Pada hari Sabtu, tanggal 28 September 2024, tim pengabdian masyarakat Prodi D4 Akuntansi, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Sosialisasi Pengelolaan Keuangan UMKM: Wujud Pembangunan Ekonomi Sekitar” untuk Mendukung SDGs 11 dan SDGs 17 di Nutrihub Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mengelola keuangan usaha secara efektif guna mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Prodi D4 Akuntansi, diantaranya, Bapak Muhammad, S.E., M.S.A., Ak., CA., CSRS sebagai ketua tim pengabdian dan moderator dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan keuangan UMKM. Anggota tim pengabdian diantaranya Ferby Mutia Edwy, S.E., M.Ak., Fitri Purnamasari, S.E., M.S.A., dan Inanda Shinta Anugrahani, S.E., M.A. Kegiatan sosialisasi pengelolaan keuangan ini bertujuan untuk mengenalkan pada UMKM terkait pentingnya menjalin kemitraan untuk mencapai tujuan kewirausahaan sesuai dengan SDGs 17. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun Kota Malang menjadi pemukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan, dengan kesiapan warga Kota Malang dalam mewujudkan bisnis yang lebih matang dalam hal konsep keuangan dan operasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh 30 pelaku UMKM dan menghadirkan pemateri berkompeten, termasuk mitra dari dunia profesional, salah satunya seorang Auditor KAP Gideon Adi & Rekan, Bapak Ali Faiq Pradana, S.Tr.Ak., yang turut berperan memberikan pemaparan penting. Dalam materi yang disampaikan, Bapak Ali Faiq Pradana tidak hanya fokus pada pengelolaan keuangan UMKM yang baik, seperti pencatatan arus kas dan pengelolaan laporan keuangan, tetapi juga menekankan pentingnya audit dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas usaha.

“Pencatatan keuangan yang baik memang penting, namun agar bisnis UMKM dapat berkembang lebih jauh, perlu adanya mekanisme audit yang transparan. Selain itu, menjalin kemitraan yang strategis dengan pihak eksternal, seperti auditor atau konsultan keuangan, dapat membantu bisnis UMKM memastikan bahwa mereka berjalan sesuai standar dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar,” jelas Bapak Ali Faiq.

Dalam kesempatan ini, Bapak Ali Faiq juga menjelaskan bahwa audit bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan alat penting untuk menilai kinerja bisnis secara objektif dan memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat memperkuat posisi UMKM di pasar. Melalui audit, pelaku UMKM dapat membangun kepercayaan dengan mitra usaha dan calon investor, yang sangat penting dalam upaya memperluas jaringan bisnis.

Keterlibatan mitra profesional seperti auditor dalam sosialisasi ini menjadi poin penting yang diapresiasi oleh peserta. Ibu Firza Muhammad, salah satu pelaku usaha makanan “Caramelle Dessert” yang turut hadir, mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan pihak lain yang dapat membantu usaha berkembang. “Saya baru paham bahwa audit dan kemitraan bukan hanya untuk perusahaan besar, tapi juga penting bagi UMKM agar lebih profesional dan siap bersaing,” kata Ibu Firza Muhammad.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan UMKM tidak hanya mampu mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, tetapi juga memahami pentingnya audit serta kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung tercapainya tujuan SDGs, khususnya SDGs 11 dan SDGs 17. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan UMKM yang berdaya saing tinggi, tangguh, dan mampu berkontribusi dalam menciptakan komunitas yang berkelanjutan.