

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Sustainable Development of Energy, Water and Environment Systems dengan judul “Simple Photovoltaic Electric Vehicles Charging Management System Considering Sun Availability Time“ mengungkapkan inovasi baru dalam teknologi pengisian daya kendaraan listrik (EV) dengan memanfaatkan energi surya. Salah satu anggota tim peneliti yang terlibat dalam penelitian ini adalah Bapak Dr. Muladi, S.T., M.T., dosen di Program Studi Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM). Sistem manajemen pengisian daya yang diusulkan berfokus pada optimalisasi penggunaan panel fotovoltaik (PV) untuk menyediakan energi bersih bagi kendaraan listrik, sejalan dengan tujuan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Penelitian ini menyoroti pentingnya energi terbarukan dalam upaya global menuju transisi energi bersih. Sistem yang dirancang menggabungkan teknologi PV dengan komponen-komponen sederhana seperti Raspberry Pi dan ESP32 untuk memantau serta mengelola proses pengisian daya secara efisien. Energi yang dihasilkan dari sinar matahari akan dimanfaatkan secara maksimal untuk pengisian EV, sementara energi berlebih disimpan dalam baterai untuk digunakan saat ketersediaan sinar matahari menurun.
Selain mendukung ketersediaan energi bersih, penelitian ini juga memberikan solusi terhadap masalah perubahan iklim. Dengan mengurangi ketergantungan pada sumber energi berbasis bahan bakar fosil, sistem ini mampu menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan. Integrasi teknologi ini sangat relevan bagi negara-negara tropis, seperti Indonesia, yang memiliki potensi besar untuk memanfaatkan energi surya secara optimal.
Sistem ini diperkirakan tidak hanya akan memberikan dampak ekonomi berupa penghematan biaya energi, tetapi juga mempercepat pencapaian target nasional dalam transisi menuju 23% energi baru dan terbarukan pada tahun 2025 dan 31% pada 2050, sesuai kebijakan energi nasional. Dengan teknologi yang lebih sederhana dan terjangkau, solusi ini dapat diterapkan secara luas, baik di perkotaan maupun daerah terpencil.
Penerapan sistem ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mencapai SDG 7 dengan memastikan akses terhadap energi bersih dan terjangkau serta SDG 13 dengan mengurangi jejak karbon melalui solusi energi terbarukan yang inovatif.
Artikel penelitian dapat diakses dan diunduh pada link berikut ini https://www.sdewes.org/jsdewes/pid11.0476


