Latar belakang

Trenggalek memiliki banyak budaya yang bervariasi dari makanan, tarian, upacara adat, dan juga bahasa, faktor tersebutlah yang menjadikan Trenggalek terkenal akan warisan budayanya. Warisan budaya tersebut dimiliki bersama oleh komunitas atau masyarakat dan dikembangkan dari generasi ke generasi dalam suatu tradisi, warisan budaya ini termasuk jati diri suatu masyarakat yang diwariskan dan melestarikan budaya.

Di Kabupaten Trenggalek tepatnya Desa Prigi memiliki banyak sekali warisan budaya lokal, yaitu salah satunya Larung Sembonyo yaitu ritual yang telah diwariskan dari generasi ke generasi oleh masyarakat pesisir desa Prigi, Kabupaten Trenggalek. Larung berasal dari kata Jawa yang mengartikan “menghanyutkan” merujuk pada tindakan menghanyutkan sesaji makanan seperti tumpeng berupa nasi kuning ke laut.

Pengenalan Larung Sembonyo tentunya sudah pernah dilakukan oleh Dinas Protokol dan Komunikasi Kabupaten Trenggalek, penyampaian pengenalan Larung Sembonyo lebih mengarah ke situs website sehingga masyarakat enggan mengakses karena kurang menarik dalam hal penyampaiannya.

Oleh karena itu perancangan ini memiliki tujuan yaitu merancang media berupa motion graphic untuk mengenalkan Larung Sembonyo kepada remaja awal yang berusia 16-24 tahun di Kabupaten Trenggalek, dengan media distribusi yang digunakan yaitu sosial media. Ruang lingkup informasi berisi pengertian tentang Larung Sembonyo, karakteristik yang menjadi perbedaan antara larung lainnya dengan Larung Sembonyo dan juga proses kegiatannya.

Tujuan

Memperkenalkan dan promosi menggunakan film animasi yang berjudul Larung Sembonyo kepada remaja khususnya di Kabupaten Trenggalek, selain itu penelitian ini untuk menyadarkan akan pentingnya melestarikan budaya supaya warisan budaya ini tidak akan hilang seiring bertambahnya zaman.

Keterlibatan unsur fakultas

Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh mahasiswa D4 Animasi angkatan 2020 atas nama Fadira Regina Pramesty dan dibimbing oleh dosen pembimbing Bapak Arif Sutrisno, S.Sn, M.Ds. dan Ibu Nuril Kusuma Wardani, S.Sn., M.Ds.,

Sumber pendanaan

Kegiatan ini dibiayai oleh dana mandiri peneliti dan didukung fasilitas lab untuk pengembangan dan ujicoba dari Fakultas Vokasi.

Hasil yang diperoleh

Hasil film animasi dengan judul “Larung Sembonyo“ yang dibuat berupa format MP4,  ukuran 1440×1080 pixel, durasi 3 menit 27 detik. Film ini merupakan media pengenalan budaya Larung Sembonyo di Desa Prigi Kabupaten Trenggalek kepada remaja awal berusia 16-24 tahun. Film ini dirancang menggunakan teknik animasi komputer 2D. Media ini telah divalidasi oleh ahli materi 95,85% dan media 91,67% dengan hasil sangat layak sebagai media pengenalan Larung Sembonyo. Saran untuk penelitian berikutnya adalah melanjutkan penelitian ini ke tahap uji coba kepada calon pengguna. Hal ini untuk menggali tingkat efektivitas dalam prespektif remaja, sehingga dapat ditemukan hasil penelitian yang lebih mendalam.

 Kontribusi sesuai SDG

Kegiatan pembuatan animasi Larung Sembonyo bertujuan untuk memperkenalkan dan promosi menggunakan film animasi kepada remaja khususnya di Kabupaten Trenggalek, Kontribusi pada SDG 4 (Quality Education) dalam film animasi “Larung Sembonyo” dapat dilakukan dengan memperkenalkan budaya lokal secara mendalam dan memastikan bahwa pesan-pesan budaya disampaikan dengan akurat dan menginspirasi. Dengan cara ini, film tidak hanya menghibur tetapi juga menjadi sarana edukasi yang kuat, mempromosikan penghargaan terhadap warisan budaya serta memperkaya pengetahuan global tentang keanekaragaman budaya di Indonesia.