Latar belakang

Dalam beberapa tahun terakhir, masalah lingkungan telah menjadi semakin menonjol, dengan perubahan iklim, polusi, dan penipisan sumber daya menjadi perhatian global utama. Industri fashion, terutama fashion cepat (fast fashion), telah diidentifikasi sebagai kontributor signifikan terhadap masalah lingkungan ini. Fashion cepat, yang ditandai dengan siklus produksi cepat dan pakaian berbiaya rendah, telah menyebabkan konsumsi berlebihan dan pembangkitan limbah yang berlebihan (Niinimäki et al., 2020). Industri ini menyumbang sekitar 10% dari emisi karbon global dan hampir 20% dari air limbah, menjadikannya salah satu sektor paling mencemari di dunia (UN Environment Programme, 2018).Saat dunia berjuang dengan konsekuensi dari degradasi lingkungan, peran industri fashion dalam memperburuk masalah ini tidak dapat diabaikan. Dampak industri terhadap lingkungan sangat besar, mulai dari penipisan sumber daya alam hingga pencemaran badan air dengan bahan kimia beracun. Perputaran cepat tren fashion dan penekanan pada pakaian sekali pakai berkontribusi pada budaya limbah, semakin membebani sumber daya planet yang sudah terbatas.

Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Environmental Concerns dan Skepticisms berpengaruh terhadap Green Purchasing Behavior melalui Attitude towards Green Brand pada konsumen fast fashion

Keterlibatan unsur fakultas

Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh mahasiswa D4 Manajemen Pemasaran angkatan 2020 atas nama Sahra Fadilla Putri dan dibimbing oleh dosen pembimbing Bu Della Ayu Zonna Lia, S.AB, M.AB

Sumber pendanaan

Kegiatan ini dibiayai oleh dana mandiri peneliti

Hasil yang diperoleh

Berdasarkan hasil uji analisis dari bab sebelumnya, maka peneliti dapat menyimpulkan hasil dari penelitian tersebut.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 384 responden yang menjadi konsumen fast fashion. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan SPSS, dari pengolahan tersebut dapat diketahui bahwasannya EC berpengaruh positif dan signifikan terhadap GPB, S berpengaruh negatif dan signifikan terhadap GPB, EC berpengaruh positif dan signifikan terhadap AtGB, S berpengaruh negatif dan signifikan terhadap AtGB, AtGB berpengaruh positif dan signifikan terhadap GPB, EC berpengaruh positif dan signifikan terhadap AtGB pada GPB, dan S berpengaruh negatif dan signifikan terhadap AtGB pada GPB.

Kontribusi sesuai SDG

Hasil dari penelitian ini, dapat diketahui bahwa EC berpengaruh positif terhadap GPB melalui AtGB, sehingga diharapkan perusahaan dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk ramah lingkungan untuk dapat membantu dalam pertumbuhan bisnis dan dapat mempertahankan dan meningkatkan minat beli produk ramah linngkungan (SDG 3)