Latar belakang

Media film animasi dapat memberikan berbagai dampak pada anak-anak. Kurangnya awareness orang tua seringkali tanpa sadar membuat anak bebas mengakses film yang mengandung kata-kata kotor, adegan perkelahian, adegan kriminal, konten seksual, konten radikalisme, serta konten negatif lainya yang dapat memberikan dampak negatif pada anak-anak. Dampak negatif tersebut dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Perilaku buruk dampak dari terpapar tayangan negatif antara lain adalah delusional, narsistik,  traumatisme,  kecenderungan anti sosial, atau bahkan menjadi psikopatik.

Tentunya orang tua harus mengawasi akses film dengan memperhatikan daftar genre dan rating dari film yang cocok untuk anak mereka, dengan begitu seorang anak dapat lebih terhindar dari dampak negatif sebuah film animasi.

Penelitian ini bertujuan adalah untuk merancang sebuah media motion graphic berisi konten yeng bertujuan meningkatkan awareness orang tua mengenai Pengaruh Adegan Kekerasan Dalam Film Animasi Terhadap Anak. Diharapkan nantinya media yang dibuat dapat memberikan pemahaman dan meningkatkan awareness para orang tua agar dapat membatasi akses konten bermuatan negatif sesuai dengan anjuran rating perfilman demi menjaga anak-anak dari pengaruh buruk yang dapat disebabkan dari sebuah tayangan negatif dalam film animasi.

Tujuan

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk merancang sebuah media motion graphic berisi konten yeng bertujuan meningkatkan awareness orang tua mengenai Pengaruh Adegan Kekerasan Dalam Film Animasi Terhadap Anak.

Keterlibatan unsur fakultas

Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh mahasiswa D4 Animasi angkatan 2020 atas nama Bayu Erlangga  dan dibimbing oleh dosen pembimbing Bapak Mitra Istiar Wardhana, S.Kom., MT. dan Ibu Bunga Fefiana Mustikasari S.Sn., M.Ds.

Sumber pendanaan

Kegiatan ini dibiayai oleh dana mandiri peneliti dan didukung fasilitas lab untuk pengembangan dan ujicoba dari Fakultas Vokasi.

Hasil yang diperoleh

Penelitian Pengaruh Adegan Kekerasan Dalam Film Animasi Terhadap Anak Bagi para Orang Tua ini menghasilkan sebuah media motion graphic berjudul “Movies & Kids – [Motion Graphic] Video Explainer”. Media motion graphic tersebut menggunakan Format output Mp4 dan beresolusi FullHD (1920 x 1080)  dengan total durasi 3 menit 39 Detik.

Media ini dirancang menggunakan metode ADDIE dengan 5 tahapan yaitu analisis, desain, develop, implementation dan evaluation. Dengan Tujuan utama perancangan untuk meningkatkan awareness para orang tua agar dapat membatasi akses konten bermuatan negatif dalam film animasi sesuai dengan anjuran rating dalam perfilman,

Media ini telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, dengan persentase skor 91% pada aspek materi dan persentase 92,7% pada aspek media, hal tersebut menunjukan bahwa dari segi kelayakan materi dan media hasil perancangan dapat dikategorikan “sangat baik”. Media ini kemudian diuji pada audience skala kecil yang terdiri dari 54 orang dengan kriteria utama adalah  orang tua yang memiliki anak usia dibawah 13 tahun, penelitian dilakukan melalui google form yang disebarluaskan menggunakan media Whatsapps. Hasil dari penilaian memiliki indeks skor rata 92,7% dan dapat dikategorikan “sangat layak” untuk dapat di distribusikan lebih lanjut ke lingkungan masyarakat yang lebih luas

Kontribusi sesuai SDG

Kegiatan pengembangan media motion graphic mengenai Pengaruh Adegan Kekerasan Dalam Film Animasi Terhadap Anak Bagi para Orang Tua ini bertujuan untuk dapat menghasilkan output media motion graphic yang relevan dan layak untuk dipublikasikan kepada Masyarakat luas tanpa memedulikan latar belakang, status sosial, maupun status ekonomi. hasil perancangan yang layak tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan Tingkat pengetahuan orang tua, dengan memahami pengaruh dari adegan kekerasan dalam sebuah film animasi terhadap seorang anak tentunya dapat memperbaiki kualitas lingkungan belajar seorang anak, dengan meningkatkan akses terhadap informasi pendidikan berkualitas dan dapat meningkatkan tingkat keterampilan dan pengetahuan masyarakat ke arah yang lebih baik. (SDG 4)