Latar belakang

Industri animasi dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi. Namun, kualitas sumber daya manusia di sektor ini sering kali menjadi kendala dalam menghasilkan karya yang kompetitif dan berkualitas tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas dan keterampilan melalui pelatihan dan sertifikasi yang diakui secara nasional. BNSP, sebagai lembaga sertifikasi nasional, berperan penting dalam menyediakan program pelatihan dan sertifikasi yang dapat meningkatkan kompetensi animator di Indonesia. Kegiatan dilakukan pada 07 Juli 2024 – 10 Juli 2024, Pelatihan Dan Sertifikasi BNSP Skema Animator Madya di Expertindo Training di Kuta, Bali.

Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di industri animasi melalui pelatihan dan sertifikasi. Program ini dirancang untuk memberikan peserta keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri, serta pengetahuan yang mendalam tentang proses pembuatan animasi 2D dan 3D. Selain itu, program ini bertujuan untuk mendorong inovasi di bidang ekonomi kreatif dan meningkatkan daya saing industri animasi Indonesia di pasar global.

Keterlibatan unsur fakultas

Pelaksanaan dilaksanakan oleh dosen Prodi Sarjana terapan Animasi, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang turut berperan dalam pelatihan ini dengan melakukan sertifikasi dalam meningkatkan kualitas keahlian di bidang animasi. Kegiatan bekerjasama dengan industri, praktisi dan BNSP dalam menjamin kualitas sertifikasi. Kolaborasi dengan akademisi dan industri ini memastikan bahwa materi yang diajarkan sesuai dengan standar industri dan kebutuhan pasar. Selain itu, fakultas juga berperan dalam evaluasi dan monitoring pelaksanaan pelatihan untuk memastikan kualitas dan efektivitas program.

Sumber pendanaan

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini didanai melalui program Pengembangan Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PRPTN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pendanaan ini mencakup biaya pelatihan, peralatan, dan sertifikasi, sehingga peserta dapat mengikuti program tanpa biaya tambahan.

Hasil yang diperoleh

Pelatihan dimulai dengan pengenalan konsep dasar animasi 2D dan teknik dasar menggunakan software Adobe After Effects. Peserta mempelajari prinsip-prinsip animasi seperti squash and stretch, anticipation, dan timing, yang diaplikasikan dalam proyek pembuatan animasi bouncing ball. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga mengajarkan pentingnya kolaborasi dengan rekan kerja dan klien, serta pemahaman tentang aspek hukum, teknis, dan desain dalam industri animasi. Materi ke-2 fokus beralih ke animasi 3D menggunakan Blender. Peserta mempelajari teknik modeling hardsurface, texturing, lighting, dan rendering. Dalam sesi ini, mereka diajarkan cara membuat model 3D dari nol, termasuk pembuatan mesh dasar dan detail menggunakan berbagai alat modeling. Selain itu, peserta juga belajar mengatur pencahayaan dan melakukan rendering untuk menghasilkan gambar akhir yang berkualitas tinggi. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang proses pembuatan animasi 3D yang realistis dan profesional. Kegiatan diakhiri dengan mengikuti ujian sertifikasi BNSP sesuai dengan skema yang diajukan dengan menguji kemampuan peserta dalam mengintegrasikan gambar 2D dan model 3D, serta menggerakkan animasi sesuai dengan komposisi kamera dan pencahayaan yang optimal. Ujian ini tidak hanya menilai keterampilan teknis, tetapi juga kreativitas dan kemampuan peserta dalam menerapkan konsep animasi.

Hasil dari kegiatan pelatihan dan sertifikasi animasi oleh BNSP menunjukkan bahwa para dosen yang berpartisipasi berhasil memperoleh sertifikasi keahlian sesuai dengan skema dan standar industri. Dosen-dosen ini kini memiliki kompetensi yang diakui secara nasional, memungkinkan mereka untuk mengajarkan materi animasi dengan kualitas yang lebih tinggi dan relevan dengan kebutuhan industri. Dengan sertifikasi ini, dosen tidak hanya meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme mereka, tetapi juga dapat lebih efektif dalam membimbing dan mengembangkan potensi mahasiswa di bidang animasi, sehingga mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan inovasi di industri animasi.

Kontribusi sesuai SDG

Pelatihan dan sertifikasi yang diselenggarakan oleh BNSP ini memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas industri animasi di Indonesia. Dengan menyediakan tenaga kerja yang terampil dan bersertifikasi, industri animasi dapat menghasilkan karya yang lebih berkualitas dan kompetitif di pasar global. Selain itu, program ini juga mendorong inovasi di bidang ekonomi kreatif dengan mengajarkan peserta cara memanfaatkan teknologi terbaru dan tren industri.

Sejalan dengan SDG 9, upaya ini berkontribusi pada pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi. Pelatihan dan sertifikasi animasi BNSP tidak hanya memberikan manfaat bagi individu peserta, tetapi juga bagi industri animasi dan ekonomi kreatif secara keseluruhan. Dengan terus mengembangkan program pelatihan dan sertifikasi yang relevan, Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di kancah internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui inovasi dan kreativitas. Pelatihan dan sertifikasi animasi BNSP ini berkontribusi pada pencapaian SDG 9 dengan cara berikut:

  • Industri yang Inklusif dan Berkelanjutan: Program ini membantu meningkatkan kualitas tenaga kerja di industri animasi, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan industri yang inklusif dan berkelanjutan.
  • Inovasi: Dengan keterampilan yang diperoleh, peserta dapat menciptakan karya animasi yang inovatif dan kompetitif di pasar global, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
  • Infrastruktur Pendidikan: Melalui keterlibatan fakultas dan pendanaan dari kementerian, program ini juga berkontribusi pada pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri.

Dengan demikian, pelatihan dan sertifikasi ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga memberikan dampak positif pada industri animasi dan ekonomi kreatif secara keseluruhan, sejalan dengan visi SDG 9.