Malang, 16 Mei 2026 — Panggung kuliner Nusantara kembali menyala di Sasana Krida Universitas Negeri Malang (UM). Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang, tampil sebagai penggagas dan penyelenggara utama GASTROVA 2026 bertajuk “Reviving Indonesian Taste Sustainably”, sebuah perhelatan yang mempertemukan inovasi, riset, dan cita rasa khas Indonesia dalam satu panggung akbar pada Sabtu, 16 Mei 2026. Diikuti oleh sekitar 400 peserta yang terdiri atas mahasiswa pelaksana, pelaku UMKM dan industri kuliner, serta pengunjung umum, kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran berbasis proyek selama empat bulan yang dirancang khusus oleh Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga UM untuk mengasah kompetensi gastronomi terapan mahasiswanya.

Sebagai inisiator dan penanggung jawab penuh atas seluruh rangkaian kegiatan, Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga UM merancang GASTROVA 2026 melalui pendekatan Gastronoforge Flavorium, melibatkan 108 mahasiswa pelaksana dari angkatan 2022 sebagai bagian dari penuntasan tugas akhir mereka. Melalui proses pembelajaran terstruktur — mulai dari analisis karakteristik bahan pangan, formulasi resep, uji sensori, hingga penyajian produk akhir — mahasiswa berhasil menghadirkan 108 produk inovasi kuliner yang memanfaatkan bahan pangan lokal seperti tepung mocaf, sorgum, empulur pisang, dan ampas kelapa, diolah menjadi kreasi unik seperti lady finger tepung pisang candi, cendol ampas tahu, dan tiwul grendul mousse. Ketua Pelaksana GASTROVA 2026, Fakhri Husni Ramadhan, menyampaikan bahwa acara ini digagas sebagai wadah bagi mahasiswa Tata Boga UM untuk berlatih berkarya dan mengasah kreativitas di dunia kuliner, sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap kekayaan cita rasa Nusantara. Dosen Program Studi Tata Boga turut berperan sebagai pembimbing akademik dan evaluator dalam menilai 108 karya mahasiswa tersebut, didampingi dewan juri profesional dari kalangan industri, termasuk Chef Abdi — pebisnis kuliner asal Malang dan finalis kompetisi memasak nasional — yang turut berbagi wawasan bisnis kuliner, serta BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata yang berperan sebagai mitra pendamping teknis pelaksanaan.

Sebagai penyelenggara dan pengelola penuh kegiatan ini, Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga UM memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Target 4.4 dan 4.7), melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik nyata, di mana 108 produk kuliner mahasiswa diuji dan dinilai langsung oleh dewan juri profesional sebagai bentuk penuntasan tugas akhir. Kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Target 8.3 dan 8.9), melalui penguatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa di sektor kuliner, termasuk pembekalan strategi membaca peluang pasar dari mitra industri. Selaras dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Target 12.2 dan 12.8), pemanfaatan bahan pangan lokal dan hasil samping produksi pangan yang biasanya terbuang — seperti ampas tahu pada produk cendol ampas tahu — menjadi bukti konkret upaya pengurangan limbah pangan sekaligus efisiensi bahan dalam proses formulasi resep mahasiswa Tata Boga UM. Kolaborasi dengan mitra industri, salah satunya Chef Abdi sebagai evaluator dan pembicara serta BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata sebagai mitra pendamping teknis, turut mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Target 17.17) dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi.

Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si., selaku Ketua Program Studi Sarjana Terapan (D4) Tata Boga Fakultas Vokasi UM, menyampaikan, “Pemanfaatan bahan pangan lokal serta hasil samping produksi pangan dalam karya-karya mahasiswa, seperti empulur pisang dan ampas kelapa, mencerminkan upaya nyata mahasiswa dalam menerapkan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, sekaligus melatih kepekaan mereka terhadap potensi bahan pangan lokal yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal.” Ke depan, Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga UM berharap GASTROVA dapat terus berkembang sebagai wadah inovasi dan hilirisasi produk mahasiswa, memperluas jejaring kemitraan dengan pelaku industri, serta mendorong semakin banyak produk kuliner Nusantara berbahan alami untuk terus dilestarikan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh generasi muda.