


Latar belakang
Industri fesyen saat ini berkembang pesat, didorong oleh inovasi dan adaptasi teknologi yang semakin relevan dengan kebutuhan pasar global. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menciptakan SDM unggul dan inovatif yang mampu menjawab tantangan industri tersebut, salah satunya melalui kegiatan kolaboratif dan berbagi ilmu antara akademisi dan praktisi industri fesyen dari berbagai negara. Dalam konteks ini, Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode Universitas Negeri Malang terus berupaya memperkaya wawasan dan keterampilan mahasiswanya melalui berbagai program, termasuk kuliah tamu dengan narasumber internasional.
Kuliah tamu bertajuk “Strategi Inovasi Desain Fesyen melalui Metodologi Penciptaan” yang diadakan pada 19 September 2024 adalah salah satu wujud komitmen tersebut. Dalam kuliah ini, mahasiswa berkesempatan mendalami konsep-konsep desain inovatif yang relevan dengan tren global dan berbasis budaya lokal. Kehadiran Ts. Dr. Shaliza Mohd Shariff, Ketua Program Jabatan Seni Reka Fesyen, KPSK UiTM Malaysia, membuka cakrawala baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya kolaborasi lintas budaya dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing dalam industri fesyen.
Melalui acara ini, Universitas Negeri Malang tidak hanya memperkuat jaringan kerjasama internasional, tetapi juga memfasilitasi pertukaran ide dan pengetahuan yang bermanfaat bagi perkembangan akademik dan profesional di bidang fesyen.
Tujuan
Tujuan dari kegiatan kuliah tamu ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang inovasi desain fesyen, khususnya dalam hal strategi penciptaan yang mengintegrasikan penelitian, kolaborasi, dan teknologi. Melalui pemaparan Ts. Dr. Shaliza Mohd Shariff, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya pemanfaatan teknologi digital, seperti digital portfolio, sebagai bagian dari dokumentasi dan pengembangan desain yang sesuai dengan tuntutan industri fesyen modern. Acara ini juga bertujuan menginspirasi mahasiswa agar dapat mengangkat elemen budaya lokal ke dalam karya mereka, sebagaimana yang dicontohkan melalui desain bertema “Melaka Tourism Year 2024,” yang mengedepankan nilai-nilai budaya khas Melaka dalam fesyen.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi internasional dalam pendidikan fesyen, terbukti dengan adanya penandatanganan MoU dan implementation agreement antara Universitas Negeri Malang dan UiTM Malaysia. Kerja sama lintas negara ini merupakan langkah penting untuk membangun jaringan global yang bermanfaat dalam pertukaran ilmu dan pengembangan profesional di bidang fesyen. Lebih lanjut, kuliah tamu ini juga mendukung kolaborasi penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM, seperti proyek “Fashion Color Match” yang berfokus pada aplikasi padu padan warna bagi UMKM bordir di Jawa Timur.
Kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan desain yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan tren. Selain berfokus pada inovasi, acara ini menggarisbawahi pentingnya etika dalam penelitian desain fesyen, terutama dalam kolaborasi dengan mitra industri, demi menghasilkan karya yang bertanggung jawab dan relevan bagi masyarakat serta dunia industri.
Keterlibatan unsur fakultas
Kegiatan ini diketuai oleh Ibu Dr. Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn., selaku ketua program studi D4 Desain Mode, dan diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif D4 Desain Mode. Dalam pelaksanaannya, Bapak Dr. Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn. bertugas menjadi moderator, serta seluruh dosen D4 Desain Mode yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.
Sumber pendanaan
Kegiatan ini didukung oleh dana internal Universitas Negeri Malang sebagai bagian dari upaya mendukung inovasi pendidikan dan memperkuat jaringan internasional di bidang fesyen, dan didukung oleh fasilitas seminar room yang memadai dari Universitas Negeri Malang. dihadiri oleh seluruh mahasiswa aktif Sarjana Terapan Desain Mode Universitas Negeri Malang.
Hasil yang diperoleh


Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode Universitas Negeri Malang sukses mengadakan kuliah tamu bertajuk “Strategi Inovasi Desain Fesyen melalui Metodologi Penciptaan” pada hari Kamis, 19 September 2024. Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber internasional Ts. Dr. Shaliza Mohd Shariff, Ketua Program Jabatan Seni Reka Fesyen, KPSK UiTM Malaysia. Acara ini berlangsung di Seminar Room Lantai 9, Gedung Kuliah Bersama A19 Universitas Negeri Malang.
Dalam sesi kuliah, Dr. Shaliza memaparkan beberapa konsep inovasi dalam desain fesyen yang berfokus pada pendekatan penelitian, kolaborasi, dan teknologi sebagai kunci pengembangan desain yang relevan dengan kebutuhan industri. Salah satu poin utama adalah pemanfaatan teknologi digital untuk membentuk digital portfolio sebagai bagian penting dalam dokumentasi dan pengembangan desain. Beliau juga menekankan pentingnya penerapan etika penelitian dalam pengembangan desain yang memerlukan kolaborasi dengan mitra industri, seperti yang dilakukan UiTM dalam kerja sama dengan Aeon Malaysia Sdn Bhd.


Poin menarik lainnya dalam presentasi Dr. Shaliza adalah tema “Melaka Tourism Year 2024,” di mana desain fesyen dikembangkan dengan inspirasi dari sejarah, budaya, dan keunikan arsitektur Melaka, termasuk desain dengan elemen dekoratif khas seperti motif geometris dan sentuhan gaya Baba Nyonya. Dengan pendekatan ini, Dr. Shaliza mencontohkan inovasi fesyen berbasis budaya lokal, yang disesuaikan dengan trend dan permintaan pasar global.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, dilakukan juga penandatanganan kerja sama (MoU) antara Universitas Negeri Malang dan UiTM Malaysia, sekaligus implementation agreement (IA) untuk memperkuat kolaborasi lintas negara. Kolaborasi penelitian turut disepakati antara Ibu Dr. Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn., dan Dr. Shaliza dalam proyek berjudul “Fashion Color Match: Aplikasi Padu Padan Warna dalam Pembuatan Desain bagi UMKM Bordir Jawa Timur” yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal. Kuliah tamu ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dalam mengembangkan karya desain yang berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika industri.
Kontribusi sesuai SDG
Kegiatan kuliah tamu yang diadakan oleh Program Studi Sarjana Terapan Desain Mode Universitas Negeri Malang ini memiliki kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan SDGs, khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnership for the Goals).
- SDG 4: Quality Education: Kuliah tamu ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari narasumber internasional yang ahli di bidang fesyen, Ts. Dr. Shaliza Mohd Shariff. Hal ini mendukung SDG 4 dengan menyediakan pendidikan berkualitas yang memperluas wawasan mahasiswa tentang inovasi dalam desain fesyen, penerapan teknologi digital, dan pendekatan riset yang dapat menunjang pengembangan keterampilan profesional mereka. Selain itu, materi yang disampaikan, seperti metode dokumentasi digital melalui digital portfolio dan pentingnya etika dalam riset desain, memperkaya kompetensi dan pengetahuan mahasiswa untuk bersaing di industri global.
- SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure: Kegiatan ini turut berkontribusi pada SDG 9 dengan menekankan peran inovasi dan teknologi dalam industri fesyen. Dr. Shaliza memaparkan konsep inovasi yang relevan, seperti penggunaan teknologi digital untuk pengembangan desain dan kolaborasi dengan industri, yang dapat memperkuat infrastruktur akademik dan industri fesyen. Selain itu, adanya proyek kolaboratif “Fashion Color Match” yang difokuskan untuk meningkatkan daya saing UMKM bordir Jawa Timur melalui aplikasi padu padan warna adalah langkah nyata dalam mendorong industrialisasi berkelanjutan dan pemberdayaan inovasi bagi bisnis lokal.
- SDG 17: Partnership for the Goals: Kerja sama antara Universitas Negeri Malang dan UiTM Malaysia yang ditandai dengan penandatanganan MoU serta perjanjian implementasi merupakan bentuk nyata dari SDG 17. Kolaborasi lintas negara ini memperkuat kemitraan global dalam pendidikan dan riset fesyen, menciptakan peluang untuk pertukaran pengetahuan dan sumber daya yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kerja sama ini juga memfasilitasi hubungan yang lebih erat antara akademisi dan industri, sehingga dapat mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan melalui upaya kolektif yang berdampak luas bagi pendidikan dan pengembangan industri fesyen di Asia Tenggara.