Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset di bidang energi terbarukan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Riset Kolaborasi Bidang DC Converter for Renewable Energy. Acara yang berlangsung pada Selasa, 30 Juli 2024, pukul 09.00 – 12.00 WIB ini diadakan di Ruang Aula Fakultas Vokasi UM dan dihadiri oleh dosen-dosen Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Vokasi UM, Bapak Dr. Muladi, S.T., M.T., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antar institusi untuk mengakselerasi pengembangan riset, khususnya di bidang konversi energi. “Kolaborasi riset tidak hanya mempercepat inovasi tetapi juga memperluas dampak nyata dari penelitian terhadap masyarakat dan industri,” ujarnya.

Sebagai pemateri utama, Prof. Dr. Wahyu Mulyo Utomo dari Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) hadir untuk berbagi wawasan mendalam tentang perkembangan terkini dalam riset DC Converter untuk aplikasi energi terbarukan. Dalam paparannya, Prof. Wahyu menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam desain dan efisiensi DC Converter untuk mendukung transisi global menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Ia juga menekankan bahwa riset kolaboratif lintas negara adalah kunci untuk menghadirkan solusi yang lebih efisien dan aplikatif dalam menghadapi tantangan energi masa depan.

Diskusi yang berlangsung selama tiga jam ini diwarnai dengan antusiasme dari para peserta yang sebagian besar adalah akademisi dan peneliti dari Fakultas Vokasi UM. Mereka terlibat aktif dalam membahas peluang dan tantangan dalam pengembangan DC Converter, termasuk bagaimana teknologi ini dapat diintegrasikan lebih efektif ke dalam sistem energi terbarukan yang ada.

Acara FGD ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara Universitas Negeri Malang dan Universitas Tun Hussein Onn Malaysia dalam bidang riset energi terbarukan. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan para dosen dan peneliti dari kedua institusi dapat merumuskan strategi riset yang lebih terarah dan menghasilkan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan teknologi energi yang lebih berkelanjutan.

Pada penutupan acara, Prof. Wahyu menyampaikan harapannya agar hasil dari FGD ini dapat diimplementasikan dalam bentuk kerjasama riset nyata, serta mendorong lebih banyak lagi inovasi di bidang DC Converter yang dapat mendukung keberlanjutan energi terbarukan di Indonesia dan Malaysia.