mereka menampilkan berbagai karya kreatif hasil eksplorasi bahan pangan lokal yang dikemas modern dan bernilai jual tinggi. Acara turut dihadiri oleh Dekan beserta jajarannya, Dosen dan Mahasiswa dari lingkungan Fakultas Vokasi UM.
Dari puluhan karya yang dipamerkan, tiga karya unggulan berhasil meraih juara utama yaitu Juara 1 “Icetok”, es krim berbahan dasar bir pletok minuman tradisional khas Betawi (Adinda Putri Fadhilah), Juara 2 “Mousse Talam Jagung Dessert Cup”, perpaduan rasa alami dari jagung dalam konsep dessert kekinian (Muhammad Alwi Zamzami), dan Juara 3 “Sawut Cake”, inovasi dari olahan singkong khas Jawa dalam bentuk kue kekinian (Muhammad Daffa Putra Pratama). Selain itu, penghargaan Booth Terbaik diberikan kepada tim yang mengusung tema “Fuel – Energi Lokal”.
Pameran ini membuktikan bahwa dunia kuliner dapat menjadi bagian penting dalam gerakan keberlanjutan global. Dengan pendekatan kreatif dan berbasis kearifan lokal, mahasiswa Tata Boga UM telah menunjukkan bahwa dari dapur, mereka mampu menatap masa depan yang lebih hijau dan inklusif.



