

Latar belakang
Bengkel bubut adalah usaha yang menggunakan peralatan utama mesin bubut. Bengkel bubut merupakan usaha perbengkelan atau permesinan yang cukup dikenal luas. Bengkel bubut hanya dapat membuat logam yang berbentuk lingkaran. Namun biasanya pada bengkel bubut tidak hanya terdapat mesin bubut melainkan ada beberapa mesin yang lain. Dibandingkan dengan mesin CNC Bubut skala industri, mesin bubut konvensional memiliki biaya operasional yang jauh lebih murah, hemat energi, dan masih bisa dijangkau untuk kebutuhan skala menengah.
Bengkel bubut merupakan perusahaan yang juga bergerak dibidang pelayanan jasa. Hingga hari ini, masih banyak Bengkel bubut yang melakukan pembuatan job berbentuk bola menggunakan cara biasa atau bahkan ada beberapa bengkel yang tidak bisa membuat job tersebut. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang jig di kalangan industri menengah atau rumahan. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan sebuah desain jig yang dapat digunakan untuk mempermudah pembuatan job berbentuk bola pada mesin bubut. Untuk itu perlu dibuat rancangan jig ball turning guna mempermudah pembuatan job berbentuk bola, agar bengkel bubut dapat dengan mudah membuat job berbentuk bola sehingga dapat meningkatkan konsumen pada bengkel tersebut.
Tujuan
Mengetahui rancangan dan material yang dibutuhkan pada pembuatan Ball Turning dan jenis pencekaman yang akan digunakan pada Ball Turning untuk mesin bubut konvensional pada pengerjaan benda berbentuk bola/spherical.
Keterlibatan unsur fakultas
Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh mahasiswa D4 TRM angkatan 2021 dengan anggota Fawwaza Fasha al Ghiffary, Gigih yogha pratama, Haidar fakhri ardiansyah, Hanafi satria tama dibimbing oleh Kaprodi TRM Ir. Didin Zakariya Lubis M.Eng.
Sumber pendanaan
Kegiatan ini dibiayai oleh dana mandiri tim pengembang dan didukung fasilitas lab untuk merancang desain yang diusulkan dari Fakultas Vokasi serta mitra yang menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan.
Hasil yang diperoleh


Berdasarkan Survey yang telah kelompok kami lakukan, terdapat simpulan bahwa pada Bengkel bubut mitra belum terdapat alat bantu (jig) Ball Turning, sehingga mitra tidak bisa melayani customer ketika terdapat konsumen yang ingin membuat radius atau bola pada benda tertentu. maka dari itu dengan adanya rancangan ball turning ini dapat membantu Pak Suyono dalam membuat ball turning sehingga dapat melayani konsumen yang ingin membuat radius atau boal pada benda tertentu. Komponen utama jig adalah Poros Handle, Handle, Tongua, Mount, Poros bawah. Cara kerja jig ini pada umumnya adalah dengan mencekam benda berbentu spheris untuk pengerjaan mesin bubut.
Kontribusi sesuai SDG
Kegiatan ini ditekankan pada pemanfaatan mesin bubut konvensional yang hemat energi dan harga terjangkau. Dengan adanya desain jig untuk pengerjaan benda berbentuk bola/spheris bisa membuat penggunaan mesin bubut konvensional lebih maksimal, tanpa harus menggunakan mesin CNC bubut yang menghabiskan energi listrik yang besar dan pembiayaannya cukup tinggi. Kedepan penggunaan jig ini bisa disosialisasikan lebih luas lagi pada bengkel-bengkel konvesional lain di area Jawa Timur.