Latar belakang

Di wilayah Malang selatan khususnya di Desa Bandungrejo Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, banyak warganya yang berprofesi sebagai pekerja bangunan yaitu kuli maupun tukang bangunan. Di desa tersebut hampir terdapat banyak warga yang menggantungkan hidupnya sebagai pekerja bangunan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, tak menampik bila indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Malang terbilang jeblok. Tepatnya peringkat 28 dari 38 Kota/Kabupaten di Jatim. Permasalahan partisipasi pendidikan menjadi salah satu penyebabnya (Satiti, 2019). Masalah sosial ekonomi, kenakalan remaja, lingkungan yang mendukung serta rendahnya minat orang tua maupun siswa untuk mengenyam pendidikan, sehingga salah satu profesi yang bisa dimasuki adalah sebagai pekerja bangunan, yang tentu tidak memerlukan persyaratan pendidikan tinggi. Pekerja bangunan yang pada umunya pekerja harian lepas yaitu hanya bekerja kala ada pekerjaan dan berhenti bekerja jika pekerjaaan sudah selesai.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Karang Taruna Desa Bandungrejo Kecamatan Bantur Kabupaten Malang terdapat beberapa Masalah ketidakpahaman masyarakat tentang pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi disebabkan oleh beberapa faktor. Kurangnya edukasi dan sosialisasi menyebabkan kesadaran masyarakat tentang K3 rendah, karena informasi dan edukasi yang diberikan oleh pihak terkait, seperti pemerintah dan perusahaan konstruksi, masih terbatas. Program sosialisasi yang ada seringkali tidak menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang terlibat langsung dalam proyek konstruksi. Selain itu, budaya kerja di banyak proyek konstruksi tidak mendukung penerapan K3. Kebiasaan dan perilaku yang mengabaikan standar K3 sering dianggap memperlambat pekerjaan, ditambah dengan pengawasan yang lemah sehingga pekerja dan manajemen tidak merasa perlu mematuhi standar tersebut. Faktor lain yang mempengaruhi adalah keterbatasan anggaran dan sumber daya. Penerapan K3 sering dianggap sebagai biaya tambahan yang tidak perlu, terutama pada proyek konstruksi berskala kecil dan menengah. Selain itu, kurangnya tenaga ahli dan profesional K3 yang terlatih di lapangan menyebabkan penerapan K3 tidak berjalan optimal.

Tujuan

Pelatihan K3 dan Manajemen Kerja dilakukan untuk memberi pengetahuan tentang K3, meliputi pekerjaan pembersihan serta pengunaan alat pendukung pekerjaan; pekerjaan galian; pekerjaan beton; pekerjaan di ketinggian; pekerjaan elektrikal; serta pendampingan lapangan. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan keterampilan praktis tentang penerapan K3 pada proyek konstruksi. Selain materi K3, pelatihan ini juga menekankan pentingnya manajemen kerja yang baik dan etika profesional di lokasi pembangunan. Para peserta diajarkan tentang cara mengatur waktu kerja, komunikasi yang efektif antar pekerja, serta pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan di tempat kerja. Dalam sesi ini, juga disoroti penggunaan alat-alat kerja modern yang dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko kecelakaan.

Keterlibatan unsur fakultas

Kegiatan pengabdian dilaksanakan oleh dosen DIV TRPBS, yang diketuai oleh Drs. Nemesius Bambang R, M.T., dan 2 anggota lainnya yaitu Drs. Boedya Djatmika S.T., M.T., dan Viola Malta R, S.T., M.Ars. Selain dosen, ada mahasiswa TRPBS yang terlibat yaitu Yudistiar Wijanarko.

Sumber pendanaan

Kegiatan ini diusulkan dana di UM sebesar Rp 29.987.000,-

Hasil yang diperoleh

Pelatihan ini dihadiri oleh seluruh peserta yang terlibat dengan penuh semangat. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu dan wawasan baru, tetapi juga berkesempatan untuk mempraktikkan langsung apa yang telah dipelajari. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah bagaimana penggunaan APD yang benar dapat secara signifikan mengurangi risiko cedera dan kecelakaan di tempat kerja.

Pelatihan ini diakhiri dengan sesi evaluasi yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran peserta akan pentingnya K3 dan manajemen kerja yang baik. Para peserta juga diberikan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka dalam pelatihan ini, sekaligus sebagai pengingat akan pentingnya menjaga keselamatan diri saat bekerja.

Penyerahan APD ini menjadi penutup acara yang penuh makna, menandai komitmen bersama untuk terus menerapkan prinsip-prinsip K3 di tempat kerja. Melalui pelatihan ini, Universitas Negeri Malang tidak hanya berkontribusi pada peningkatan keterampilan teknis para pekerja, tetapi juga berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan profesional di desa-desa sekitar.

Kontribusi sesuai SDG

Dengan meningkatnya kesadaran dan pengetahuan tentang K3 serta manajemen kerja yang baik, diharapkan para pekerja di Desa Bandungrejo dan sekitarnya dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, dan bekerja dengan lebih efisien. Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mendorong perubahan positif di lingkungan kerja konstruksi lokal, serta memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.