Industri fashion di Kota Malang terus berkembang pesat, dengan banyak pelaku usaha yang berupaya meningkatkan daya saing produk mereka. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh para pengusaha bordir dan sulam adalah kurangnya pemahaman terhadap desain inovatif serta teknik pewarnaan yang sesuai dengan tren pasar. Selain itu, pemanfaatan limbah kain sebagai bagian dari konsep sustainable fashion masih belum dioptimalkan oleh banyak pelaku industri.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopindag) Kota Malang menginisiasi program pelatihan bertajuk Pelatihan Desain Bordir dan Sulam Produk Fashion. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para pelaku usaha di bidang fashion, terutama dalam hal desain bordir dan sulam, serta memperkenalkan metode inovatif yang mendukung keberlanjutan industri fashion.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan keterampilan para pelaku usaha di bidang fashion, khususnya dalam teknik desain bordir dan sulam, sehingga mereka dapat menghasilkan produk yang lebih inovatif dan memiliki nilai jual yang tinggi. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan metode Usable Quilting sebagai salah satu teknik yang dapat digunakan dalam pengurangan limbah industri fashion serta meningkatkan efisiensi dalam pemanfaatan bahan kain perca.

Dalam pelatihan ini, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya pemilihan warna yang sesuai dengan tren pasar. Dengan memanfaatkan aplikasi colormatch.id, peserta dapat lebih mudah menentukan warna motif bordir yang sesuai dan menarik bagi konsumen. Selain itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan mesin jahit portabel dalam proses produksi fashion, sehingga peserta dapat lebih efisien dalam meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Lebih dari itu, pelatihan ini juga menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk berjejaring dan berbagi pengalaman dalam industri fashion. Dengan adanya interaksi antar peserta, diharapkan mereka dapat bertukar ide serta menjalin kerja sama yang dapat meningkatkan daya saing produk lokal, baik di pasar domestik maupun internasional. Kegiatan ini dibiayai oleh dana mandiri dan penyelenggara.

Malang, 1 Maret 2025 – Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopindag) Kota Malang sukses menyelenggarakan program pelatihan dengan tema Pelatihan Desain Bordir dan Sulam Produk Fashion. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 27 Februari hingga 1 Maret 2025, bertempat di Hotel Montana Dua Kota Malang. Pelatihan berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn., yang merupakan Ketua Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang. Beliau didampingi oleh tim instruktur dari mahasiswa Sarjana Terapan Desain Mode UM, yaitu Lusi Arianti, Destia Nandasari, Aufi Nurussyahida, dan Itsna Nur Azima Tsiqoh.

Pelatihan diawali dengan pemberian materi mengenai konsep produk Usable Quilting yang akan dibuat oleh peserta. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang padu padan warna dengan memanfaatkan aplikasi colormatch.id, yang dapat membantu para pekerja bordir dalam menentukan warna motif bordir dengan lebih optimal. Produk Usable Quilting yang dibuat dalam pelatihan ini berupa outer berbahan dasar hitam, dihiasi dengan aplikasi fabric scrap (potongan kain perca), serta diselesaikan dengan lapisan luar berbahan tile. Teknik ini tidak hanya meningkatkan nilai estetika produk tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan limbah industri fashion. Outer tersebut kemudian diberi hiasan berupa sulam dan bordir yang minimalis.

Peserta pelatihan terdiri dari para pengusaha di bidang fashion yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan mesin jahit portabel. Mesin tersebut dibawa langsung ke lokasi pelatihan dan difungsikan secara optimal untuk mewujudkan output produk dari pelatihan ini. Selain itu, sejumlah pejabat kedinasan juga turut serta dalam pelatihan sebagai bagian dari upaya peningkatan keterampilan di bidang fashion.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Dekranasda Kota Malang, Ibu Dra. Hj. Nanik Andriani Wahyu Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pelatihan ini dan menegaskan pentingnya kegiatan serupa untuk terus dilakukan di masa mendatang.

Dengan suksesnya pelaksanaan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan mereka lebih lanjut dan menerapkannya dalam bisnis fashion masing-masing, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

 Pelatihan ini memiliki relevansi yang kuat dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan akses pembelajaran berbasis keterampilan kepada para pelaku usaha fashion. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktis mengenai teknik bordir, sulam, dan pemanfaatan teknologi warna, yang dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam menghasilkan produk fashion berkualitas.

Selanjutnya, kegiatan ini juga mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan meningkatkan keterampilan para pelaku usaha fashion, sehingga mereka dapat lebih produktif dan berdaya saing dalam industri kreatif. Dengan meningkatnya keterampilan, diharapkan para peserta mampu mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja baru.

Pelatihan ini juga sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), karena memperkenalkan konsep Usable Quilting sebagai upaya untuk mengurangi limbah tekstil dalam industri fashion. Penggunaan kain perca yang diolah kembali menjadi produk fashion bernilai jual tinggi merupakan langkah konkret dalam mendukung prinsip sustainable fashion dan mengurangi dampak negatif industri tekstil terhadap lingkungan.

Selain itu, pelatihan ini juga berkaitan dengan SDG 5 (Kesetaraan Gender), mengingat mayoritas peserta adalah perempuan yang berusaha meningkatkan keterampilan mereka di bidang fashion. Dengan adanya pelatihan ini, mereka mendapatkan akses terhadap pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka, serta memperkuat peran perempuan dalam dunia usaha. Pelatihan ini memiliki relevansi yang kuat dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs).