Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa dan Pemeliharaan Bangunan Sipil (TRPBS) Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang baru-baru ini menggelar kuliah tamu yang bertajuk “How to Get Novelty and Research Gap sebagai Langkah Awal Penulisan Jurnal Internasional“. Acara ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis kepada para mahasiswa, peneliti, dan akademisi muda dalam menemukan kebaruan (novelty) serta mengidentifikasi celah penelitian (research gap) sebagai langkah awal dalam menulis artikel untuk publikasi di jurnal internasional.

Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Dina Paramitha Anggraeni Hidayat S.T., M.T., beliau adalah dosen Universitas Trisakti yang merupakan seorang ahli programming, hidrolika, hidrologi, irigasi, dan sumber daya air. Dalam paparan yang berlangsung selama dua jam, Dr. Sarah memaparkan strategi penting dalam menulis artikel ilmiah yang memiliki nilai kebaruan yang tinggi, serta bagaimana cara mengidentifikasi gap dalam literatur yang sudah ada.

Menurut Ibu Dina, menemukan kebaruan dalam sebuah topik penelitian merupakan kunci utama untuk menghasilkan artikel yang dapat diterima oleh jurnal internasional yang bereputasi. “Peneliti sering kali terjebak dalam rutinitas mengulang penelitian yang sudah ada tanpa mencari perspektif baru atau mengidentifikasi masalah yang belum banyak dieksplorasi. Kebaruan atau novelty dalam penelitian sangat penting untuk meningkatkan peluang diterimanya artikel di jurnal internasional,” ujar Ibu Dina.

Ia menambahkan bahwa research gap adalah celah yang ada dalam penelitian sebelumnya yang belum terjawab atau dieksplorasi dengan baik, dan itulah yang harus ditemukan oleh peneliti. Menurutnya, ada beberapa cara untuk menemukan research gap yang dapat dijadikan landasan penulisan jurnal internasional, antara lain:

1. Mengkaji Literatur yang Ada Secara Mendalam

      Langkah pertama adalah melakukan review literatur secara komprehensif untuk memahami penelitian yang sudah ada. Dengan memahami penelitian sebelumnya, peneliti dapat mengidentifikasi apakah ada area yang belum diteliti atau temuan yang masih bertentangan.

      2. Melihat Tren dan Isu Terkini

      Peneliti juga harus mengikuti tren dan isu terbaru dalam bidang keilmuan yang diminati. Sering kali, perkembangan teknologi, perubahan sosial, atau permasalahan global membuka celah baru yang belum banyak diteliti.

      3. Fokus pada Metodologi dan Pendekatan Baru

      Kadang-kadang, kebaruan dalam penelitian bisa ditemukan dengan pendekatan metodologi yang lebih baru atau lebih relevan. Misalnya, menggunakan metode analisis data yang lebih maju atau mengadaptasi teknologi terkini untuk menjawab pertanyaan penelitian.

      4. Diskusi dengan Kolega dan Mentor

      Berdiskusi dengan kolega, mentor, atau sesama peneliti juga merupakan cara yang efektif untuk menemukan celah dalam penelitian. Mereka dapat memberikan perspektif berbeda dan membantu mengidentifikasi area yang masih bisa diteliti lebih lanjut.

      5. Mempertimbangkan Konteks Lokal atau Spesifik

      Terkadang, gap dalam penelitian global dapat ditemukan dengan meneliti topik yang relevan dalam konteks lokal atau spesifik yang belum banyak dieksplorasi oleh penelitian internasional.

      Setelah mengidentifikasi research gap, Ibu Dina menekankan pentingnya merancang penelitian yang dapat mengisi celah tersebut dengan cara yang orisinal dan relevan. “Sebagian besar jurnal internasional mencari artikel yang tidak hanya mengisi gap penelitian, tetapi juga menawarkan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” tambahnya.

      Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang cukup antusias diikuti oleh peserta. Banyak mahasiswa dan peneliti muda yang merasa terbantu dengan wawasan yang dibagikan oleh Ibu Dina. Sejumlah peserta menyatakan bahwa kuliah tamu ini memberi mereka pemahaman yang lebih jelas mengenai langkah-langkah yang harus diambil untuk memulai penulisan artikel jurnal internasional.

      Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan para peserta dapat lebih siap dan terarah dalam menulis artikel ilmiah untuk publikasi di jurnal internasional yang bereputasi, serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan global.