


Latar belakang
Peternakan sapi perah memiliki peran penting dalam ekonomi Indonesia, menjadi sumber pendapatan penting bagi masyarakat lokal. Namun, pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah peternakan sapi , seperti feses, urine, dan sisa pakan, dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat di sekitar peternakan Limbah yang dihasilkan dari peternakan sapi yaitu limbah fases yang memiliki dampak yang besar bagi lingkungan karena kadar pH yang relative asam, kadar TDS yang tinggi akan mencemari perairan dan juga menyebabkan polusi udara di sekitar petenakan itu, dan akan menghasilkan gas amonia ( )dan gas metana( ). Dengan menerapkan sistem klasifikasi kadar pencemaran berbasis teknologi IoT dan Fuzzy logic, kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan mengelola dampak pencemaran lebih efektif. Integrasi teknologi ini diharapkan tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat dengan mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan polusi air dan udara. Upaya ini penting untuk mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial, memastikan bahwa peternakan sapi perah dapat berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Tujuan
Menerapkan teknologi IoT dan Fuzzy logic untuk mengembangkan sistem klasifikasi guna mengurangi pencemaran air dan udara di peternakan sapi perah, untuk meningkatkan kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Keterlibatan Unsur Fakultas
Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh mahasiswa Sarjana Terapan (S.Tr.) Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika (TRSE) angkatan 2024 atas nama Dito Valentino dan dibimbing oleh dosen pembimbing Dr. Eng. Mokh. Sholihul Hadi, S.T., M.Eng. dan diarahkan oleh Kaprodi Achmad Hamdan, S.Pd., M.Pd.
Sumber Pendanaan
Kegiatan ini dibiayai oleh dana mandiri peneliti dan didukung fasilitas lab untuk pengembangan dan ujicoba dari Fakultas Vokasi serta mitra peternak yang menyediakan data dan informasi serta survei lapangan.
Hasil yang Diperoleh
Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah sebuah alat berbasis teknologi IoT yang dilengkapi dengan sistem cerdas menggunakan logika fuzzy. Alat ini memungkinkan penggunaannya untuk monitoring lingkungan peternakan sapi perah secara real-time melalui aplikasi di smartphone. Alat tersebut dapat melakukan data logging terhadap kondisi air dan udara di sekitar peternakan, memberikan informasi yang akurat dan dapat diakses secara langsung melalui perangkat seluler. Dengan integrasi sistem cerdas berbasis fuzzy logic, alat ini mampu memberikan analisis lebih mendalam terhadap data yang terkumpul, sehingga peternak dan pihak terkait dapat memantau kualitas lingkungan dengan lebih efisien dan mengambil tindakan yang diperlukan secara tepat waktu untuk mengurangi dampak pencemaran.




Kontribusi Sesuai SDG
Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi dampak pencemaran lingkungan yang dihasilkan dari peternakan sapi perah dengan mengimplementasikan teknologi IoT dan fuzzy logic. Alat yang dikembangkan mampu secara simultan memantau kualitas udara dan air di sekitar peternakan, mengidentifikasi dan mengukur tingkat pencemaran yang berasal dari limbah seperti feses, urine, dan sisa pakan ternak. Dengan kemampuan mendeteksi gas-gas berbahaya seperti amonia (NH3) dan metana (CH4), serta mengukur parameter lain seperti pH dan Total Dissolved Solids (TDS) dalam air, alat ini memberikan informasi yang penting bagi peternak dan pihak terkait untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat waktu.
Penggunaan teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal dengan mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan polusi udara dan air, tetapi juga berperan dalam mengurangi dampak negatif terhadap perubahan iklim (SDG 13). Dengan membatasi emisi gas dari limbah peternakan seperti metana, kegiatan ini berkontribusi pada perlindungan lingkungan global dan keberlanjutan ekosistem. Selain itu, keberhasilan implementasi alat ini juga mempromosikan edukasi dan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Dengan demikian, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mencapai berbagai target SDGs, khususnya SDG 3 dan SDG 13, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.