

Sashiko merupakan teknik sulam tradisional Jepang yang dibuat dengan menggunakan teknik jahitan sederhana secara berulang untuk menciptakan pola dekoratif pada kain. Bentuk jahitan sashiko sering kali berbentuk garis-garis sederhana atau pola geometris yang diulang. Pola yang umum ditemui dalam sashiko, misalnya berbentuk gelombang, bintang, atau pola yang menyerupai jaring laba-laba. Penggunaan sashiko kerap ditemui pada berbagai kerajinan berbahan kain seperti tas, aksesori rumah, busana, dan lain sebagainya.
Aplikasi sashiko yang diajarkan pada workshop ini dikombinasikan dengan kain perca sebagai upaya untuk mengurangi atau meminimalisir limbah industri. Sulam sashiko dengan kombinasi kain perca ini berfungsi sebagai elemen dekoratif dan estetis yang diaplikasikan pada tas tote berbahan dasar kain blacu. Material dan alat yang digunakan dalam workshop sashiko ini, antara lain yaitu benang sulam, gunting benang, gunting kain, kain perca dengan berbagai motif, serta tas tote yang sebelumnya telah disiapkan oleh narasumber. Kegiatan ini dibiayai oleh dana mandiri peneliti dan didukung dengan fasilitas dari SMA Negeri 1 Lawang.
Narasumber dari kegiatan workshop ini adalah Ibu Rizka Sarah Heydarina Fathima Ahsan, S.Pd., M.Pd. sekaligus dosen D4 Desain Mode, dibantu dengan 3 orang mahasiswa D4 Desain Mode Tahun Angkatan 2021. Workshop ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lawang pada hari Jumat, 23 Agustus 2024. Diikuti oleh para siswa, baik perempuan maupun laki-laki, kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar, serta menghasilkan karya tas tote yang inovatif dan menarik sesuai dengan kreativitas masing-masing siswa.


