Latar belakang

Dalam masa globalisasi sekarang dapat menjanjikan peluang bisnis untuk perusahaan yang beroperasional di Indonesia. Era globalisasi ini dapat meluaskan pangsa pasar produk dari berbagai perusahaan, selain itu situasi ini juga menciptakan persaingan yang semakin sengit di antara pelaku bisnis. Oleh karena itu, para pengusaha dihadapkan pada tugas yang semakin kompleks untuk merespons dinamika pasar. Mereka tidak hanya harus melihat perluasan pasar, tetapi juga menciptakan strategi pemasaran yang efektif untuk memenuhi keinginan konsumen dan dengan memberikan persepsi positif kepada konsumen menjadi hal penting agar produk yang ditawarkan dapat menarik minat pembelian. Di Indonesia, ada banyak peluang pertumbuhan bisnis salah satunya di sektor makanan dan minuman, karena sektor ini mempunyai pengaruh langsung terhadap pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Globalisasi mendorong perubahan gaya hidup dan permintaan pasar, yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat terhadap kebiasaan manusia yang mengarah pada hal-hal praktis. Salah satunya sering mengkonsumsi makanan cepat saji. Salah satu industri yang aktif dalam bidang restoran cepat saji adalah J.Co Donut and Coffe. J.Co Donut and Coffe berfokus pada kualitas produknya dengan memilih bahan baku yang berkualitas tinggi serta menggunakan peralatan modern dalam proses pembuatannya. J.CO Donuts and Coffee tiga tahun berturut-turut berhasil secara konsisten menempati posisi teratas dalam peringkat top brand dan J.CO Donuts and Coffee juga secara konsisten setiap bulannya melakukan promosi harga untuk menarik minat pembelian konsumen terhadap produk yang ditawarkan J.CO Donuts and Coffee.

Tujuan

Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui apakah promosi harga dan brand awareness berpengaruh terhadap minat pembelian J.CO Donuts and Coffee Mall Dinoyo City

Keterlibatan unsur fakultas

Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh mahasiswa D4 Manajemen Pemasaran angkatan 2020 atas nama Siti Azizah Avivah dan dibimbing oleh dosen pembimbing Rayie Tariaranie Wiraguna, S.E., M.M. yang juga selaku Kaprodi Jurusan Manajemen Pemasaran.

Sumber pendanaan

Kegiatan ini dibiayai oleh dana mandiri peneliti

Hasil yang diperoleh

Penelitian ini menemukan bahwasanya variabel promosi harga dan brand awareness memberi pengaruh positif secara signifikan terhadap minat pembelian di J.CO Donuts and Coffee di Mall Dinoyo City. Implementasi promosi harga oleh J.Co Donuts & Coffee telah berdampak secara signifikan dalam menaikan minat pembelian konsumen pada produk-produk yang ditawarkan. Melalui strategi promosi harga yang cerdas dan efektif, J.Co Donuts & Coffee berhasil menarik perhatian konsumen dan membangun kesadaran yang lebih besar terhadap merek dan produk mereka. Dengan ditambahnya nilai brand awareness yang kuat dari pembeli pada produk J.Co Donuts & Coffee tidak hanya mempengaruhi pengenalan merek, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan pada peningkatan minat pembelian konsumen terhadap produk-produk J.Co Donuts & Coffee tersebut. Ketika konsumen mempunyai kesadaran yang tinggi akan merek J.Co Donuts & Coffee, konsumen cenderung lebih tertarik untuk memilih produk dari merek tersebut daripada merek lainnya, karena konsumen telah membangun persepsi positif terhadap kualitas dan reputasi merek J.Co Donuts & Coffee. Hasil kesimpulan penelitian ini ditemukan bahwa variabel promosi harga dan brand awareness memberi pengaruh terhadap minat pembelian J.Co Donuts & Coffee sebesar 79.3%, sedangkan 20.7% lainnya mendapatkan pengaruh oleh variabel lain.

Kontribusi sesuai SDG

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah promosi harga dan brand awareness dapat mempengaruhi minat pembelian konsumen J.Co Donuts & Coffee. Tercatat tidak kurang 275 gerai J.CO Donuts & Coffee telah tersebar di Indonesia, dengan hasil ini bahwasanya variabel promosi harga dan brand awareness memberi pengaruh terhadap minat pembelian, diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi J.Co Donuts & Coffee atau perusahaan lain untuk memperhatikan aspek-aspek ini sehingga dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (SDG 8)