Latar belakang

Pada bengkel pak Gianto tidak terdapat alat yang bisa mempermudah pemotongan hollow pipe. Bengkel tersbut masih menggunakan proses pemotongan yang manual dengan menggunakan gerinda tangan dan pemotongan masih diukur manual seperti diukur dengan penggaris, kapur tulis dan tali. Observasi telah di lakukan serta memiliki persamaan dan perbedaan terhadap penilitian sebelumnya. Dalam proses observasi ini penulis menemukan persamaan yaitu sama memanfaatkan satu titik untuk menentukan besaran sudut yang diinginkan. Pengerjaan yang di buat oleh bapak Gianto masih menggunakan cara manual yang sangat sederhana,meskipun jenis objek benda sedikit terdapat perbedaan namun memiliki persamaan.Terdapat berbagai perbedaan antara penelitian tersebut dengan penelitian yang peneliti tulis yaitu tidak adanya alat potong yang berposisi tetap sehingga posisi gerinda berubah ubah,posisi pemotongan dalam pembentukan sudut yang tidak presisi. Selain itu alat terdahulu menekankan pada kegunaan yang cepat namun tidak efisien dalam pengerjaannya, sedangkan peneliti merancang sebuah produk alat yang efisien dan memudahkan masyarakat dalam rangka inovasi produk modern.

Tujuan

Di bengkel ini memiliki kendala yaitu bagaimana agar mudah memotong sudut besi hollow pipe secara presisi dan efisien. Maka dari itu tim mendesain alat bantu potong sudut besi hollow pipe untuk memudahkan pengerjaan pemotongan dan meningkatkan efesiensi.  Sehingga dengan adanya jig tersebut bapak Ginanto dapat meningkatkan produktivitas dan mempersingkat waktu pengerjaan.

Keterlibatan unsur fakultas

Tim yang beranggotakan Mahendra Risqi Aliftiawan, Muhammad Denis Satria, Rachmad Bagus Wicaksono, Yoga Muji Burrouf, dan Zaqa Arif Firnanda yang dibina oleh Ir. Didin Zakariya Lubis, M.Eng. berkunjung ke Bengkel Pak Gianto yang berlokasi di Kota Turen, Desa Talok, Malang Selatan.

Sumber pendanaan

Kegiatan ini dibiayai oleh dana mandiri tim pengembang dan didukung fasilitas lab untuk merancang desain yang diusulkan dari Fakultas Vokasi serta mitra yang menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan.

Hasil yang diperoleh

Jig yang dibuat termasuk jig yang sederhana karena dapat membantu suatu pekerjaan menjadi lebih mudah dalam mengerjakan beberapa pesanan, terutama jasa pemotongan sudut besi hollow pipe. Berikut ialah tahap pembuatan jig yang kami rancang. Cara kerja dari jig tersebut yaitu proses pemotongan lebih cepat dari yang sebelumnya, dimana pemotongan sudut hollow dipermudah dengan diberi derajat pada alas pemotong. Desain Fisik dan Komponen: terdapat pelindung gerindra, baut dan mur, plat bawah, penjepit, serta penahan benda kerja. Pada tahapan optimasi dilakukan modifikasi pada jig agar mempermudah proses pemotongan bersudut tanpa menggunakan angle grinder.

Kontribusi sesuai SDG

Kegiatan ini mendorong kreativitas dan inovasi dari mahasiswa, serta mendorong formalisasi dan pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (SDG 9)